<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168</id><updated>2011-12-31T20:24:34.856+07:00</updated><title type='text'>Open My Eyes For The Next Phase...</title><subtitle type='html'>Life is fun because you don't know what will happen next. Sebuah kalimat yang simpel namun maknanya dalam. Ini adalah sebuah isi hati seorang pemuda yang berusaha untuk tetap survive dalam kehidupan, yang mungkin tidak bisa disampaikan lewat suara.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>96</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4745909603968710743</id><published>2011-12-26T06:03:00.005+07:00</published><updated>2011-12-26T06:29:41.624+07:00</updated><title type='text'>Broken Christmas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah kalian merasakan dihari dimana hampir seluruh dunia sedang tertawa ceria, menikmati setiap detik dengan kebahagian bersama keluarga, kerabat dan para sahabat namun apa yang kita rasakan merupakan kebalikan dari semua itu. Rasanya tidak pernah terbayangkan bahwa hal itu mungkin terjadi di dunia nyata bukan? namun pada faktanya semua kemungkinan bisa terjadi. Ya, hal itu baru saja terjadi padaku, pada natal 2011 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan terakhir aku merasakan hal seperti ini, aku memang pernah berada dalam situasi dimana seharusnya hari tersebut menjadi hari kebanggaan dan hari dimana kita meneteskan air mata penuh kebahagian, namun semua itu merupakan kebalikan dengan apa yang kurasa. Ya, saat tersebut adalah dihari pertama aku kembali menginjak bangku kuliah di Universitas Indonesia. Dimana ketika semua mahasiswa baru yang sedang bergelora senang dan bangga bisa memakai 'jaket kuning' kebanggaan dengan memasuki Universitas Indonesia yang memang membutuhkan ekstra usaha untuk mencapai impian tersebut. Harusnya aku tertawa, harusnya aku bangga, ceria dan penuh semangat seperti teman-teman yang lain, namun keadaan masa lalu ku yang bisa dibilang 'cukup berbeda' dengan mereka, justru di hari pertama tersebut, aku merasakan 180 derajat yang berbeda dengan apa yang mereka rasakan. Aku tekan dan kubur perasaan sedih itu didalam sanubariku, mencoba menerima dengan ikhlas keadaan tersebut yang akhirnya tidak terasa sampai juga di penghujung hari. Aku lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kenangan pahit itu kembali melintasi pikiran. Ya hari ini pun aku mengalami kejadian yang hampir sepadan. Di hari hampir semua orang di seluruh dunia ini sedang berbahagia menyambut natal, kepalaku tertunduk, menahan rasa sedih dan sesak yang kurasakan di dada.  Semua kenangan kembali bermunculan satu persatu, yang mana pada akhirna tetesan air mata yang tidak bisa kubendung mengalir perlahan-lahan di pipiku, aku memejamkan mata dan menarik napas panjang. Tak disangka pilihan kita berdua, berakhir pada pilihan dimana kita harus berpisah dari simpangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Something that doesn't kill you, will eventually make you stronger..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku ingin mempercayai kalimat itu, walaupun kini aku merasa begitu lemah dan rapuh. Aku mencoba meyakinkan diriku, bahwa ini memang yang terbaik. Bahwa ini adalah jawaban dari Doa yang aku panjatkan kepada Allah SWT. Bahwa masing-masing memiliki jalan yang berbeda, dan aku percaya suatu saat semua ini akan menjadi suatu pelajaran yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"I'm full of blood, but still breathing" and&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LIFE GOES ON!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4745909603968710743?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4745909603968710743/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4745909603968710743&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4745909603968710743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4745909603968710743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2011/12/broken-christmas.html' title='Broken Christmas'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7072874065227984148</id><published>2011-12-16T11:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-24T19:11:57.794+07:00</updated><title type='text'>Perasaan Dilemma</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;Perasaan dilemma memang sering hadir dalam kehidupan kita tanpa minta izin terlebih dahulu. Berharap bahwa kita sudah yakin akan pilihan dan jawaban kita, namun ternyata bisa kembali goyah tanpa alasan yang jelas. Ya mungkin alasan itu ada, dan memang selalu ada meskipun belum tentu kita menyadari alasan tersebut, seperti kalimat yang sering terucapkan dan tidak asing di telinga kita. "Everything happens for a reason"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;Aku mencoba mencari-cari alasan mengapa akhir-akhir ini aku dilemma, ada perasaan yang mencambuk di dalam hati, yang membuat aku untuk kembali me-review, berpikir keras apakah ini pantas untuk dijalankan terus atau ini sebuah pertanda bahwa ini waktu yang tepat untuk mengangkat bendera putih?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;Aku selalu berdoa kepada Allaw SWT, meminta yang terbaik untuk diriku. Ya terbaik menurutnya, bukan menurut diriku. Meskipun aku menginkan sesuatu, aku berkata ini yang terbaik dan orang disekitar berkata ini yg terbaik, namun aku yakin bahwa keputusan Allah SWT merupakan memang yang terbaik buatku, dan kita sebagain insan yang lemah hanya bisa usaha dan bertawakal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;Ketika berdoa, Allah pasti mengasih jawaban yang terbaik dan yang paling kita butuhkan. Tetapi pertanyaan yang mendasar adalah, bagaimana kita mengetahui bahwa itu memang jawaban yang telah diberikan oleh yang maha kuasa? Bisa saja jawaban diberikan kediri kita melalui cara yang kita tak akan sangka, atau justru akan membuat hati kita menjerit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;Perumpaan yang jelas untuk mendeskripsikan tersebut adalah, ketika dua insan yang sedang menjalin hubungan asmara. Kita berdoa dan berharap bahwa dia lah yang menjadi pasangan hidup kita nanti, tetapi doa yang dipanjatkan adalah agar Allah SWT memberikan yang terbaik buat kita. Namun, pertanyaannya lagi, apakah kita siap menerima jawaban atau tanda-tanda sebuah jawaban dari Allah SWT tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-tap-highlight-color: rgba(26, 26, 26, 0.296875); -webkit-composition-fill-color: rgba(175, 192, 227, 0.230469); -webkit-composition-frame-color: rgba(77, 128, 180, 0.230469); "&gt;Jawaban yang diberikan bisa bermacam bentuk, seperti halnya ketidakcocokan, atau orang tua tidak setuju atau bahkan dia, atau kita sendiri yang tiba-tiba mempunyai perasaan lain ke orang lain. apakah itu bisa diberi pertanda jawaban atas doa kita? yang mana kita meminta agar Allah SWT memberikan yang terbaik? Apakah pertanda bahwa ia bukanlah jodoh kita? atau sekedar alasan yang dibuat-buat orang? Cara memberitahukan kebenaran atas doa kita bisa saja tidak sesuai yang diharapkan, namun yakin itulah jawaban yang kita butuhkan dan yang diberikan dari yang maha kuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang aku percaya, dan itulah alasan mengapa aku dilemma.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7072874065227984148?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7072874065227984148/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7072874065227984148&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7072874065227984148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7072874065227984148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2011/12/perasaan-dilemma.html' title='Perasaan Dilemma'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1557815505452972769</id><published>2011-12-12T19:50:00.000+07:00</published><updated>2011-12-24T19:53:53.460+07:00</updated><title type='text'>Hidup bagaikan perahu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tak seorangpun yang mengenal siapa diriku sebenarnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Akupun tak pernah merasakan kekosongan seperti ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Apabila aku membutuhkan seseorang disampingku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Siapa yang bisa menenangkan diri ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dan membuat aku kembali kuat menghadapi hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kita semua bagaikan perahu dalam suatu takdir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ombak masalah berdatangan dan tidak bisa melarikan diri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tetapi apabila kita pernah kehilangan arah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ombak pertolongan akan membimbing kita menyongsong esok hari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tak seorangpun yang mengenal siapa diri ini sebenarnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Atau mereka memang tidak pernah mau tahu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tetapi apabila aku membutuhkan seseorang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku berharap kau ada disitu, menemaniku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku mau kau tahu dan mengenal semua tentang diriku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku tak pernah menyangka memiliki perasaan ini terhadap terhadapnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Apabila kau membutuhkan seseorang dalam perjalanan hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku akan berada disisimu, dan membuat kamu tabah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kita semua bagaikan perahu dalam suatu takdir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ombak masalah silih berganti berdatangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tetapi aku percaya dan selalu memegang harapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bahwa tidak ada masalah yang tidak terpecahkan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1557815505452972769?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1557815505452972769/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1557815505452972769&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1557815505452972769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1557815505452972769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2011/12/hidup-bagaikan-perahu.html' title='Hidup bagaikan perahu'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6503023916238395482</id><published>2011-12-08T18:20:00.000+07:00</published><updated>2011-12-24T10:51:14.144+07:00</updated><title type='text'>Social Network In Life</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi terus berkembang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh pikiran kita sejauh apa teknologi ini bisa membawakan perbedaan. Aku rasa yang bisa menjawab akan pertanyaan ini bukan sekedar orang yang hidup di masa ketika Indonesia belum merdeka hingga hari ini. Tetapi semua orang bisa merasakaan perbedaannya. Contoh yang terlihat jelas adalah keberadaan telpon genggam. Iya, saluran telephone yang kini kita bisa bawa kemana-mana tanpa perlu kabel telphone. Waktu aku masih duduk di bangku SD, mana mungkin kebayang bahwa suatu saat jarak yang terbentang jauh itu bisa terasa menjadi dekat, and all that is thanks to perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, let's skip that. Disini aku tidak ingin membahas kecanggihan ponsel yang terus berkembang dari hari demi hari. Tetapi lebih ke jejaringan dalam internet yang membuat kita bertemu dengan orang-orang yang bisa dibilang 'sudah lupa wajahnya' atau 'tidak kebayang kalau suatu hari kita akan bertemu kembali'. Aku rasa bagi semua orang sudah tahu arah pembicaraanku ini, yup tak lain adalah social network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tipe social network yang berkembang di dunia maya. Tetapi yang paling digemari lebih dari 500 juta pengguna, tak lain adalah facebook. Aku rasa, lebih dari 75% insan di dunia ini yang mengenal dunia internet dan duduk di bangku SMP - Kuliah, paling tidak mempunyai identitas di situs social network ini. Banyak manfaat memang yang bisa didapati, walaupun aku tidak terlalu aktif dalam jejaringan sosial seperti ini, tetapi aku salut karena aku berhasil menemukan teman SD ku yang sudah hilang kontak lebih dari 15 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak ras di dunia ini. Dari benua afrika hingga benua asia, perkembangan facebook tergolong sangat cepat. Ras yang beranekaragam sudah tentu menunjukkan pola pikir dan pandang yang berbeda. Kegunaan situs jaringan sosial seperti facebook ini memiliki manfaat yang berbeda-beda. Tergantung siapa pengguna dan tujuaan ia membuat suatu account dalam situs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergolong banyak yang membuat akun di situs ini untuk memperluas jaringan network sehingga bisa menjaga kontak terhadap mereka yang jauh. Dari situs ini pun kita bisa selalu update segala hal yang berhubungan dengan diri kita, atau bahkan kita bisa mengetahui aktifitas teman-teman kita sendiri yang memang mempublikasikan aktifitas nya lewat situs tersebut. Namun tak sedikit situs seperti ini menjadi ajang untuk berkenal dengan orang baru, baik untuk berteman saja ataupun mencari belahan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pikir sebatas itu saja kegunaan dari situs jejaringan sosial tersebut, namun aku salah. Ketika aku menjadi interns di salah satu multinational company yang bergerak di bidang kosmetik, aku mempunyai tugas untuk menggunakan facebook sebagai tools untuk memperkenalkan dan ajang menarik klien dan menyebarkan semua info yang terkait, yang dirasakan perlu diketahui oleh umum. Ya, facebook bisa digunakan untuk fun atau bahkan untuk hal bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkagum-kagum akan situs social network seperti ini. Hal ini yang membuat aku lebih mencari tahu tentang sejarah social network ini. Aku ingin tahu lebih banyak orang sepintar apa yang bisa membuat situs seperti ini. Yang membuat aku lebih terdiam lagi, adalah ketika programmer yang membuat situs facebook ini masih tergolong muda, bahkan lebih dari Aku. Lagi-lagi nama Harvard memang menunjukkan kualitasnya, yang menciptakan suatu inovasi baru dalam dunia pekerjaan ataupun dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga muncul film dokumentar 'Social Network' mengenai lahirnya facebook, menarik perhatianku. Dari situ aku banyak belajar, untuk menciptakan sesuatu tidaklah gampang. Banyak seluk beluk pahit yang harus dihadapai, bahkan kita harus berteman dengan lawan dan membuat kawan menjadi lawan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6503023916238395482?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6503023916238395482/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6503023916238395482&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6503023916238395482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6503023916238395482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2010/11/social-network_08.html' title='Social Network In Life'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2600792389366931401</id><published>2011-12-04T23:20:00.001+07:00</published><updated>2011-12-24T10:58:47.303+07:00</updated><title type='text'>Meeting old friends in their wedding days</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke dalam dunia blog setelah hampir 2 tahun aku lebih memilih untuk tidak mempublikasikan baik aktifitasku atau cara aku memandang sesuatu dengan pola pikir yang ada. Pada dasarnya, pasti semua insan di dunia ini memiliki saat-saat dimana ia harus merenungkan semua kegiatannya dan fokus terhadap hal lain sehingga ia lebih memilih untuk menutup diri. Anyway, aku rasa semua itu sekarang sudah tidak penting lagi, Yang penting aku sudah kembali menemukan aspirasi untuk kembali menulis dan mempublikasikan cara pandangku terhadap hal-hal yang terjadi disekitarku. Lets get it On, shall we??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi sebuah undangan pernikahan teman lama ku. Walaupun aku diundang hanya melalui social media network yang berupa softcopy, tetapi aku sudah cukup senang bahwa ia mengingatku. Memang kisah diantara aku dan teman ku yang nikah ini cukup panjang dan unik, karena semasa aku masih duduk dibangku kelas 3, entah kenapa kami berdua selalu dibanding-bandingkan bahwa kita adalah "-theWhiteDu0-" Mengenai lebih dalam tentang sejarah the white duo akan dibahas di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama aku selalu bergelut dengan orang-orang yang bisa dibilang lebih muda dariku, setelah aku bertemu kembali dengan teman-teman sesuai identitas asliku. Ada pancaran yang berbeda yang aku rasakan. Perbedaan yang sangat mencolok, namun perbedaan itu entah kenapa membuat kurva disenyumanku kembali terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema diskusi dan pembicaraan sudah tentu pasti berbeda, belum lagi apabila aku melihat disekitarku rata-rata obrolannya sudah mulai menjurus ke arah 'berkeluarga'. Apalagi ketika aku dan teman-teman yang masih single fighter didatangi seorang malaikat kecil yang sedang berlari-lari seakan-akan mau jatuh menghampiri kita dan memukul-mukul halus paha kita. Ya, malaikan kecil yang entah kenapa setiap aku melihat sosoknya, aku pasti tersenyum kecil dan ingin mengankatnya. Tak lama aku dan teman-teman mencubit pipinya dan mengelitiknya dan bertanya-tanya, anak siapakah itu. Tiba-tiba dari belakang sosok yang tak asing muncul. Ya, anak kecil tersebut tak lain adalah anak temanku yang kini sudah menjadi ibu-ibu yang anggun. Sungguh pemandangan yang unik, karena ingatan itu masih teringat dan nempel dikepalaku ketika aku, dia dan teman-temanku masih bercanda gurau di penjara yang sering disebut 'Sekolah'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua para single fighter disitu terdiam seketika. Aku tahu dan pahami sekali di sela-sela berapa detik terdiam tanpa suara itu, aku dan teman-temanku memikirkan hal yang sama tak terkecuali. Aku semakin percaya bahwa pada dasarnya setiap wanita memiliki sosok keibuan di dalam sanubarinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nenek pernah bilang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Every girls no matter how tough they are, they always have a mother instinct deep within their heart"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tersebut terbukti hari ini. Ya, temanku yang memiliki anak kecil bagaikan boneka salju itu tak lain merupakan seorang gadis yang cukup bisa dibilang mendekati sifat pria ketika masih duduk di bangku SMU. Tak pernah ada yang menyangkah bahwa ia bisa menjadi anggun, suatu adegan yang membuat aku dan teman-temanku terkagum-kagum, lebih tak percaya lagi bahwa 'Ibu' itu adalah teman aku yang tomboy dulu, ketika ia menggendong  anaknya sambil tersenyum-senyum dan bernyanyi kecil ke anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah melangkah kedepan.&lt;br /&gt;Bahkan melangkah jauh dan berada 3 lapisan hidup diatas ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuliah-Kerja-Kawin-Keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berada di posisi keluarga, lapisan terakhir dari arti dan tujuan kehidupan itu sendiri, sedangkan aku belum baru saja memasuki lapisan kedua dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, namun aku kembali tersenyum.&lt;br /&gt;Aku akan bangkit, dan aku tahu waktu itu tidak lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2600792389366931401?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2600792389366931401/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2600792389366931401&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2600792389366931401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2600792389366931401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2010/11/akhirnya-aku-memutuskan-untuk-kembali.html' title='Meeting old friends in their wedding days'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6092781746647238707</id><published>2009-12-30T22:31:00.000+07:00</published><updated>2010-11-07T23:02:49.428+07:00</updated><title type='text'>HIATUS</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;strong&gt;-HIATUS-&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun baru pun akan tiba, aku pun akan merenungkan semua kejadian ini agar menjadi lebih baik dan lebih bertawakal&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6092781746647238707?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6092781746647238707/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6092781746647238707&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6092781746647238707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6092781746647238707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/12/hiatus.html' title='HIATUS'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2896715844164586997</id><published>2009-12-26T13:45:00.000+07:00</published><updated>2010-11-07T23:02:11.871+07:00</updated><title type='text'>Pangeran Berkuda Putih</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di dalam sanubari makhluk bernama pria, terdapat suatu suatu impian untuk menjadi seorang pahlawan, hero, kesatria berjubah berkilauan, atau seorang pangeran dengan kuda putihnya. Pada dasarnya, ia ingin menjadi seorang yang tangguh, hebat dan penuh percaya diri dalam melindungi wanita yang berhasil mengaet atau mencuri hatinya. Dengan merasa dirinya hebat, maka pria bisa mengeluarkan secara maksimal kekuatannya. Apabila merasa dipercaya, pria akan menjadi makhluk yang penuh perhatian. Namun, apabila tidak merasa dipercaya, maka ia akan kehilangan semangat, kepercayaan diri, dan gairah hidupnya dan setelah beberapa waktu pria tidak bisa mengeluarkan secara maksimal kemampuannya, dan ia berhenti untuk menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dibayangkan, apabila seorang pangeran berpakaian jubah berkilauan dengan kuda putihnya berkelana kepolosok-pelosok daerah atau pendesaan. Tiba disuatu desa, ia mendengar seorang wanita atau putri sedang menjerit, menangis meminta tolong. Tanpa berpikir panjang, naluri seorang lelaki akan langsung mencari letak suara tersebut, bergegas ke putri-putri tersebut yang terjebak akibat serangan seekor naga. Pangeran berjubah berkilauan itu langsung mengeluarkan pedang dari tempatnya, melompat menerjang bahaya dan membunuh naga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang pangeran membawa putri itu pulang, ketika pintu gerbang dibuka, ia disambut baik oleh keluarga sang putri dan penduduk kota. Ia dipersilahkan untuk tinggal di kota tersebut dan diakui sebagai seorang pahlawan, dan akhirnya pangeran dan putri tersebut saling jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu setelah itu, pangeran itu melakukan perjalanan ke tempat lain. Dalam perjalanan pulangnya, ia mendengar istri tercintanya berteriak meminta tolong. Seekor naga kembali menyerbu istana itu. Setibanya di istana, pangeran itu tidak berpikir panjang, langsung mengeluarkan pedangnya untuk membunuh naga dan melindungi isterinya. Tetapi sebelum pangeran itu berhasil mengayunkan pedang miliknya . Sang putri berteriak. “jangan gunakan pedangmu, lebih baik kau gunakan kampak ini. Jauh lebih tajam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang putri memberikan kampak itu. Dengan sedikit ragu, pangeran itu mengayunkan kampak tersebut yang pada akhirnya naga itu berhasil ditebas hingga mati. Orang-orang disekitar menyambut sang pangeran dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa terjadi lagi beberapa minggu kemudian. Ketika sang pria melakukan perjalanan bersama isterianya. Mereka berpapasan dengan naga, pangeran itu mengeluarkan pedangnya kembali. Namun kembali terdengar suara isterinya. “jangan, lebih gunakan senjata lain.”&lt;br /&gt;Pangeran itu lalu mengambil kampaknya yang digunakan untuk membunuh naga beberapa minggu yang lalu. Sang puteri kembali bersuara, “Jangan gunakan kampakmu, lebih baik pake tali ini.” Sang puteri pun menjelaskan cara menggunakan tali tersebut. Dengan ragu-ragu, pangeran itu mengikuti apa kata sang isteri. Ia berhasil membunuh naga tersebut dengan mengikatkan tali tersebut ke leher naga dan menariknya dengan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di istana, berita tersebut sudah menyebar, orang-orang menyambut pangeran dengan gembira. Ketika makan malam bersama, pangeran itu merasa seakan-akan tidak melakukan apa-apa karena ia menggunakan tali yang sang puteri ajukan. Bukan pedang miliknya, bukan karena kehebatannya. Sehingga pangeran tersebut merasa tidak pantas untuk menerima kepercayaan dan rasa kagum orang-orang kota terhadapnya. Setelah kasus tersebut, pangeran ini menjadi pendiam dan sedikit memurung dan akhirnya lupa menggosok jubahnya agar tetap berkilau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan kemudian ketika pangeran akan melakukan perjalanan, sang putri mengingatkan untuk berhati-hati. Dalam perjalanan pulang, pangeran itu melihat naga lain menyerang istana. Sepertinya naga tersebut ingin membalas dendam rekannya yang dibunuh. Pangeran tersebut langsung bergegas, namun ia sempat bingung senjata apa yang akan dipakai. Ia akhirnya memilih mengeluarkan pedang kesayangannya. Namun dengan sedikit keraguan, seraya berpikir berulang kali apa sebaiknya menggunakan kampak atau tali. Pada saat ia bimbang dan hilang konsentrasinya, naga tersebut menyemburkan api yang membuat tangan kanannya terbakar. Sang puteri kembali berteriak. “Gunakanlah racun ini, racun ini baru dibuat oleh ahli obat kita.. masukan ke dalam mulut naga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keadaan terdesak, sang pria dengan sigap langsung menuangkan racun tersebut ke dalam mulut naga. Naga itupun magi, dan kota itupun kembali bersenang-senang, namun tidak ada yang tahu bahwa pangeran itu merasa sangat malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali dalam perjalanan berikutnya, di suatu pedesaan ia mendengar wanita lain meminta pertolongan. Sewaktu ia bergegas, entah kenapa rasa percaya dirinya sedang muncul. Pangeran itu merasa yakin dan penuh semangat. Tetapi sempat ia berpikir, apa yang harus digunakan? Pedang? Kampak? Tali? Atau racun? Kira-kira apa yang akan dikatakan sang puteri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat ia sempat bimbang, namun ia ingat perasaannya jauh sebelum ia kenal tuan puteri. Masa-masa kejayaannya yang penuh percaya diri menerjang bahaya hanya dengan sebilah pedang yang sampai sekarang masih dibawa-dibawa kemana ia pergi. Dengan tumbuh rasa percaya dirinya, ia mengambil pedangnya dan mengayunkan dan memenggal kepala sang naga dan penduduk kota itu bergerima.&lt;br /&gt;Pangeran berjubah berkilauan dengan kuda putihnya tidak pernah kembali kepada sang puteri. Ia hidup di daerah baru tersebut dan hidup bahagia. Ia menikah dengan wanita yang ditolongnya setelah yakin bahwa wanita tersebut tidak tahu/tidak mengetahui tentang kampak,tali dan racun. Wanita itu hanya memberi rasa kepercayaan, mendukung dan memberi perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri setiap lelaki, terdapat seorang berjiwa kesateria berjuba berkilauan. Cerita diatas dapat menjadi suatu perumpaan. Laki-laki menghargai perhatian dan bantuan sekali-kali, tetapi dalam batas tertentu. Terlalu banyak perhatian dan bantuan akan mengurangi keyakinannya atau membuat dirinya menjadi tidak semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————————————————————————————————————————————&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca cerita perumpamaan diatas, mungkin semakin banyak pertanyaan dibenak kita. Coba tangkap makna cerita diatas dan melihat kehidupan percintaan yang dialami diri sendiri atau teman-teman kita. Apakah ada korelasi? Apa kalian bisa mendapatkan makna yang tersirat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini terinspirasi ketika berdiskusi dengan teman yang ahli dalam bidang ini, ia sempat menulis cerita diatas di blog nya yang kini sudah sirna. Pikirannya logis dan sangat masuk akal. Ditambah ada teman yang curhat menanyakan. “Kenapa sih drul pria itu suka berubah-rubah sifatnya? Dulu waktu pdkt sweet banget, tetapi setelah jadian dia BERUBAH”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya aku yakin tidak sedikit wanita yang menanyakan pertanyaan diatas. Penjelasannya sedikit panjang, tetapi bisa dicari dari makna yang terselubung dlm cerita perumpaan diatas. But before asking this, ask yourself this first..”Yang berubah duluan siapa? Is it him? Or is it YOURSELF? Hanya anda yang tahu akan jawaban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita lah yang menentukan kebahagian setiap pria, wanita lah yang menentukan pada akhirnya apakah ia akan membuat pria itu senang. Tersenyum, Atau sedih dan patah hati. BUT, before all that, para lelaki lah yang menentukan segalanya. Apakah ia ingin maju terus? Atau menghilang dan berubah haluan? So para wanita, if you do like someone, dan that someone show a little careness, jangan GENGSI to answer his feelings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For short, we only live once. Tell the one you love that you love them. What matter is that you’re being true and honest to yourself, and the answer comes later. Love one another&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“There’s no such thing as ex friends, but there’s such thing as ex girl/boy. So maintaining a relationship with the one you love need a little bigger effort”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2896715844164586997?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2896715844164586997/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2896715844164586997&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2896715844164586997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2896715844164586997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2010/09/pangeran-berkuda-putih.html' title='Pangeran Berkuda Putih'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2228892307950040987</id><published>2009-12-21T23:24:00.000+07:00</published><updated>2010-11-07T23:00:48.985+07:00</updated><title type='text'>Meeting New People</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku selalu sadar bahwa bertemu dengan orang baru selalu menyenangkan. Pada dasarnya setiap orang itu tidak ada yang sama, yang kembar siam pun pasti memiliki gestur bicara yang berbeda dan memiliki khas tersendiri. Pada saat itu, aku dipertemukan dengan teman-teman baru. Teman-teman yang mana bisa mengangkat rasa lelahku, dan mengingatkanku kembali akan kesadaran bahwa, kita harus keluar dari comfort zone kita, agar dapat menjadi lebih open minded.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, aku selalu terkurung dan berada dalam lingkungan yang mana membuat pikiranku hanya bisa melihat dari satu sisi. Ya mungkin hal itu memang tidak aneh, karena aku selalu berkutik di dunia mahasiswa dengan latar belakang pendidikan ekonomi, baik itu dari kampus ku sendiri ataupun kampus yang lain. Sehingga disaat aku mendapatkan kesempatan untuk berbaur di dalam suatu acara yang memerlukan suatu pelatihan dan kekompakan dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Seakan-akan aku diingatkan kembali, bahwa dunia itu sangat luas dan aku harus bisa membuka mata lebih lebar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat senang dapat bertemu dengan mereka.&lt;br /&gt;Jujur, akhir-akhir ini aku sudah merasa penat berada dilingkungan yang sama terus. Ingni rasanya aku berteriak dan lari sekuat tenaga agar dapat merasakan lingkungan baru. Entah hal ini ada berhubungan dengan masa laluku, tetapi aku ingin bergerak ke depan. Aku tahu dan paham, bahwa kini aku sedang bergerak dengan kecepatan yang relatif lambat, tetapi aku ingin sesuatu yang signikan untuk suatu perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan cara berpikir, itu lah sesuatu yang aku rindukan. Ya, betul aku ingin mendapatkan suatu pemikiran tentang banyak hal dari sisi yang berbeda. Apapun itu, baik dari pembahasan tentang dunia politik sampai masalah asmara. Aku pada dasarnya suka mendengar pendapat orang baru, khususnya yang memiliki cara berpikir berbeda dan selalu menganalisa suatu cerita tidak hanya dilihat dari kacamata sendiri. Itulah yang aku temukan seminggu terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun aku hanya menghabiskan 3 hari full day bersama mereka, tetapi aku yakin bahwa di dalam lubuk hati mereka. Mereka mendambakan hal yang sama. Yaitu bertemu orang baru yang diluar lingkungan biasanya. Tak terasa 3 hari itu berakhir, dan seakan-akan itu sebuat momen untuk diriku melempar jauh semua masalah, dan kini harus kembali berhadapan dengan realita. Realita dunia yang mana itu jalan hidupku. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2228892307950040987?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2228892307950040987/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2228892307950040987&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2228892307950040987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2228892307950040987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2010/02/meeting-new-people.html' title='Meeting New People'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4200800898571782644</id><published>2009-12-15T13:42:00.000+07:00</published><updated>2010-11-07T23:01:28.615+07:00</updated><title type='text'>Jawaban atau Proses</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kembali termenung setelah sekian lama. Pikiran ini datang disaat kondisiku yang sedang berbaring di tengah kegelapan dalam kamarku. Kondisi baik fisik dan pikiranku yang lelah, membuat jiwa kembali bertanya-tanya tentang masa depan yang tidak seorang pun tahu. Aku tahu terlalu banyak berpikir, tidak akan ada perubahan. Aku harus berani mencoba dan melangkah ke depan meskipun tidak ada yang tahu bahwa tindakan yang aku ambil ini benar atau salah Akhirnya aku mengambil suatu keputusan tanpa berpikir jauh. Dengan mengambil langkah pertama ini, aku tahu kini dalam kehidupanku sekarang, aku telah bergerak ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Semakin banyak variabel yang kamu ketahui, semakin susah kamu mengambil suatu keputusan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak data yang aku kumpulkan, semakin membuat diriku dilema akan keputusan yang harus kuambil. Terlalu banyak variabel yang aku ketahui, membuat aku selalu berpikir dengan awalan 'jika' sehingga, pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dalam pikiranku tidak selesai-selesai. Satu statement terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi, ketika dari beberapa kemungkinan itu aku berhasil mengambil keputusan, pertanyaan berikut akan muncul dengan beberapa alternatif jawaban yang lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa dalam kehidupan ini pertanyaan akan terus mengalir tanpa aku cari. Dibalik setiap jawaban pasti akan memunculkan pertanyaan baru yang memungkinkan tidak ada jawaban yang pasti. Ini bukti nyata bahwa aku hidup dengan pertanyaan-pertanyaan yang mana aku harus cari jawabannya. Pada dasarnya, aku mengambil suatu kesimpulan. Bahwa dibalik sebuah jawaban yang diperlukan insan di dunia ini adalah proses pencarian akan jawaban tersebut. Proses itu yang membuat jiwa kita berkembang dan lebih mengerti lagi akan tujuan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pertanyaan yang mana lebih penting, 'Jawaban akhir' atau 'Proses pencarian jawaban tersebut'. Seperti halnya, lebih penting 'Hasil Akhir' atau 'Proses menuju hasilnya'? Banyak yang berkata, proses yang baik akan menghasilkan akhir yang baik. Aku setuju, dan bisa mengambil suatu konklusi, apabila proses itu sudah baik dan aku sudah mengeluarkan segenap kemampuanku dalam proses ini untuk menghasilkan jawaban atau hasil yang baik. Namun pada akhirnya Hasil akhirnya tidak sesuai bayanganku, itu pertanda bahwa hasil tersebut bukanlah yang terbaik buat diriku. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4200800898571782644?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4200800898571782644/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4200800898571782644&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4200800898571782644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4200800898571782644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2010/09/jawaban-atau-proses.html' title='Jawaban atau Proses'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-168289035856677406</id><published>2009-12-08T07:59:00.000+07:00</published><updated>2010-11-07T22:59:32.331+07:00</updated><title type='text'>Tentang Wanita</title><content type='html'>Ketika seorang perempuan menangis,itu bukan berarti ia sedang mengeluarkan senjata terampuh melainkan ia sedang mngluarkan senjata terakhir. Ketika seorang perempuan menangis,itu bukan berarti ia tidak berusaha menahan melainkan karena pertahanan sudah tak mampu lagi membendung air mata. Ketika seorang perempuan menangis, itu bukan karena ia ingin terlihat lemah melainkan karena ia sudah tak sanggup berpura-pura kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kaum adam suka salah paham tentang kaum hawa, tentu kaum hawa menjadi pihak yang disalahkan dan di cap matre, suka pria ganteng, pria bermobil. Sebenernya itu salah setidaknya menurut pikiranku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanita matre : bukanya kaum hawa itu matre, tapi kaum hawa menyukai kejutan, kecukupan materi serta mimpi mimpi seorang pria. Dan kebetuan, pria tajir memiliki ini, tapi pria miskin janganlah berkecil hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi bukan milik orang tajir ataupun pintar tapi milik mereka yang ada tujuan dan berani bekerja keras untuk wujudtin mimpi mimpinya. Jika sebagai kaum adam, kalian bisa bercerita ttg mimpi kalian serta bisa tunjukin usaha serius serta niat ke pihak kaum hawa percaya dah anda lebih tajir dimata mereka dibanding yang benar benar tajir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tampan : kaum hawa bukan menyukai pria tampan, tapi menyukai pria yang percaya diri akan fisiknya, mampu berjalan tegak dan gak minder akan kekurang fisiknya, karena kaum hawa ingin pria yang bisa dibanggakan dan bagaimana mereka bisa bangga jika kalian minder dengan fisik kalian???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang merasa dirinya kurang tampan jika kalian menyukai wanita, percayalah dirilah , walaupun tampang tukul tapi harus percaya seperti brad pit. Percaya bahwa kalian lebih tampan dibandingkan mereka yang benar benar tampan. Apabila tidak peraya, coba kalian para wanita menjawab, lebih memilih brad pit tapi bentar ketemu orang takut, atau bentar bentar bilang dirinya jelek dan minderan saat jalan dan malu malu atau memilih yang tampang pas pas an tapi pede and gak malu ketemu keluarga kalian, teman teman kalian, dan bangga ma fisik dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bermobil : yang wanita butuhkan adalah kenyamanan saat berpergian, terlindung dari panas dan hujan,serta komunikasi saat berpergian, kebetulan mobil saat mendukung. Seandainya kalian naek motor dan panas kalian kasih jaket kalian, bawa pelan pelan dan bisa ngobrol walaupun berisik, serta hujan bisa langsung inisiatif berteduh n beli gorengan atau cokelat di alfamart, atau saat berjalan kaki kalian di jalur luar serta buat wanita itu merasa aman, atau saat desak desakan di bus kalian bisa care, n lindungi mereka dari senggolan senggolan kalo bisa peluk kaum hawa, pasti mereka lebih pilih kalian daripada yang bermobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bermobil : yang wanita butuhkan adalah kenyamanan saat berpergian, terlindung dari panas dan hujan,serta komunikasi saat berpergian, kebetulan mobil saat mendukung. Seandainya kalian naek motor dan panas kalian kasih jaket kalian, bawa pelan pelan dan bisa ngobrol walaupun berisik, serta hujan bisa langsung inisiatif berteduh n beli gorengan atau cokelat di alfamart, atau saat berjalan kaki kalian di jalur luar serta buat ce itu merasa aman, atau saat desak desakan di bus kalian bisa care, n lindungi mereka dari senggolan senggolan kalo bisa peluk kaum hawa, pasti mereka lebih pilih kalian daripada yang bermobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kaum hawa menjawab, pilih naik mobil tapi ribut, bawanya ugal ugalan atau tidak ngobrol hanya dengerin radio atau pilih yang naek bus tapi bisa buat kalian nyaman saat supir bego ugal ugalan dan rem mendadak, bisa lindungi kalian bukan membahayakan nyawa kalian..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-168289035856677406?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/168289035856677406/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=168289035856677406&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/168289035856677406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/168289035856677406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2010/02/ketika-seorang-perempuan-menangisitu.html' title='Tentang Wanita'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1402591677153108932</id><published>2009-12-04T00:30:00.001+07:00</published><updated>2009-12-06T22:26:32.381+07:00</updated><title type='text'>Life Reminder</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kehidupan terus bergulir tanpa memandang keadaan sebenarnya dirasakan oleh seorang insan. Aku selalu mencoba dan bertahan, bahwa dari setiap kejadian baik itu hal yang kurang berkenan atau hal yang sangat diharapkan pasti terselip sebuah pesan dari Allah SWT untuk kita dapat pelajari. Namun pertanyaan yang selalu timbul, apa yang harus kita pelajari agar bisa bahagia dunia dan akhirat? aku tahu, manusia diciptakan untuk terus belajar. Memahami konsep agar dapat mengerti perasaan orang lain melihat dari sisinya. Hidup itu singkat, lalu mengapa banyak orang yang tidak menyadari akan hal itu? Namun setiap tahun, ada 1 hari dimana kita akan diingatkan bahwa hidup ini hanya soal waktu, menunggu dipanggil ke pangkuan yang maha kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, aku berbaring di tempat tidur. Gelap gulita, berhubung pada detik itu listrik sedang padam. Dalam kegelapan, aku tidak bisa melakukan apa-apa hanya selain merenung. Merenung apa yang telah kulakukan dalam kehidupanku hingga detik ini. Kejayaan apa yang telah kuperoleh, kegagalan apa yang telah kudapatkan, dan kejutan-kejutan apa lagi yang kira-kira akan kuterima dari yang maha kuasa agar menjadi seorang pria yang bertawakal dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara petir dan kilatan cahaya dari luar yang begitu menggelegar. Bumi sedang menangis, menangis begitu kencang. Dimana tangisannya bisa membuat orang lain susah, tetapi banyak yang tidak sadar bahwa karena tindakan manusia itu yang membuat tangisan bumi dapat mencelakakan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari tempat tidur, dalam kegelapan aku berjalan mendekati jendela. Aku dapat melihat air hujan bertetesan kencang namun terlihat halus. Kilatan cahaya petir kembali muncul menghiasi langit yang gelap. Aku yang kaget hanya bisa ber-istigfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memandang bumi menangis, aku kembali merenung. Kembali merenung kehidupan yang telah kujalani hingga hari ini. Apa yang sebenarnya telah kuraih sepanjang hidupku ini? apakah ada sesuatu yang berarti? Kadang-kadang aku selalu melupakan identitasku yang sebenarnya ketika aku berada di lingkungan kehidupan yang sekarang ini. Namun malam ini, semua itu menyadarkanku, bagaikan alarm yang mengingatkanku akan jati diriku yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus hingga pukul 00.00 pada tanggal 3 Desember 2009. Aku kembali berjalan ke kamar, untuk melanjutkan tidurku. Ketika kedua mataku perlahan-lahan mulai mengecil, terdengar bunyi halus dari telpon genggamku, sedikit malas aku coba merahi dan membaca pesan singkat tersebut. Seorang wanita yang cukup dekat denganku mengucapkan 'selamat ulang tahun' dengan pesan singkat. Aku tersenyum kecil, lalu kembali ke alam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umurku telah bertambah lagi, berarti semakin dekat dengan waktu dimana Allah akan memanggilku kelak. Aku tahu dan pahami betul bahwa kematian tidak memandang umur, namun dengan bertambah umur ini, hal itu berhasil mengingatkanku agar lebih sering beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamanku hari ini, aku diingatkan kembali akan suatu hal yang aku sudah tahu namun terlupakan. Bersabarlah, karena sesungguhnya kita tidak akan tahu apa yang ada dipikiran orang lain. Seseorang yang kuharapkan untuk mengucapkan 'selamat ulang tahun kepadaku' tak kunjung memberi ucapan hingga malamnya ia bertelpon dengan niat untuk menjadi orang yang terakhir untuk mengucapkan hal itu. Aku hanya tersenyum kecil dan sadar bahwa aku masih harus banyak belajar untuk lebih sabar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1402591677153108932?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1402591677153108932/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1402591677153108932&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1402591677153108932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1402591677153108932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/12/life-reminder.html' title='Life Reminder'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2643156267152147993</id><published>2009-11-30T03:28:00.002+07:00</published><updated>2009-11-30T09:47:51.393+07:00</updated><title type='text'>Rain starting to fall</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Langit perlahan-lahan mulai meneteskan air matanya. Hingga pada akhirnya ia menangis kencang yang membuat orang-orang disekitar menjadi kewalahan dengan mencari tempat untuk berlindung diri dari tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termasuk salah satu orang tersebut yang sedang dibanjiri oleh tangisan dari langit. Dibawah payung, aku berpikir. Mengapa langit kembali menangis disaat yang sama dengan keadaan tahun lalu? Disaat ketika aku sedang berada di suatu acara yang cukup fenomenal bernama &lt;i&gt;'JAZZ Goes to Campus'&lt;/i&gt; Aku memang cukup sering memikirkan hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan, karena hujan adalah kejadian alam yang tidak ada seorangpun bisa memprediksi atau menghalangi agar tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah langit yang hujan deras, aku tidak sendirian. Aku ditemani oleh seorang teman, yang selalu tersenyum dan ceria dalam keadaan apapun. Sehingga hujan yang deras dan suasana malam yang cukup dingin itu tidak menghentikan langkahku untuk menikmati acara tersebut. Angin malam terasa lebih dingin dari biasanya, tetapi entah kenapa aku merasa hangat dan ikut menjadi semangat melihat dirinya yang ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dan dia sedang menikmati jajanan sambil duduk diujung menunggu puncak acara dimulai. aku melihat tetesan air yang berjatuhan dari langit akibat lampu sorot. Air hujan terlihat begitu halus bagaikan kain sutra. Dalam kegelapan aku mulai berpikir, apa jadinya ketika hujan ini tidak berhenti-henti? apakah ketika aku merasakan sedih, hujan yang membajiri hatiku ini seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus mengisi hatiku, hingga aku kembali ke alam sadar ketika temanku menawarkanku untuk makan. Aku menoleh kedirinya, ia terlihat sedang menikmati makanannya sambil terus tersenyum. Senyuman tersebut, membuat hati yang dibanjiri hujan berhenti dan terasa hangat seakan-akan terkena hangatnya sinar matahari. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2643156267152147993?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2643156267152147993/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2643156267152147993&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2643156267152147993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2643156267152147993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/11/rain-starting-to-fall.html' title='Rain starting to fall'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2073320759757528590</id><published>2009-11-22T21:13:00.001+07:00</published><updated>2009-11-30T09:27:28.292+07:00</updated><title type='text'>A Smile i want to see</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"We will never imagine what a little smile can do!"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tersebut terucap secara tidak sadar dari bibirku. Aku tahu bahwa ketika aku sedang sedih, aku selalu berusaha untuk tetap tersenyum. Karena aku yakin, dengan kurva senyuman yang aku bentuk di wajahku ini, walaupun awalnya hanya sebuah rekayasa, namun aku yakin perlahan-lahan akan turun ke hati ini. Sehingga hati yang sedang pilu, akan terobati dan kembali tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, aku mencoba selalu tersenyum apapun kondisiku. Aku akan lebih berusaha untuk tersenyum terlebih lagi ketika suasana hati sedang galau. Aku ingin menunjukkan bahwa aku ini baik-baik saja dan tidak perlu hirauan orang lain. Meskipun aku pahami sekali, senyuman yang kutunjukkan berbeda sekali dengan isi hati. Hati ini dibanjiri oleh tangisan yang tidak seorangpun bisa melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukannya aku lakukan sekedar untuk menipu diri dan tidak menerima kenyataan. Tetapi aku harus kuat, karena aku tidak mau orang mengasihani aku. Aku yakin dari beberapa orang yang mengasihani aku tersebut, justru mereka tertawa dalam hati. Ya sebut saja aku berpikiran jahat dan negatif. Aku selalu bilang, menerima realitas yang tidak sesuai dengan keinginan kita itu sangat berat. Menerima serangan dengan perisai saja sudah sakit, apalagi tidak menggunakan perisai? aku tak akan bisa membayangkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman yang dibentuk diri sendiri ini tampaknya masih kurang efektif. Suasana disekitar akan terus ceria, sehingga akupun terdorong untuk ikut ceria daripada berdiam diri dan memikirkan hal-hal yang memang belum ada jawaban. Aku selalu bertanya? ada suatu lubang puzzle didalam diriku ini yang aku telah cari-cari jawabanya selama 4 tahun terakhir ini. Tetapi hingga detik ini aku tidak bisa memberikan jawaban apapun sampai suatu saat, tiba-tiba aku melihat pecahan puzzle tersebut. Iya, aku dapat melihatnya meskipun masih jauh untuk kujangkau. Tetapi melihat serpihan puzzle itu, memberi aku sedikit cahaya. Cahaya yang dinamakan "Harapan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya itu tak lain adalah senyuman. Namun bukan senyuman yang aku buat sendiri untuk meyakinkan diriku bahwa ini semua baik-baik saja. Tetapi senyuman yang tulus dan ikhlas yang dipancarkan oleh seseorang. Senyuman itulah yang dapat meringankan rasa galau dan beban yang telah aku pikil. Aku yakin, senyuman tersebutlah merupakan puzzle yang penting untuk hati ini. Bukan hanya untuk diriku tetapi aku yakin ini berlaku untuk semua insan di dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2073320759757528590?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2073320759757528590/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2073320759757528590&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2073320759757528590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2073320759757528590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/11/smile-i-want-to-see.html' title='A Smile i want to see'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6518895792674500419</id><published>2009-11-12T06:59:00.000+07:00</published><updated>2009-11-30T09:13:44.050+07:00</updated><title type='text'>Searching for the light</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku yakin disaat sekitar kita menjadi gelap gulita. Disaat keputusasaan menghinggap dihati setelah melewati masa-masa dimana kita memberikan seluruh jiwa raga kita hanya untuk hal tersebut, disitulah suatu cahaya yang disebut dengan harapan akan mulai menampakkan dirinya. Cahaya tersebut akan mengangkat dan memberikan jawaban dari pertanyaan yang kian beterbangan di alam pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang diberikan tidak akan pernah kita duga. Jawaban tersebut baru muncul ketika kita bisa menerima realitas dengan hati yang lapang. Aku yakin disaat kita mulai berpikiran bahwa ini adalah batas maksimum yang kita berikan, disana pula sebenarnya letak jawaban yang kita cari-cari. Karena pada dasarnya semua keinginan dan harapan itu akan selalu ada kesempatannya. Hanya saja, kadang-kadang kita terlalu buru-buru mengambil kesimpulan sehingga tidak bisa melihat kesempatan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nenek perrnah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"The possibilites is close to zero, but is not zero at all..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan hal itu terjadi mendekati nol, tetapi jauh dari nol. Makna yang tersirat dari kalimat ini sebenarnya hanya ingin menunjukkan bahwa walaupun suatu harapan itu tipis, tetapi bukan berarti tidak ada. Sebuah keajaiban atau mujizat bisa selalu terjadi, bahkan disaat ketika kita melihat semua harapan itu telah sirna, maka keajaiban itu masih bisa muncul. Karena sesungguhnya tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depan. Yang kita bisa lakukan cuman berusaha dan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari cahaya ketenangan dan penerangan hidup harus dimulai dari diri kita sendiri. Aku yakin ketika kita bisa menerima realitas dan memaknai secara positif semua kejadian yang menimpa kita, maka kita akan bisa berpikir lebih logis dan jernih. Hanya saja, kita lebih sering terburu-buru sehingga mengambil suatu keputusan yang sedikit diluar pemikiran orang normal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6518895792674500419?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6518895792674500419/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6518895792674500419&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6518895792674500419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6518895792674500419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/11/searching-for-light.html' title='Searching for the light'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5504000301075649476</id><published>2009-11-05T02:26:00.002+07:00</published><updated>2009-11-07T21:47:25.305+07:00</updated><title type='text'>Words are not enough</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku selalu bertanya kepada diriku dan teman-teman sekitarku. Bagaimana caranya agar persiapan mental dalam menghadapi hal yang sebetulnya sudah merupakan niat dari hati yang paling dalam menjadi lebih matang. Aku sudah yakin akan keputusanku, apapun yang terjadi akan kulakukan niatku. Namun tak sedikit yang bertanya, apa gunanya tindakanku ini dimana dari sudut pandang mereka, bahwa hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah namun justru akan membuat diriku semakin bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu yakin bahwa tindakan yang akan kulakukan ini bisa membuat hatiku lega. Sehingga aku bisa menutup halaman ini, dan membuka sebuah chapter baru dalam hidupku. Namun pertanyaan dan penjelasan teman-temanku membuat aku menjadi tidak yakin akan keputusanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin bergerak ke depan, aku tidak ingin hidupku statis. Empat tahun dalam hidupku, sudah kugunakan untuk hal yang sampai sekarangpun aku tidak melihat manfaatnya. Memang 2 hal ini adalah 2 permasalahan yang beda, namun sangat erat hubungannya dengan masa laluku yang penuh dengan penyesalan. Terlalu sering aku berpikir, tanpa menyadari bahwa waktu terus berjalan dan kehidupan pun terus bergulir. Iya, aku harus bergerak, meskipun pelan tetapi aku harus mengambil langkah pertama untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nenek pernah bilang.&lt;br /&gt;"Sometimes words are not enough to show that you remember, respect or love someone..." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat akan kalimat tersebut, aku kembali mengumpulkan rasa percaya diriku. Hari demi hari aku mencoba meyakinkan diriku, bahwa hal yang kulakukan adalah yang terbaik untuk memberitahukan sebenarnya apa yang terjadi di dalam hati ini yang sedang bergelut resah. Seuntai kalimat tidak akan cukup, aku harus bisa memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kalimat yang dapat mensimbolisasikan semua ucapan yang ingin diutarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir dalam keraguan, akhirnya teman-temanku memberi bantuan moral. Mereka tahu aku ingin mengakhiri semua ini, meskipun dalam hati yang paling dalam masih terbesit cahaya kecil. Namun hal ini harus berhasilkan dikeluarkan agar perasaan gundah ini bisa hilang. Aku sangat berhutang budi kepada teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum tertidur, tatapan mataku terasa hampa. Aku tidak tahu apa yang kurasakan. Aku tidak sedih, namun tentu tidak bisa ketawa. Yang kulakukan hanyalah merebahkan diri di tempat tidur sambil menatap cahaya lampu kamar. Perasaan seperti berputar-putar, perasaan ingin menangis, namun aku tahu tidak ada gunanya. Aku sudah tahu bahwa hal ini akan sakit, namun ternyata, "it's more painful than i had anticipated." &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5504000301075649476?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5504000301075649476/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5504000301075649476&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5504000301075649476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5504000301075649476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/11/words-are-not-enough.html' title='Words are not enough'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-31738061010412526</id><published>2009-09-29T21:57:00.001+07:00</published><updated>2009-11-07T22:01:29.758+07:00</updated><title type='text'>Globalizations</title><content type='html'>Questions : What is the truest definition of Globalization?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer : Princess Diana's Death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Explanation :&lt;br /&gt;An English Princess with an Egyption boyfriend crashes in French tunnel driving a German car with a Dutch engine, driven by Belgian who was drunk on Scottish whisky, followed closely by Italian Paparazzi, on Japanese motorcycles, treated by an Amereican doctor, using Brazilian medicines.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-31738061010412526?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/31738061010412526/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=31738061010412526&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/31738061010412526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/31738061010412526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/09/questions-what-is-truest-definition-of.html' title='Globalizations'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-272027994728129187</id><published>2009-09-19T21:48:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T21:24:49.617+07:00</updated><title type='text'>Bagaikan Kurva</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku rasa semua manusia mempunyai tingkat emosi yang berbeda-beda. Dimana ada kalahnya tanpa segan-segan ia akan menunjukkan senyuman yang paling tulus ke seseorang. Bahkan sebaliknya, ia tidak akan segan-segan menunjukkan sisi jeleknya di depan seseorang. Namun hal ini yang selalu kupertanyakan ke diriku dan beberapa teman-temanku. Apa gunanya sih semua itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu memegang suatu prinsip dimana orang lain tidak perlu tahu permasalahan yang sebenarnya kita hadapi sehari-hari. Aku selalu bersyukur ketika masalah selalu bermunculan, karena dengan adanya masalah disitulah ada proses pembelajaran. Pembelajaran tentu akan membuat diri kita semakin lebih baik dan semakin terbuka agar dapat berpikir dan melihat dari sisi orang lain. Hal itu memang tidak gampang untuk dilakukan, karena pada dasarnya semua orang akan mempertahankan pendapat masing-masing atau pendapat yang mereka dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akhir-akhir ini, perisaiku mulai melemah tidak sekuat dulu. Perasaanku bagaikan kurva yang naik turun. Tanpa alasan yang jelas dan penyebab yang realistis, diriku yang beberapa menit lalu sedang tertawa terbahak-terbahak dan ramai berdiskusi dan bertukar pikiran, tiba-tiba menjadi diam dan emosiku berubah menjadi tidak baik. Dimana pada keadaanku seperti ini, aku selalu mencoba melawan dengan terus tersenyum dan berbicara agar orang tidak perlu tahu keadaanku sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? kenapa tanpa alasan yang jelas, kurva emosiku yang sedang naik (baca : senang) tanpa alasan yang logi, kurva emosi tersebut menjadi turun (baca : bad mood) Namun kembali lagi aku bertanya, apakah semua yang terjadi itu memerlukan suatu alasan yang logis? kurasa tidak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-272027994728129187?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/272027994728129187/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=272027994728129187&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/272027994728129187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/272027994728129187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/09/bagaikan-kurva.html' title='Bagaikan Kurva'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6488154280883574198</id><published>2009-09-10T20:47:00.001+07:00</published><updated>2009-09-18T21:02:20.437+07:00</updated><title type='text'>Death Upon Us</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah terlintas dalam benak pikiran kapan yang maha kuasa memanggil kita? apakah dikala hati kita sudah siap untuk menghadapNya? atau dikalah hidup kita sedang berada dipuncak kebahagiaan? Hanya satu hal yang pasti, kematian pasti akan menghampiri setiap insan di dunia ini dan tidak mengenal umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang terlintas dipikiran ketika kita mendengar kabar teman atau orang yang dekat dengan kita meninggal secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu? Aku masih bisa mengerti ketika orang yang sedang berada di rumah sakit atau kondisinya sudah tidak sehat dan dipanggil oleh yang Maha kuasa. Setidaknya kita mengetahui bahwa kondisinya memang tidak sehat, walaupun pada faktanya kita masih susah untuk ikhlas melepaskan kepergiaanya. Namun apa jadinya ketika kita sedang tertawa bersama-sama, namun tak disangka satu jam kemudian ia dipanggil Allah. Siapa yang sangka malam tersebut merupakan malam terakhir untuknya? siapa yang sangkah senyuman yang diberikan, merupakan senyuman terakhir? siapa yang sangka bahwa itu adalah pertemuan terakhir kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hati terasa teriris-iris mendengar kabarnya yang secara tiba-tiba. Aku tak percaya, bahwa ia telah tiada di dunia ini. Aku memang tidak terlalu dekat, kita bukan satu permainan, dunia kita cukup berbeda. Pergaulan dia dengan diriku memang tidak berada dalam satu lingkaran. Namun setiap kita bertemu, sudah pasti ada kontak bathin yang mengatakan bahwa ia temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nenek pernah bilang,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Kehadiran seseorang akan terasa begitu penting ketika ia sudah tidak ada.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku mengerti dan paham akan kalimat tersebut. Terbayang dirinya yang selalu menegurku di tempat parkiran dengan nada ejeknya. Dirinya yang easy going, membuat diriku terbuka tidak ada gunanya sebuah penyesalan. Yang ada kita harus berusaha menjadi yang lebih baik lagi ke depan. Aku sempat banyak tukar pikiran dengannya, impian dia ke depan, pendapat dia tentang dunia. Namun mendengar kabarnya yang sudah tiada, seakan-akan semua kenangan itu terlintas dalam benak pikiran yang membuat hati ini pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku semakin sadar bahwa Tuhan bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda-tanda. Akhirnya pun aku mengerti sebuah kalimat yang mengatakan bahwa agar diri kita sering-sering melayat. Karena suatu kita pun akan menjadi bagian dari mereka. Dengan melakukan itu, aku yakin semua orang di bumi ini setidaknya akan lebih mencoba untuk memperbaiki diri beserta imannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6488154280883574198?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6488154280883574198/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6488154280883574198&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6488154280883574198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6488154280883574198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/09/death-upon-us.html' title='Death Upon Us'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5841628688572776527</id><published>2009-09-04T22:10:00.000+07:00</published><updated>2009-09-18T21:03:00.371+07:00</updated><title type='text'>Realize</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan yang selalu terlintas dalam pikiranku selama 3 tahun terakhir ini akhirnya menemukan sebuah titik cahaya. Setelah kejadian yang membuat aku sadar bahwa kehidupan ini penuh dengan kejutan-kejutan yang telah dipersiapkan oleh yang Maha kuasa, aku selalu yakin bahwa ada sesuatu yang harus aku pelajari. Aku dikirim kembali oleh Tuhan ke tanah air, karena kekurangan sesuatu yang sangat essential dalam kehidupan ini. Orang-orang menyebutnya dengan istilah 'Persahabatan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak percaya akan yang namanya persahabatan. Banyak orang yang bertanya, mengapa? Aku tidak mempunyai jawaban khusus terhadap pertanyaan tersebut, namun mungkin karena pemikiranku yang terbentuk akibat berpindah-pindah tempat terlalu banyak ketika aku masih kecil, secara tidak sadar membuat aku susah untuk mempercayai orang secara penuh. Susah untuk terbuka menjadi diri kita sendiri, karena sudah tertanam jelas bahwa suatu saat aku harus berpisah dengan mereka yang mana aku sudah mulai akrab. Pada dasarnya aku selalu takut yang namanya perpisahan. Tetapi perpisahan bukanlah sebuah akhir dari sebuah cerita, melainkan sebuah cerita yang baru. Aku tidak bilang itu adalah hal positif, namun yang pasti itu bukan juga hal negatif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku coba telusuri yang disebut dengan persahabatan ini. Apa makna yang sebenarnya terkandung dalam kata itu. Apa yang akan dilakukan oleh seorang sahabat terhadap temannya? Apa yang hendak dilakukan seorang sahabat apabila ia tahu sahabatnya berjalan di arah yang salah? di jalan yang sudah terlihat jelas dilihat dari sisi manapun, bahwa tidak mungkin tindakan yang dilakukan itu tidak benar. Namun apa yang terjadi apabila tindakan itu sudah bermain dengan yang namanya perasaan? Aku yakin, bahwa yang namanya perasaan selalu saja datang tanpa diundang terlebih dahulu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama menjalani hidup 3 tahun terakhir ini, aku mencoba untuk menjadi lebih terbuka dan mencoba untuk mempercayai orang. Aku memang dari dulu orang yang cukup ramai, namun tidak pernah membicarakan diri sendiri. Aku sadar, agar orang terbuka dan mempercayai kita. Aku harus berani bercerita tentang diriku terlebih dahulu kepada mereka yang aku ingin percayai. Pada dasarnya, aku selalu sendiri tetapi aku tahu sekarang, bahwa ketika aku ada masalah, ada teman yang akan siap membantu. Namun akupun juga sadar, apabila aku terlalu menaruh banyak harapan ke mereka, maka seketika itu juga aku akan cepat kecewa yang akan mengakibatkan jeritan kembali bermunculan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik aku berada sendirian di ujung ruangan, apabila aku menemukan yang mengaku-ngaku seorang teman atau sahabat namun ia mencoba menjerumuskan aku ke dalam lubang yang disebut dengan masalah. Aku yakin semua pertanyaan pasti ada jawaban, semua penantian pasti ada ujungnya. Hanya saja, semua itu bisa saja bermunculan ketika rasa kecewa sudah melekat dan susah untuk dihapus.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5841628688572776527?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5841628688572776527/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5841628688572776527&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5841628688572776527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5841628688572776527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/09/realize.html' title='Realize'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-423546967001552080</id><published>2009-08-28T23:27:00.000+07:00</published><updated>2009-09-12T20:36:23.383+07:00</updated><title type='text'>Hidden Problem</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku selalu kagum terhadap orang yang mempunyai masalah tetapi tidak menunjukkannya di kehidupan sehari-hari. Orang yang tahu masalah tersebut hanyalah orang yang dekat dengannya. Tersenyum ketika suatu masalah datang, tidaklah mudah. Aku tahu, karena aku selalu mencoba untuk memajang kurva senyuman yang tersirat dari wajahku agar orang lain tidak perlu tahu bahwa aku sedang mempunyai masalah. Namun, orang yang sudah terlanjur masuk ke dalam ceritaku untuk membantu baik dari segi menjadi pendengar dan memberi pendapat, ia akan tahu bahwa semua senyuman yang aku tunjukkan tersebut hanyalah kamuflase belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir, orang lain tidak perlu tahu masalah yang aku alami sebenarnya. Yang mereka perlu tahu, hanyalah sosok aku yang selalu mencoba untuk ceria dalam keadaan apapun. Kadang-kadang aku berpikir, bahwa aku berhasil menipu mereka. Namun pada faktanya, orang yang sedang berusaha untuk tersenyum ketika ada masalah, ia pasti dapat melihat jelas bahwa sebenarnya hatiku ini sedang menangis dan ingin menjerit meskipun senyuman terlihat jelas dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburkan masalah di depan orang lain. Khususnya mereka yang memang tidak perlu atau tidak mau tahu dengan urusan aku. Aku pun mengerti, kata 'kasihan' yang keluar dari mulut mereka, tidak lebih hanyalah sebuah basa basi atau sebuah kalimat spontan yang keluar dari mulut untuk bersimpati. Aku tahu juga, meskipun hal itu basa basi namun sangat penting, apabila basa basi tersebut tidak terlontarkan, maka masalah kecil bisa menjadi masalah besar yang disebut dengan tidak ada rasa simpati antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? apakah menyembunyikan masalah itu positif atau negatif? kurasa dalam hal ini, tergantung dari permasalahan yang dialami. Ada kalahnya memang, aku harus menyelesaikan semua masalah itu sendiri. Aku yang membuat masala itu, aku juga yang harus mengakhiri semua. Namun disatu sisi, adakalah kita harus mengeluarkan rasa kesal emosi agar orang yang bersangkutan dapat mengerti apa yang ada dalam pikiran kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-423546967001552080?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/423546967001552080/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=423546967001552080&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/423546967001552080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/423546967001552080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/08/hidden-problem.html' title='Hidden Problem'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6230981565194915980</id><published>2009-08-21T23:29:00.003+07:00</published><updated>2009-08-26T22:44:17.692+07:00</updated><title type='text'>Feeling Miserable</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku selau bertanya ke diriku sendiri, apa semua itu perlu alasan khusus? ketika tiba-tiba, terasa gejolak di hati untuk berteriak dan tertawa keras. Ingin aktif dan tidak bisa diam, namun sedetik kemudian perasaan itu bisa berubah 180 derajat tanpa alasan khusus. Apa hal itu masuk akal? atau pada dasarnya alasan tersebut memang ada di dalam hati, hanya saja kita mencoba untuk bertahan dengan tersenyum. Tersenyum apapun perasaan yang aku rasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan tidak enak tiba-tiba melintasi pikiranku lalu menghingap di hatiku. Yang membuat diriku menjadi tidak semangat. Aku selalu bingung, kenapa hal ini terjadi kembali? padahal perjalanan hidupku dalam bentuk kurva mulai meningkat, tidak banyak tetapi setidaknya ada peningkatan dari sebelumnya. Tetapi tanpa ketukan pintu atau angin apapun, aku tiba-tiba merasa sedih dan ingin menangis. Menangis untuk apa? Sedih karena apa? sungguh aku tidak mempunyai akan jawaban itu. Tetapi itu perasaan yang akhir-akhir suka mampir sedikit lama di hatiku, yang membuatku kembali merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan itu membuka semua luka yang berhasil kututupi. Aku tahu bahwa luka itu membekas dan tidak akan pernah sembuh secara total, tetapi setidaknya dengan menyandang luka itu, aku masih bisa berjalan menegakkan kepala menghadapi apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah merasa ingin tertawa dan menangis disaat bersamaan? perasaan seperti apakah yang membuat kita merasa dua hal itu bersamaan? Akhirnya aku mengerti kapan perasaan itu akan melanda pikiran kita. Perasaan itu muncul ketika aku mencapai suatu titik puncak yang sudah sangat tidak ada harapan, aku tertawa karena karena pada saat itu aku pasti sedang meyakinkan diri ku, bahwa semua akan baik-baik saja, dimana akhir dari kalimat itu, aku sadar bahwa memang sudah tidak ada harapan. Maka dari tertawa yang mencoba menghibur diri, akhirnya berubah menjadi perasaan ingin menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kah perasaan yang disebut dengan 'Miserable?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa, kalimat miserable memiliki makna bahwa semua tindakan yang aku pilih dan percaya lakukan seakan-akan tidak didukung oleh langis. Sehingga aku tidak tahu lagi tindakan seperti apa yang aku harus pilih. Aku hanya bisa memendam perasaan ini dengan perasaan 'Miserable'&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6230981565194915980?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6230981565194915980/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6230981565194915980&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6230981565194915980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6230981565194915980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/08/feeling-miserable.html' title='Feeling Miserable'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-897957896941029536</id><published>2009-08-12T22:09:00.001+07:00</published><updated>2009-08-26T22:26:34.730+07:00</updated><title type='text'>Decision Making</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;aku selalu berpikir, ternyata mengambil sebuah keputusan itu sangat susah. Apa memang sebelum mengambil keputusan itu, kita harus melihat variabel-variabel yang ada untuk mendukung keputusan yang akan kita ambil? aku rasa tidak akan selalu begitu. Pada dasarnya, ada suatu bunyi di hati yang hanya bisa didengar oleh indera perasa. Yang mengatakan bahwa keputusan inilah yang harus kita ambil, meskipun variabel-variabel yang telah terkumpul mengatakan yang bertentangan. Kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keputusan itu memang harus ditentukan oleh diri kita sendiri dan bukan orang lain. Orang-orang disekitar kita memang bisa memberi pendapat, pendapat dimana menurut mereka adalah yang terbaik buat kita. Aku tahu dan sangat menyadarinya, bahwa penilaian orang lain terhadap kita lebih pure dan asli ketimbang kita nilai diri kita sendiri yang pasti kita hanya akan melihat dari sisi yang kita inginkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pendapat orang lain memang penting, itu bisa menjadi sebuah informasi yang akan mempertimbangkan keputusan apa yang akan kita ambil untuk langkah berikutnya. Namun suara hati memang tidak bisa bohong, walaupun seribu pendapat mengatakan itu adalah langkah yang salah dan hanya buang-buang waktu, tetapi aku tetap memutuskan keputusan yang aku buat sendiri, karena itulah keputusan yang berasal dari hatiku yang penuh dengan perasaan tanpa ada pendapat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, keputusan itu mungkin salah dan suatu hari nanti mungkin akan terucap kalimat 'i should have listen to them.' Tetapi yang harus di garis bawahi disini adalah, ketika keputusan itu kita ambil dengan kepercayaan dari apa yang kita rasakan, aku rasa kita akan merasa lebih tentram karena ini memang keputusan kita sendiri, sehingga tidak ada kata penyesalan terhadap orang lain. Aku disini akan diajari untuk lebih mempercayai diri dan bertanggung jawab dengan tindakan keputusan yang aku ambil, dimana apabila bukan dari suara hati, kalimat yang sudah tidak asing akan terdengar sepanjang masa. 'Seharusnya gua dengerin kata hati gua...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah mengambil sebuah keputusan. Keputusan dimana hampir semua orang yang kutanyakan pendapat, menganggap aku hanya membuang-buang waktu menunggu seseorang yang tidak jelas buat apa aku tunggu. Aku menunggu atas keputusanku ini. Aku memilih untuk menunggunya. Memang tidak ada batas waktu yang ditentukan, tetapi aku akan coba menunggu. Pintu itu tidak tertutup, namun tidak terbuka lebar. Cahaya itu mendekati redup tetapi tidak redup sama sekali. Aku akan mempercayai, berharap terhadap sinar cahaya yang kecil itu. Aku yakin di dalam hatiku yang paling dalam, aku belum kalah. Aku masih punya 1000 kesempatan sampai tiba waktunya, dimana cahaya itu akan semakin redup, atau akan menjadi lebih terang dari sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-897957896941029536?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/897957896941029536/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=897957896941029536&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/897957896941029536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/897957896941029536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/08/decision-making.html' title='Decision Making'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-902068596136549879</id><published>2009-08-05T09:23:00.003+07:00</published><updated>2009-08-05T09:34:55.027+07:00</updated><title type='text'>Taking Chances</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apabila kita cukup beruntung, kita akan menemukan bahwa alam semesta ini sudah cukup baik memberikan kita kesempatan kedua dalam kehidupan. Pada dasarnya, aku selalu percaya bahwa kesempatan itu akan selalu ada meskipun memang diberikan dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua memori yang terlindungi mempunyai detak jantung, sebuah frame yang melindungi emosi dari suatu kalimat atau kata yang sama yang dihanturkan oleh orang yang sama. Kita mencoba menangkap dan mengingat hal-hal kecil sebelum kita sempat sadari bahwa itu merupakan suatu peperang yang sia-sia melawan waktu. Tentu kita pasti ingat jelas bagaimana perasaan hati ketika kekecewaan datang menghinggap. Atau semangat yang kita rasakan ketika menyentuh detail-detail kecil mengenai seseorang, tetapi semua itu tidak akan sama seperti awalnya. Dalam waktu beberapa bulan, tahun, kita akan dikejutkan bagaimana sebuah kalimat tersebut akan menghiasi kalimat yang kita sering sebut 'Pengalaman'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'An interesting life is full of questions. A boring life is full of answers..'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak pertanyaan yang datang dalam kehidupan, semakin membingungkan. Tetapi karena hal itu lah kita berkembang. Berkembang dan bertemu berinteraksi dengan orang lain, kita dituntun secara diluar kesadaran kita agar terus mencari makna yang tersirat dalam perjalanan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu memang akan menghapus semua pikiran kita. Waktu juga yang akan menentukan apa sifat kita menghadapi masalah tersebut bisa menjadi sebuah bekal agar kita bisa menjadi lebih tegar dalam memahami arti kehidupan ini? Aku yakin dan percaya, bahwa kerangka yang kita bentuk untuk melindungi detak jantung kita ini. Maka pengalaman baik buruk ataupun bagus sangat dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-902068596136549879?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/902068596136549879/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=902068596136549879&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/902068596136549879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/902068596136549879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/08/taking-chances.html' title='Taking Chances'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-8983801344791434930</id><published>2009-07-25T20:58:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T21:02:58.297+07:00</updated><title type='text'>Nama Orang Indo (joke)</title><content type='html'>Pandai menanam bunga, diberi nama Rosiman.&lt;br /&gt;Pandai memperbaiki mobil, diberi nama Karman.&lt;br /&gt;Pandai main golf, Parman.&lt;br /&gt;Pandai dalam surat korespondensi, Suratman.&lt;br /&gt;Gagah perkasa, Suparman.&lt;br /&gt;Kuat dalam berjalan, Walkiman.&lt;br /&gt;Berani bertanya, Asman.&lt;br /&gt;Ahli membuat kue, Paiman.&lt;br /&gt;Pandai berdagang, Saliman.&lt;br /&gt;Pandai melukis, Saniman.&lt;br /&gt;Agar jadi orang kaya, Sugiman.&lt;br /&gt;Agar jadi orang yg berbudi luhur, Budiman&lt;br /&gt;Agar besar nanti pandai cari muka, Yasman&lt;br /&gt;Suka begituan, Pakman&lt;br /&gt;Suka makan toge goreng, Togiman&lt;br /&gt;Selalu ketagihan, Tuman&lt;br /&gt;Suka telanjang, Nudiman&lt;br /&gt;Selalu sibuk terus, Bisiman&lt;br /&gt;Biar selalu beruntung .... Lukman&lt;br /&gt;Biar pinter main game .... Giman&lt;br /&gt;Biar bisa sering cuti .... Sutiman&lt;br /&gt;Biar jadi juragan sate .... Satiman&lt;br /&gt;Biar jadi juragan trasi .... Tarsiman&lt;br /&gt;Biar pinter memecahkan problem .... Sukarman&lt;br /&gt;Biar kalau ujian ndak usah mengulang .... Herman&lt;br /&gt;Biar pinter bikin jus .... Yusman&lt;br /&gt;Biar jadi orang yang berwibawa .... Jaiman&lt;br /&gt;Biar jadi pemain musik .... Basman&lt;br /&gt;Biar awet muda .... Boiman&lt;br /&gt;Biar pinter berperang .... Warman&lt;br /&gt;Biar jadi orang Bali .... Nyoman&lt;br /&gt;Biar jadi orang Sunda .... Maman&lt;br /&gt;Biar lincah seperti monyet .... Hanoman&lt;br /&gt;Biar jadi orang Belanda .... Kuman&lt;br /&gt;Biar tetep tinggal di Jogja .... Sleman&lt;br /&gt;Biar jadi tukang sepatu handal .... Soleman&lt;br /&gt;Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin ....Delman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-8983801344791434930?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/8983801344791434930/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=8983801344791434930&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8983801344791434930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8983801344791434930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/06/nama-orang-indo-joke.html' title='Nama Orang Indo (joke)'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3186307607383937718</id><published>2009-07-19T16:09:00.000+07:00</published><updated>2009-08-03T16:25:37.424+07:00</updated><title type='text'>Executive Decision</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berpikir sebelum melangkah, apa melangkah terlebih dahulu baru berpikir setelah itu? Yang mana dari kedua kalimat itu lebih sesuai dengan gaya kehidupan kita? Kedua kalimat diatas memang tidak ada yang salah, hanya saja adakalahnya kita harus berpikir jauh terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah keputusan, namun adakalahnya berpikir terus menerus membuat kita statik sehingga tidak berani mengambil suatu langkah yang pada akhirnya membuat kita hanya diam di tempat yang sama untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"thinking too much won't get u anywhere. Take the first step, and let it flow.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia ini tidak ada suatu hal yang pasti, tidak ada suatu hal yang akan selalu sesuai dengan keinginan kita. Sehingga seberapa kerasnya kita berpikir, adakalahnya kita akan bertanya-tanya terus, tindakan yang mana yang terbaik buat kita. Ketika tenggelam dalam alam pikiran, tanpa kita sadari waktu terus berjalan sehingga kehidupan selama kita berpikir tidak mengalami perubahan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil satu keputusan, walaupun keputusan itu masih berupa tanda tanya yang besar. Dengan mengambil keputusan itu bukan berarti kita mendapatkan jawaban tetapi bisa jadi menimbulkan seribu pertanyaan lainnya. Namun pertanyaan itulah yang akan membuat kehidupan kita berkembang, karena ada sebuah jawaban yang harus dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir bahwa ketika orang sedang dilanda asmara, pengambilan keputusan yang akan bisa membuat seorang pria menangis atau tersenyum itu berada ditangan seorang wanita. Ketika pria tersebut berani mengungkapkan perasaannya, didetik yang sama wanita menjadi penguasa segalanya. Wanita yang akan membuat kurva senyuman di pria menghilang atau justru menjadi lebih mekar. Itu memang sudah tugas seorang pria untuk mengejar wanita yang dipujua, untuk membuat wanita itu merasa di awang-awang kebahagian. Wanita patut di puji dan dikejar, dan pria lah yang harus mengejar mereka. Pesanku untuk para wanita, janganlah kalian menangis hanya untuk seorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke dalam pembahasan awal mengenai keputusan. Aku selalu berpikir, wanita memang merupakan kunci terakhir atas jawaban dari keputusan yang diambil oleh seorang pria ketika ia mengungkapkan perasaannya. Namun, setelah aku merenung, satu kesimpulan yang aku bisa ambil. Memang wanita yang mengambil keputusan akhir apabila ia mau sama pria tersebut atau tidak, tetapi sebelum semua itu. Para pria lah yang mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, apakah ia akan mengejar atau tidak. Mereka lah yang menentukan, apabila jawabannya tidak. Maka tidak akan ada cerita yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3186307607383937718?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/3186307607383937718/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=3186307607383937718&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3186307607383937718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3186307607383937718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/07/executive-decision.html' title='Executive Decision'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6612231115248018945</id><published>2009-07-11T16:26:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T21:12:15.542+07:00</updated><title type='text'>Cerita Pendek 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;LiLin itupun Padam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu datang tergesa – gesa, tampak matanya menjelejahi tempat ini, sepertinya ia mencari seseorang. Lama ia terdiam mencari namun sepertinya orang yang ia cari tidak ada. Sembari menghela nafas ia pun berjalan ke meja di pojok kafe ini, tampak sebersit sinar kekecewaan nampak di wajahnya yang polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia duduk ia pun segera memesan minuman, seperti biasa katanya kepada pelayan yang menghampiri sembari tersenyum yang dipaksakan, sepertinya ia nampaknya sudah biasa datang ke kafe ini dan pelayan pun hafal akan pilihan pesanannya, dan ia pun kemudian menambahkan untuk memesan satu tambahan yang biasa lainnya, kemudian pelayan itu pun mengangguk, tersenyum dan meninggalkan laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu duduk dengan gelisah, tangannya terus mengaduk- aduk cafee-latte krim pesanannya. Ia masih menunggu seseorang hanya ditemani cafee-latee dan sebuah lilin. Nampak sesekali ia menarik nafas panjang, sepertinya ada beban yang sangat berat di pundaknya, yang ingin segera ia lepaskan. Kemudian ia melihat jam ditangannya dan kembali menarik nafas panjang. Sesaat kemudian matanya menyapu seluruh penjuru kafe ini, suasana yang tenang dengan musik yang mengalun lembut semakin romantis dengan sebuah lilin yang menyala di tengah – tengah meja dihadapannya, ia merasa dulu sangat menyukai suasana kafe yang berada dikawasan kemang ini namun sekarang rasanya sangat berat berada disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian matanya menatap keluar jendela dengan menghela nafas ia pun menatap keluar, untaian kilauan cahaya lampu daerah kemang yang mungkin dapat meredakan kegalauan hatinya namun tetap ia merasa gelisah, menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama ia menunggu, dan cukup lama pula ia melamun menatap keluar jendela kafe, entah apa yang ia pikirkan, entah apa yang ia lihat tidak ada yang tahu kecuali laki-laki itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maaf membuatmu menunggu.”&lt;/i&gt; kata seorang wanita yang tiba tiba berada di depan laki-laki itu, membangunkan laki-laki itu dari lamunannya &lt;i&gt;“Macet.”&lt;/i&gt; Kata wanita itu lagi sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu nampak kaget dengan keadaan yang tiba – tiba tersebut, namun kemudian ia tampak dapat menguasai diri. &lt;i&gt;“Aku tahu, aku juga baru sampai.”&lt;/i&gt; Katanya sambil menghela nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ga mungkin, I know u.."&lt;/i&gt;Jawab wanita itu yang sudah kenal sifat laki-laki itu yang selalu tepat waktu. Laki-laki itu hanya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik terus mengalun lembut, semerbak wangi sedap malam membuai tetapi mereka berdua kemudian terdiam, terjadi kekakuan diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian mengambil minuman didepannya iced coffee dan meminumnya. &lt;i&gt;“Tadinya minuman itu iced coffee tapi karena kelamaan jadi kopi biasa, rasanya jadi aneh yah?”&lt;/i&gt; kata laki-laki itu tersenyum, senyum yang ternyata dapat mencairkan kekakuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ah, engga masih enak koq”&lt;/i&gt; wanita itu menjawab dengan senyuman, nampak kelegaan di wajahnya karena suasana menjadi cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian laki-laki itu memegang kedua tangan perempuan itu dengan lembut dan berkata &lt;i&gt;“Selamat hari jadi yang kedua, sayang.”&lt;/i&gt; Katanya dengan menatap perempuan itu dengan lembut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Selamat hari jadi kedua juga, aku gak pernah nyangka kita bila melalui sampai hari ini.”&lt;/i&gt; Ucap perempuan itu dengan senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“tak terasa dua tahun itu cepat, dulu kita jadian disini….”&lt;/i&gt; Ucap wanita itu dengan lirih, dan melepaskan tangan laki-laki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Iya.”&lt;/i&gt; Ucap laki-laki, pandangannya menatap kedua mata wanita itu..Mereka terdiam kembali, cukup lama masing – masing berada dalam lamunannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku sudah berfikir dan sebaiknya kita menjadi teman saja”&lt;/i&gt; Kata sang wanita tiba – tiba, matanya menatap mata laki-laki itu dalam - dalam. &lt;i&gt;“Hubungan kita tidak bisa dipaksakan lagi, rasa cinta itu sudah tidak ada lagi diantara kita..”&lt;/i&gt; Wanita itu menarik nafas panjang &lt;i&gt;“Dari pada kita saling melukai, menyakiti satu dengan lainnya lebih baik kalau kita berjalan sendiri – sendiri saja.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku juga berfikir sama, lebih baik sakit sekarang, daripada terus berhubungan dengan perasaan palsu, lebih baik kita akhiri sekarang.”&lt;/i&gt; Kata laki-laki itu tersenyum, senyum yang membingungkan. Gadis tersebut cukup kaget dengan senyum itu, namun dalam hati ia merasa tenang, tenang karena merasa laki-laki itu dapat menerima keputusan putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sekarang kita bisa mengenang yang indah – indah tanpa ada duri yang mungkin akan ada bila kita tidak mengakhirinya sekarang.”&lt;/i&gt; Wanita itu berkata lagi, nampak wajahnya sangat lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kita tetap menjadi teman?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Iya, teman.”&lt;/i&gt; Jawab wanita itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun kembali terdiam, hanyut dalam pikirannya masing – masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku mau pulang, kamu?”&lt;/i&gt; tanya wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Nanti…”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Oh..”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hati – hati”&lt;/i&gt; kata laki-laki itu tersenyum, ia tersenyum untuk menghilangkan kekhawatiran wanita tersebut akan keadaan dirinya, ia tersenyum untuk memberi tahu bahwa ia kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“I know” wanita itu tersenyum, senyum yang terakhir.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu tidak menangis, hanya saja hatinya dibanjiri oleh air. Ia sudah tahu bahwa malam ini akan terjadi sesuatu yg membuatnya harus melangkah ke depan. Laki-laki itu sudah memasang perisai, namun ucapan wanita itu menebus perisai yang dia miliki itu. Sosoknya yang tegar itu hanya sebatas diluar, namun hatinya sehalus kapas. Laki-laki itu tidak sekuat yang ia kira. Sakit, pedih semua menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak lama ponselnya berdering. Sebuah pesan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maaf kalo aku telah nyakitin kamu. Kmu pria yang baik. Aku yakin kamu akan menemukan wanita yang lebih baik dariku."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca pesan itu, laki-laki itu hanya memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam kemudian ia beranjak dari tempat duduknya meninggalkan lilin yang lama – lama sinarnya meredup dan kemudian mati. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6612231115248018945?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6612231115248018945/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6612231115248018945&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6612231115248018945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6612231115248018945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/07/lilin-itupun-padam-laki-laki-itu-datang.html' title='Cerita Pendek 2'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2886722098139674621</id><published>2009-07-03T22:00:00.002+07:00</published><updated>2009-08-03T21:03:49.276+07:00</updated><title type='text'>Cerita Pendek</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;KEJUTAN dalam KEJUTAN&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah menunjukkan pukul 2 malam, namun demi mendapatkan nilai bagus untuk ujian esok, diriku masih terus berkutik dengan soal-soal dibuku. Aku tak sabar menunggu esok hari. Selain merupakan ujian terakhir, malamnya aku akan langsung menuju bandara internasional di salah satu negara di benua Eropa untuk berlibur ke tanah air. Hatiku terasa riang dan begitu bahagia, mengingat aku bisa menghabiskan waktu liburanku di Jakarta. Disana, banyak orang-orang penting bagiku yang menunggu. Khususnya ‘dia’, yang bisa membuatku tersenyum dan menangis disaat bersamaan. Disaat kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur, entah mengapa terbayang wajahnya yang sedang tersenyum. Perjalanan pulang ke Indonesia ini pun merupakan hal yang tiba-tiba, aku ingin membuat gadis tersebut terkejut dengan kehadiranku sebagai hadiah ulang tahun untuknya. Dengan itu aku rela mengeluarkan segenap tabunganku sebesar 2800 euro dari hasil jerih kerja paruh waktu yang kukumpulkan selama 7 bulan terakhir ini. Apapun yang terjadi, aku ingin bertemu dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semakin jauh jarak yang memisahkan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dekat aku merasakan kehadiranmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian ini berubah menjadi kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat aku memikirkan dirimu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergegas menuju lobi terminal 2. Kurva senyumanku terbentuk dengan maksimal, dengan penuh semangat aku melangkahkan kaki ke dalam pesawat tidak lupa membeli cokelat mengingat bahwa dia sangat suka dengan cokelat. Aku tak sabar untuk bertemu dan memeluk dirinya. Aku ingin sekali melihat wajahnya yang tersenyum. Terbayang kembali secara jelas wajahnya yang ceria, yang membuat diriku tersenyum-senyum selama perjalanan menuju bandar udara Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga belas jam telah berlalu. Aku dapat merasakan hawa Jakarta yang sedikit pengap dan panas begitu aku keluar dari belalai pesawat. Namun hawa panas itu tidak bisa membuat senyumanku luntur. Walau sedikit merasa kepanasan dan gerah, namun aku terus menikmati udara ibu kota tercinta. Aku tidak langsung menuju rumah, melainkan ke stasiun Gambir agar dapat melanjutkan perjalananku menuju suatu daerah terpencil. Tujuan utamaku pulang ke Indonesia adalah untuk bertemu dengannya. Sudah hampir 1 tahun aku tidak melihatnya, aku benar-benar tidak sabar untuk melihat wajahnya. Walaupun aku harus melalui antrian yang panjang, namun semua itu tidak mengurung niatku untuk bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di daerah terpencil itu, aku langsung menuju rumah sakit dimana ia berada. Gadis yang kusayang itu adalah seorang dokter, yang telah meraih gelar sarjana kedokteran dan kini sedang melakukan koas agar mendapatkan izin praktek. Aku yakin dia sedang sibuk, namun aku tidak bisa menahan diri untuk bertemu dengan dirinya. Rasa kangen ini meluap secara tiba-tiba yang membuatku melakukan tindakan irasional seperti menggunakan waktu libur 1 minggu ini untuk ke Indonesia hanya untuk bertemu dia dan melihat wajahnya yang berseri-seri. Aku berharap kehadiranku ini tidak menganggu konsentrasinya, aku hanya ingin mengejutkannya dengan kehadiranku yang tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit menarik napas sebelum menghentakan langkah ke dalam RS tersebut. Entah kenapa, jantungku berdegup kencang dan tanganku bergetaran. Aku memejamkan mata dan menarik napas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telusuri koridor rumah sakit, mencari sosok dirinya. Apabila aku tidak salah ingat, terakhir kali kita bertukar email, ia mengatakan sedang berada pada stagse jantung. Aku berputar-putar dalam RS yang akhirnya menyerah dan bertanya pada satpam dimana bagian jantung. Aku kembali menelusuri koridor tersebut, namun kini dengan arah yang jelas. Aku memasuki sebuah ruangan, disana terdapat seorang suster yang sedang merapihkan peralatan-peralatan. Melihat diriku, ia spontan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Anu.. suster, apa disini ada mahasiswa kedokteran yang bernama Tania Riani?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan jawabannya, aku langsung menuju kantin. Kantinnya lumayan besar, terdapat banyak orang yang sedang menikmati makan siang. Diantara keramain, sekilas aku dapat melihat sosoknya yang baru beranjak dari kursi, sehingga aku hanya bisa melihat sosok belakangnya. Ingin sekali aku berteriak memanggil namanya, namun suatu adegan membuatku terdiam membisu. Seorang cowok merangkulnya berjalan keluar dari kantin. Perasaanku mulai tidak enak, namun aku tetap berpikir positif dan mengikuti mereka. Hingga disalah satu belokkan koridor, aku menghentikan langkah melihat mereka berdua yang sedang bertatapan dengan wajah berseri-seri. Aku tidak berani muncul ke permukaan, sehingga aku memilih untuk mengamati keadaan dulu. Aku merasakan ada yang tidak beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dapat melihat wajah gadisku itu seperti sedih khawatir akan sesuatu, tak lama setelah itu tangan pemuda itu memegang pipinya sambil merapihkan rambut Tania. Tania pun memegang tangan pemuda itu sambil memejamkan mata seakan-akan menikmatinya. Melihat semua itu, aku hanya bisa diam tidak tahu harus melakukan apa. Tiba-tiba pemuda itu mengkecup kening Tania. Disanalah tenagaku menjadi lemas yang membuat botol aqua di tanganku terlepas sehingga mereka berdua menyadari akan kehadiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ikh... Ikhsan?” tanya Tania begitu melihat sosokku. “Kamu kenapa disini?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tania berjalan mendekatiku. Aku langsung menjulurkan tanganku sambil berkata ‘stop’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ya untuk ketemu kamu, kalo tidak buat apa aku ke purwokerto..”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tania memberi komentar. &lt;i&gt;“Kenapa kamu gak bilang dulu ke aku?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku ingin memberimu kejutan untuk ulang tahunmu, tapiii...”&lt;/i&gt; aku berhenti sejenak melirik ke arah cowok yang disampingnya. &lt;i&gt;“tampaknya justru aku yang mendapatkan kejutan ya..”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tania mulai salah tingkah, terlihat ia ingin memberikan penjelasan namun aku langsung bersuara. &lt;i&gt;“Ini keputusanmu.. aku tidak bisa buat apa-apa.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung membalikkan badan dengan gaya seakan-akan tidak apa-apa. Gadis itu tidak mengejarku, namun aku mendengar secara samar-samar ucapan maaf darinya. Setelah keluar dari RS, aku berlari. Tidak lama, hanya sekitar 1 menit. Namun aku berlari sekuat tenaga dengan perasaan kacau dicampur dengan emosi yang sedang kucoba menahan sampai tidak sadar bahwa diluar sedang hujan deras. Wajahku yang tersenyum seminggu terakhir ini menjadi kusam dan tidak ada semangat. Terhenti dari pijakan yang lebih cepat dari biasa. Aku menundukkan kepala, menarik napas dalam-dalam, mengatur perasaan lalu menengadahkan kepala membiarkan air hujan membasahi mukaku dan akhirnya kututup dengan berteriak kencang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2886722098139674621?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2886722098139674621/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2886722098139674621&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2886722098139674621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2886722098139674621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/07/cerita-pendek.html' title='Cerita Pendek'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7708354558106988986</id><published>2009-06-26T21:36:00.000+07:00</published><updated>2009-06-28T21:38:01.281+07:00</updated><title type='text'>Ketika Rasa itu datang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah hampir ratusan kali aku mencoba meyakinkan diriku untuk melangkah ke depan dan melupakan dirinya, tapi setiap kali aku melihat dirinya di depan mataku, atau setiap kali aku bercakap-cakap dengan dirinya, rasa itu kembali lagi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, aku sendiri kurang pandai menjelaskannya dalam kata-kata. Rasa macam mana yang muncul di hati ini. Yang aku tahu, rasa yang akan selalu mengingatkan aku kepada masa-masa di mana aku masih rela untuk mengorbankan harga diri dan meneteskan air mata untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, mungkin aku hanya satu dari seratus orang yang mencoba untuk menembus perisai yang telah melekat pada dirinya. Aku tahu, sehingga akupun memasang perisai pada diriku, hanya untuk berjaga-jaga. Namun perisai ini ditembus dengan mudah, yang melukai hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sering kali memberi tanggapan yang hangat, berbicara seolah-olah kemungkinan apa yang kuinginkan itu tidak padam. Tapi, entah mengapa. Seperti angin lalu saja... Lama kelamaan, aku dibuat bingung, namun aku langsung berkaca agar mengingatkan diriku bahwa ia memang terlalu baik buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat diberi cahaya kecil, namun tiba-tiba tanpa alasan yang kumengerti cahaya itu sirna seketika. Aku sudah tahu dari awal, bahwa ia ramah, supel dan baik ke semua orang. Akhirnya aku sadari bahwa ia memberikan perhatian yg lebih kepada orang lain. Kesal aku diombang-ambing seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya kuketahui siapa pria tersebut. Alisku melemah, cahaya di wajahku meredup, aku bersedih untuknya, untuknya yang tak pernah memberi perhatian padaku, untuknya yang jatuh cinta kepada pria yang salah. Tapi itulah cinta, datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir bahwa diriku ini sakit karena ketidakpastian, namun ternyata ia merasakan hal yang sama ke pria lain. Aku sempat tersenyum, namun kurva senyumanku luntur kembali, aku tak ingin ia merasakan sedih apa yang aku rasakan karena hati yang tak kunjung jelas dibalaskan. Aku berprihatin untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari aku tahu bahwa ia memberi panah cupidnya untuk orang lain. Kukubur dalam-dalam perasaan bodoh ini. Ketakutanku untuk meyakinkan dan mengucapkan rasa ini padanya, kubuang jauh-jauh ke pegunungan karena aku tahu, aku benar-benar harus membuang jauh semuanya. Tak ada lubang kecilpun agar cahaya ini bisa masuk. Tak ada gunanya lagi, aku menghancurkan harapan masa depanku hanya untuk seseorang yang mengagumi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belajar suatu pelajaran baru, pelajaran bahwa ada waktunya engkau maju dan ada waktunya engkau mundur.... Karena itu, aku tidak percaya lagi dengan lagu-lagu nasional yang menyebutkan "Maju terus pantang mundur". Karena justru tanpa engkau belajar untuk mundur, engkau tak akan pernah menang. Terapkan dalam seluruh masalah dalam hidupmu, dan engkau akan tahu apa maksudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tetaplah hanya seorang laki-laki biasa. Walaupun aku telah berkata demikian, namun aku masih menyimpan harapan kecil itu di lubuk hatiku. Cahaya hatiku memang redup, bahkan sangat redup. Namun cahaya itu jauh dari padam. Selamanya tidak akan padam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- untuk semua prajurit yang berperang di luar sana&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7708354558106988986?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7708354558106988986/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7708354558106988986&amp;isPopup=true' title='3 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7708354558106988986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7708354558106988986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/06/ketika-rasa-itu-datang.html' title='Ketika Rasa itu datang'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-8962611926525539981</id><published>2009-06-21T09:13:00.006+07:00</published><updated>2009-06-30T08:00:02.020+07:00</updated><title type='text'>Tragedy in Love</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;i&gt;Get ready love will leave you crying&lt;br /&gt;It's gonna hurt you till you heart is dying&lt;br /&gt;Can't escape it ain't no use in trying&lt;br /&gt;No exception, love will make u begging for her&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The day you see her, a lovely stranger&lt;br /&gt;You only pray that soon you'll know her name&lt;br /&gt;You finally touch her then you're in danger&lt;br /&gt;It won't be long before you feel the pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cause your emotions will overtake you&lt;br /&gt;You'll look for heaven in her big black eyes&lt;br /&gt;But she's no angel and she'll forsake you&lt;br /&gt;That shouldn't come as any great suprise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passion isn't really happiness&lt;br /&gt;There is trouble in her sweet caress&lt;br /&gt;Lost in confusion, You'll drown in delusion&lt;br /&gt;If you don't run and escape from this illusion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You think you are strong, like a real soldier&lt;br /&gt;But you've never seen this women smile&lt;br /&gt;You can't resist her, You can't control her&lt;br /&gt;Soon you'll be helpless as a little child &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/i&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;You'll feel so foolish, but just remember&lt;br /&gt;There is no man who wouldn't be her slave&lt;br /&gt;She's hot as fire, cold as December&lt;br /&gt;Her kiss will drive you to an early grave &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/i&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Every time you try to run away&lt;br /&gt;Your desires are gonna make you stay&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-8962611926525539981?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/8962611926525539981/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=8962611926525539981&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8962611926525539981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8962611926525539981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/06/tragedy-in-love.html' title='Tragedy in Love'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1921877485597356357</id><published>2009-06-13T22:55:00.000+07:00</published><updated>2009-06-21T09:12:32.098+07:00</updated><title type='text'>Topeng Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sesuatu yang sudah tersusun secara rapih dalam pikiran. Keinginan yang ingin dicapai dalam waktu 6 bulan. Pada akhirnya niat tersebut hancur seketika dan harus dipercepat, namun pada faktanya. Mempercepat sebuah langkah yang telah ditentukan sebelumnya, justru akan membawa ke arah kehancuran yang tidak pernah kubayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadari bahwa tingkah laku yang aku lakukan memang diluar kontrol. Aku seharusnya bisa lebih sabar dan menahan diri agar semua yang aku susun tidak hancur dalam seketika. Namun pada faktanya, aku telah menghancurkan impianku itu dalam satu malam. Keadaan sekarang memang tragis, tidak sama sekali seperti yang aku bayangkan. Aku sempat memaki-maki diriku, mengapa aku bisa segegabah itu sehingga aku harus kehilangan sesuatu yang aku belum pernah miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa menyesali keadaan, tetapi aku bisa mengintropeksi diriku kembali. Aku selalu berharap bahwa hal ini aku bisa lakukan pada ujung tahun ini. Namun, sesuatu yang meluap dalam diriku berkata lain, dan menggunakan keadaan yang aku alami ini dengan melakukan tindakan irasional. Walaupun bingung dengan keadaan, aku mendapatkan sebuah jawaban. Jawaban tersebut memang menimbulkan 1000 pertanyaan di benak pikiranku. Kenapa dan apa yang sebenarnya diinginkan olehnya? pertanyaan lama kembali muncul dalam kepalaku. Mengapa aku harus mengalami hal ini? tetapi setelah berpikir jernih, kalimat tersebut berubah menjadi, kenapa bukan aku yang harus mengalami ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, bingung dan tidak tahu harus berbuat apa ke depan. Kehidupan kembali menjadi statis dan entah kenapa tingkat emotionalku semakin tinggi. Hal-hal kecil ataupun besar yang aku tidak pernah pikirkan, sekarang hal-hal kecil pun bisa menyinggung perasaanku. Aku baru menyadari bahwa aku pria yang lemah dan masih sangat labil, meskipun banyak yang berkata bahwa aku termasuk orang yang bisa mengontrol jiwa dan raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak boleh bersedih, setidaknya tidak di depan umum. Aku kembali menatap cermin dikamarku. Melihat wajahku yang kusam dan tidak ada semangat. Aku pejamkan mataku, lalu kembali membuka kedua mata ini. Aku dapat melihat refleksi diriku dari cermin, yang kini telah kembali tersenyum. Yup, aku telah kembali menggunakan topeng ini untuk kembali bermain sandiwara dalam kehidupan ini. Seperti halnya badut, ia selalu terlihat tersenyum dan membuat orang lain tersenyum, namun tidak ada yang tahu perasaan badut tersebut gimana di dalam hatinya. Wajahnya yang ceria, tetapi hatinya menangis dan menjerit meminta pertolongan teman-temannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1921877485597356357?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1921877485597356357/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1921877485597356357&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1921877485597356357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1921877485597356357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/06/topeng-kehidupan.html' title='Topeng Kehidupan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7845929223665722259</id><published>2009-06-04T21:37:00.001+07:00</published><updated>2009-06-21T09:13:01.448+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Kehilangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Yang aku miliki tidak selamanya, terkadang aku sebagai manusia terlalu mengikuti ego dan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu, atau menambah jumlah seseuatu kepemilikin, sehingga aku pasti pernah melakukan hal yang tidak sepaputnya untuk mencapai yang aku inginkan, ketika aku begitu mencintai sesuatu akan terasa sedih ketika kita kehilanganya.Karena setiap manusia pasti pernah mengalami kehilangan. Aku bisa saja kehilangan Materi, Jabatan, kesehatan, kehormatan, kekasih, dan cinta. Bahkan, keberhasilan yang dicapai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak reaksi yang aku lakukan saat aku kehilangan sesuatu, mulai dari marah-marah, menangis, menjadi pendiam ataupun justru menjadi pesimistis. Kehilangan adalah sebuah proses mendapatkan dan begitu pula sebaliknya, mendapatkan adalah bagian dari kehilangan. proses ini mengajarkan agar tidak membuat tamak pada realitas dan menyadari hakikat diri sebagai manusia yang memiliki titik nadir pada suatu masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kehilangan memang sesuatu sangat menyedihkan, tapi hal itu adalah sesuatu yang tak seorangpun bisa menghindari. Aku tahu bahwa kita tidak boleh menyesali dan menangisi kehilangan itu, tetapi harus kita renungkan kembali dimana letak kesalahan kita dari tahun-tahun sebelumnya. Aku harus bisa menghitung dan mengukur porsinya, seberapa besar aku kehilangan dan seberapa besar yang aku dapatkan untuk mengembangkan jiwaku menjadi kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak boleh terlena dengan sebuah kehilangan. Aku tidak boleh menangis atau menjerit bila aku tidak tidak bisa memiliki sesuatu. Aku harus dapat berbesar hati dan mempersiapkan diri bahwa suatu saat hal ini pun pasti akan terjadi. Tidak mendapatkan apa yang diinginkan, kehilangan akan sesuatu yang sangat berarti dan berharga, akan membuat aku merasa rapuh tapi disisi lain kehilangan bisa membuat kita tegar dan membentuk karakterku ke arah yang lebih positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin kehilangan sesuatu belum tentu meninggalkan kekosongan, karena jejak-jejak dan proses ke arah yang ditinggalkannya tak pernah benar-benar hilang. Aku tahu selama perjalanan, usaha mempertahankan apa yang kita yakini sebelum merasa kehilangan telah membentuk karakter kita. Segala ujian telah kita tempuh, dari kesabaran dan bagaimana caranya kita menghadapi suatu masalah dikala hati kita sedang labil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Manusia tidak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidupnya.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus sadar bahwa aku tak pernah memiliki apapun, dengan itu aku tidak harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan ketika kehilangam sesuatu. Kemenangan hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7845929223665722259?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7845929223665722259/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7845929223665722259&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7845929223665722259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7845929223665722259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/06/yang-aku-miliki-tidak-selamanya.html' title='Sebuah Kehilangan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1728088090854623356</id><published>2009-05-30T01:28:00.001+07:00</published><updated>2009-05-31T06:50:13.354+07:00</updated><title type='text'>Goresan Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hati kembali tergores oleh benda yang tajam dan rasa nyeri pun kembali terasa. Langkah yang mana aku lewati, sehingga aku harus merasakan sakit ini kembali? Perasaan yang menguap, yang berbentuk sensitivitas, membuat kita menjadi bukan diri kita. Satu adegan yang bisa menghancurkan kewibawaan, ketenangan dan pengontrolan jiwa. Apa itu berarti aku masih harus banyak belajar agar bisa menekan rasa emosi ini? Sungguh, pemandangan itu membuat aku bereaksi seperti seorang anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlari. Tidak lama, hanya sekitar 30 detik. Namun aku berlari sekuat tenaga dengan perasaan kacau dicampur dengan emosi yang sedang kucoba menahan. Tampaknya, benteng yang aku ciptakan tersebut, akhirnya bobol. Aku tak menyangka, semua itu bisa membuat diriku kehilangan kontrol. Wajahku yang selalu tersenyum dan penuh warna itu, menjadi kusam dan tidak ada semangat. Terhenti dari pijakanku yang jauh lebih cepat dari biasa, aku menundukkan kepala. Menarik napas dalam-dalam, mengatur perasaan dan akhirnya, kututup dengan berteriak kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali menjadi seorang anak laki-laki yang lemah. Lemah dan rasanya ingin menangis sekencang mungkin. Kenapa? kenapa efek ini bisa terasa sejauh ini? aku tahu perjalanan yang sebenarnya masih jauh dari kata 'dimulai', hal itu menyadarkan ke diriku, bahwa aku masih seperti yang dulu. Aku kembali berpikir, bahwa ini hal yang aku harus terima dengan ikhlas. Apabila aku masih seperti ini terus, aku yakin hal ini akan bisa menjadi masalah suatu hari apabila aku berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku harus bisa mengatur pikiranku dengan lebih tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"To train your mind, you must first train your body.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlintas kalimat tersebut dibenakku. Aku menyadari kesalahanku. Pikiranku kembali kacau karena aku terlalu memikirkan hal tersebut. Aku harus lebih rileks, baik pikiran dan badanku. Untuk kembali menjernihkan pikiranku ini, aku harus lebih banyak berolahraga. Yang mana secara langsung, akan dapat membuat kita jauh lebih fresh dan pikiran kita menjadi lebih jernih. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1728088090854623356?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1728088090854623356/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1728088090854623356&amp;isPopup=true' title='3 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1728088090854623356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1728088090854623356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/05/goresan-hati.html' title='Goresan Hati'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-784975475258914122</id><published>2009-05-10T20:07:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T06:47:07.201+07:00</updated><title type='text'>Tekanan Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masalah atau tekanan hidup adalah bagian dan kehidupan di dunia dan tidak seorangpun yang dapat mengelakkannya. Hidup di dunia penuh dengan masalah dan tekanan. Usaha yang aku lakukan dengan sekuat tenaga terkadang hanya membuahkan sebuah himpitan yang berat dan bukan menjawab akan suatu pertanyaan namun justru melahirkan pertanyaan baru. Bagaimana supaya aku tetap kuat dan sabar di dalam tekanan hidup yang kian hari kian berat terasa dalam menjalani. Dimana akhir-akhir ini aku merasa, bahwa aku tidak sekuat dulu. Aku tidak bisa menahan rasa penat yang ada di hati. Aku tidak bisa lagi tersenyum ketika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri orang yang dapat dikatakan dewasa, adalah bukan dari umur atau fisik semata. Tetapi dari cara ia memandang kehidupan dan bagaimana caranya mengatasi suatu permasalahan. Aku sadar dan tahu bahwa hidup itu pilihan, namun terkadang, hidup ini tidak memberi aku banyak pilihan. Ada saatnya dengan lapang dada, aku harus bisa menerima semua resiko dan tekanan dalam kehidupan ini. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar dapat menyikapi semua permasalahan dan tekanan tersebut dalam era globalisasi seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah ban, jika dipompa sesuai ukuran akan bagus untuk digunakan, tapi jika diberi tekanan angin berlebihan akan meledak. Satu hal yang kita tidak boleh lupa, jika ban itu tidak diberi tekanan berupa angin, maka ban tersebut tidak berguna. Demikian juga hidup, tekanan bisa kita jadikan momentum untuk maju, walau selangkah demi selangkah. Umumnya orang yang mampu memanage tekanan hidup akan bersikap lebih dewasa dan akan lebih berarti dalam menjalani hidup. Tapi orang yang tidak mampu keluar dari tekanan, hidupnya biasanya akan jalan stagnan, mundur atau bahkan hancur berkeping-keping seperti ban yang kelebihan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu bertanya, apa rasa penat yang kurasakan akhir-akhir ini? apakah itu ingin mengatakan ada suatu tekanan yang tak terlihat? atau memang hanya sekedar lewat dan semua akan kembali normal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan tidak jelas yang aku rasakan, aku simpan baik-baik di hati. Aku yakin bahwa hal ini bisa jadi merupakan kekuatan utama yang menggerakkan pada masa kebangkitan diri. Inilah mata air yang memberikan energi untuk bergerak dan bergerak, melangkah tertatih-tatih sembari jatuh dan bangun, meraba dalam ketidakpastian. Namun bagaimanapun jua aku bergerak walau dalam tekanan. Banyak orang yang mengatakan aku terlalu berlebihan. Kembali lagi ke pertanyaan yang pernah kutulis di postingan sebelumnya. &lt;i&gt;"Yang mana lebih sakit? jatuh untuk yang pertama kalinya? atau jatuh untuk kesekian kalinya?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan, walaupun tidak tertulis dan disebutkan. Aku tahu ada beberapa tekanan yang mengisi hatiku ini. Aku tahu semua mendukung, namun semakin jelas akan hal itu. Justru hal tersebut memberiku tekanan tersendiri. Apakah itu yang kurasakan? Tekanan yang menghimpit pola pikirku? yang membuatku merasa tidak bebas untuk melangkah dalam menjadikan diri ini sebagaimana seharusnya menjadi? Langkah yang gagah penuh percaya diri, menjadi pelan dan dikabuti oleh rasa cemas dan tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life goes on, apapun yang aku rasakan. Sedih dan bahagia, aku yakin bahwa itu akan menjadi kenangan tersendiri. Tetapi harus diakui, bahwa sebelum mencapai tahap menjadi kenangan, sungguh tidak mudah untuk menjalakannya, terutama seorang diri. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-784975475258914122?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/784975475258914122/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=784975475258914122&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/784975475258914122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/784975475258914122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/05/masa-transisi.html' title='Tekanan Hidup'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4786804503536210939</id><published>2009-05-01T20:01:00.004+07:00</published><updated>2009-05-01T20:27:09.477+07:00</updated><title type='text'>Smile for Others</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku melangkahkan kaki dengan pelan menuju tempat dimana aku selalu dapat menikmati angin bertiup sambil memandang langit. Entah ketika langit itu sedang berwarna biru dengan awan putih dan kilauan dari cahaya matahari, ataupun ketika langit sedang gelap disertai kilat dan turunnya air membasahi bumi. Keadaan apapun langit itu, yang pasti ketika aku duduk di tempat tersebut, hatikupun merasakan berbagai perasaan. Baik ketika aku sedang lelah, sedih, bahagia, kangen atau hanya sekedar ingin berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu merasa, ketika aku duduk di tempat tersebut. Aku bisa mengatur keadaan jiwa ragaku. Yang ketika aku senang, aku bisa berbagi rasa senang itu ke orang sekitar disekitar. Berbagi canda tawa dan membuat orang lain tersenyum, memang merupakan keinginanku. Aku selalu memilih agar orang lain terutama mereka yang penting bagiku untul selalu senang. Setidaknya ketika kurva senyuman mereka luntur dengan wajah yang tidak bercahaya, aku akan berusaha membuat mereka kembali tersenyum. Namun apa yang terjadinya ketika keadaan berbalik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sedang merasakan kesedihan yang kusimpan di dalam hati ini? aku berharap ketika berada di tempat tersebut, akan ada orang yang sedang sedih melewati atau duduk di dekatku. Bukan bermaksud untuk membagi dan saling bercerita rasa sedih itu, tetapi ketika aku melihat orang (khususnya yang penting bagiku sedih) entah kenapa perasaan sedihku hilang, kurva senyumanku akan muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadari terdapat keanehan dari penjelasan diatas, namun jangan salah paham. Aku tersenyum bukan karena ada yang sedih atau lebih menderita dariku. Tetapi melihat keadaannya yang sedih, aku pasti akan berusaha untuk ceria dan mencoba menghiburnya. Lebih baik aku yang sedih ketimbang mereka sedih. Namun akhir-akhir ini, aku merasakan menjadi orang yang lemah. Aku mulai kehilangan kelebihan tersebut, apa karena masalah yang kuhadapi sekarang sudah bertumpuk? atau memang jiwa ragaku sedang berada pada stagse sensitif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"False tears are capable of hurting other people, false smiles are capable of hurting one's self"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat akan kalimat diatas, apa yang tertulis ternyata benar. Setidaknya seorang gadis mengingatkanku, bahwa tersenyum ketika kita sedih memang bagus, tetapi itu dapat melukai diri sendiri. Memperlihatkan sisi asli kita, memang bukan hal yang negatif. Ketika kita sedih, kita harus dapat menunjukan bahwa kita sedih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku selalu mencoba untuk menutupi perasaan ini, tetapi rasa khawatirku selalu ada. Berapa lama aku dapat bertahan dalam kondisi seperti ini? Yang pada akhirnya, aku harus sadar bahwa sebenarnya "i'm not okay".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4786804503536210939?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4786804503536210939/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4786804503536210939&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4786804503536210939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4786804503536210939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/05/smile-for-others.html' title='Smile for Others'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6138266099327094690</id><published>2009-04-26T20:52:00.002+07:00</published><updated>2009-04-26T20:57:20.036+07:00</updated><title type='text'>Kata dalam Kata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perkataan adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan kita. Jika tidak ada kata-kata, kita akan kehilangan banyak hal dalam hidup ini. Bagaimana kita akan bermain bola dengan membisu? Bagaimana jika tak seorangpun bersorak, dan tak seorang pun memberi tahu posisi pemain itu? Ini akan menciptakan banyak masalah, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup, pasti kita akan selalu membuat sebuah perkataan dan merangkai kata menjadi sebuah perkataan yang tersalur dalam lisan dan tulisan kita. Kekuatan kata terutama dibentuk oleh muatan pikiran yang dkandungnya serta kadar emosi yang menyertai kata itu saat ia lepas dari mulut atau pena. Pikiran-pikiran yang kuat tersusun secara sistematis dalam logika, terbangun dari kerangka referensi yang luas, solid, integral, dan terekam secara jelas – sejelas matahari dalam benak, sudah pasti akan menemukan bentuk-bentuk ungkapan-nya sendiri yang unik dan mempesona saat ia meluncur dalam ucapan atau mengalir dalam tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan dan kata yang hidup dan berhasil terhadap impian kita, Perkataan kita dapat membangun atau meruntuhkan impian kita. Perkataan negatif, yang melemahkan, tidak berpengharapan akan memimpin pada situasi negatif, melemahkan dan tidak berpengharapan. Perkataan positif, yang membangun, membesarkan hati akan memimpin pada dukacita dan damai sejahtera dan hasil positif. Ketika kita berjalan menuju penggenapan rencana, kita harus mengucapkan kata- kata yang hidup dan berhasil untuk hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataaan adalah penting dalam banyak cara lain juga. Perkataan dapat menolong kita merasa senang atau sedih tentang diri kita sendiri. Bagaimana perasaan kita jika seseorang mengatakan bahwa kitalah Orang yang terhebat di dunia Sebaliknya, bagaimana perasaan kita jika kita diolok-olok karena kita paling bodoh sedunia, Kata-kata yang diucapkan tentang diri kita, baik ataupun buruk, pasti mempengaruhi perasaan kita. Orang yang sangat bijaksana tahu pentingnya memilih kata-kata yang tepat. Ia menulis beberapa kali tentang kerugian yang disebabkan oleh kata-kata yang diucapkan dengan asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, kata merupakan salah satu indikator yang paling akurat untuk mengukur kadar keluasan wawasan dan kedalaman pengetahuan seseorang di satu sisi dan di sisi yang lain, warna dan jenis kepribadiannya. Kata yang tertulis mungkin lebih banyak menunjukkan wawasan dan pengetahuan seseorang dibanding warna dan jenis kepribadiannya. Tetapi, kata yang terucap dapat menunjukkan wawasan dan pengetahuan serta kepribadian seseorang sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang baik sangat berharga, dan tidak mahal.Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati Kata-kata dapat menyakiti. Kata-kata yang salah dan negatif dapat melukai kadang-kadang dengan sangat dalam. Namun kata-kata juga dapat membangun harga diri, menciptakan persahabatan, memberikan harapan, membangkitkan semangat. Kata-kata juga dapat menyembuhkan dan mendorong prestasi.kita hidup bukan berdasarkan kebenaran tentang diri kita sendiri, tetapi berdasarkan asumsi-asumsi yang ditempelkan lingkungan kita. Perlu kita ketahui, setiap satu perkataan negatif, diperlukan lima perkataan positif untuk meredamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6138266099327094690?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6138266099327094690/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6138266099327094690&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6138266099327094690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6138266099327094690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/04/kata-dalam-kata.html' title='Kata dalam Kata'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3071795601757029618</id><published>2009-04-19T06:51:00.008+07:00</published><updated>2009-04-19T07:20:31.463+07:00</updated><title type='text'>Broken Rain</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku bangkit dari duduk kembali berdiri. Tak terasa, begitu pembawa acara mengatakan bahwa ini akhir dari pertemuan tersebut, tiba-tiba kepalaku pusing, badanku terasa pegal dan kakiku mulai kembali ngilu. Dimana memang sejak pagi, kondisi tubuhku sudah tidak 'fit' dan semua yang kusebut diatas sudah menunjukkan kegajalanya, namun begitu perjalanan dimulai entah kenapa semua itu hilang, seakan-akan mengerti keadaanku yang harus 'fit' berhubung semua acara ini menjadi tanggung jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang langsung bersalaman, berpelukan dan bertukar pikiran. Sedangkan aku hanya berdiri memandang kebawah tanpa bergeming. Aku mencoba mengatur kondisi fisikku, dimana tugasku belum tuntas. Dari atas, aku dapat melihat wajah-wajah yang berseri, menikmati hari tersebut dengan mempertunjukkan senyuman yang lebar. Aku mengangkat tangan, melihat waktu. Lalu memberikan aba-aba pada yang lain, bahwa kita harus kembali melanjutkan perjalanan pulang, berhubung langit sudah kelihatan gelap dan tidak bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah percakapan antara 2 insan.&lt;br /&gt;X : "All i need is a simple answer, yes or a no?"&lt;br /&gt;Y : "Yes!"&lt;br /&gt;terdiam sejenak.&lt;br /&gt;X : "Thank u"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah jawaban 'Yes' seharusnya menjadi kalimat pembuka jalan yang akan membawa kita ke hal yang positif. Aku tahu suatu saat aku akan berhadapan dengan keadaan ini, dimana memang aku sudah berlatih dan meng-estimasi sejauh apa hal ini akan memberi dampak ke diriku. Walaupun aku sudah merasa kuat dan bisa menerima semua keadaan apabila hal-hal yang kuinginkan berputar menjadi negatif. Namun ternyata, pukulan dalam realita, lebih kuat dari yang aku antisipasikan. Sehingga, tidak ada kata yang terucap dari bibirku ini, aku hanya terdiam, dibawah langit yang kini mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mulai berjatuhan dari langit secara perlahan-lahan, semua berlari mencari tempat perlindungan. Aku tetap berjalan selangkah demi selangkah dengan pikiran kosong, tanpa menghiraukan gerimis. Pikiranku hampa, aku semakin tidak mengerti akan pertanyaan yang terlintas dalam benak pikiranku. Semakin dekat dan majunya hari, seharusnya aku menemukan satu persatu dari jawaban pertanyaanku, namun yang aku rasa, pertanyaan tersebut justru berkembang menjadi lebih banyak dan semakin menusuk. Aku menengadahkan kepala melihat langit yang mana hujan mulai turun deras. Aku menarik napas panjang lalu berlari mencari tempat berteduh. Langit menangis deras, seakan-akan memberikan gambaran apa yang kurasakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br&gt;"I'm full of blood, but still breathing"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3071795601757029618?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/3071795601757029618/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=3071795601757029618&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3071795601757029618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3071795601757029618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/04/rain-drops.html' title='Broken Rain'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5853027383413298715</id><published>2009-04-13T21:20:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T07:10:49.348+07:00</updated><title type='text'>Seuntai Harapan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak dilahirkan semua orang memiliki harapannya sendiri, bahkan sebuah embrio pun punya harapan untuk dilahirkan menjadi manusia, setelah lahir bayi sekalipun punya harapan untuk hidup bahagia. Kita semua mempunyai cita-cita, dan diiringi cita-cita atau impian menjadi sukses kita akan akan berfikir mengenai harapan untuk menjadi sukses. Kita harus hidup dengan harapan, Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Meski ia tidak nampak tapi sebetulnya ia adalah kekuatan yang amat besar. Dengan harapan, kita bisa melakukan apa yang kita mau. Kita juga mau menunggu sepanjang apapun itu jika masih ada harapan di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap apatis, hopeless, putus asa, putus harapan, adalah bagian yang wajar dari kita sebagai manusia, tidak ada yang salah, normal saja. Tetapi terus menerus memelihara sikap tersebut adalah salah besar. Seharusnya kita tetap optimis, tetap penuh harapan, suatu saat akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Memang betul, kenyataan belum tentu sesuai harapan. Teapi yang pasti kalau kita terus menerus putus asa, apatis, keadaan tidak akan berubah menjadi lebih baik. Harapan ada bermacam-macam bentuk. Ada harapan yang dapat diterima oleh akal sehat, sampai harapan yang muncul dari khayalan dan fantasi yang tercipta dari pikirannya sendiri. Ada juga harapan yang kesannya tidak mungkin terjadi tetapi dapat terjadi dan terwujud. Banyak pekerjaan besar bisa diselesaikan oleh sedikit orang karena adanya harapan. Harapan mengembangkan ketekunan dan sikap pantang menyerah, Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat dan tak berdaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harapan itu akan datang kalau kita memang punya kesempatan. Begitulah biasanya orang-orang berbicara tentang harapan. Menurut kebanyakan orang, harapan itu akan ada kalau kita memang punya kesempatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang.&lt;i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Harapan memang bukan segalanya, tapi dia adalah awal dari segalanya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maka oleh sebab itu, kita tak boleh berhenti untuk berharap. Kita tak boleh kehilangan keyakinan bahwa hasil yang kita dapatkan sesungguhnya berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Dan salah satu usaha itu adalah memantapkan fondasi bangunan harapan kita. Kenyataannya, kita sering kehilangan pegangan ketika kita kehilangan harapan. Begitu harapan itu sirna, tiba-tiba saja kita kehilangan energi yang menghidupi semua aktivitas kita. memiliki harapan adalah pengalaman emosi yang sangat manusiawi. Lahir dari proses tak sadar disaat menvisualisasikan tujuan, lalu dalam sepersekian detik terbentuklah satu keinginan harapan dapat melahirkan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan ialah keinginan yang ingin dicapai oleh hati kita dan harapan adalah sesuatu yang membuat kita biasanya bertahan didalam rintangan harapan adalah sesuatu yang menakjubkan. harapan akan membuat kita tetap tegak dan menatap jauh ke depan saat begitu banyak tantangan yang kita hadapi. harapan akan menunjukan arah kepada kaki-kaki kita walaupun kita tidak dapat melihat jejak-jejak. harapan ialah keinginan yang ingin dicapai oleh hati kita dan harapan adalah sesuatu yang membuat kita biasanya bertahan didalam rintangan, harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang gelap ada terang, Kita belajar memupuk harapan dengan cara yang sama kita belajar berjalan, langkah demi langkah. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5853027383413298715?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5853027383413298715/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5853027383413298715&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5853027383413298715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5853027383413298715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/04/sejak-dilahirkan-semua-orang-memiliki.html' title='Seuntai Harapan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5052724082895673139</id><published>2009-04-06T18:50:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T07:11:04.471+07:00</updated><title type='text'>Long Weekend</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa sih yang hendak dilakukan ketika pada hari-hari biasa, selalu penuh dengan aktifitas dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari dan tiba-tiba kita memiliki waktu yang cukup lama, bebas dari semua aktifitas tersebut? Aku rasa semua insan di dunia itu akan merasa bahagia, lepas dari beban yang berada di pundak tersebut, walaupun hanya untuk sementara. Tetapi apakah benar demikian? Kurasa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang perasaan penat yang memenuhi hati karena aktifitas sehari-hari, bisa membuat kita kehilangan semangat atau gairah hidup. Oleh sebab itu terdapat hari-hari dimana kita dapat mengistirahatkan otak kita dengan melepaskan semua pikiran mengenai aktifitas kita tersebut. Sehingga, setelah istirahat dengan cukup maka kita dapat berpikir lebih jernih lagi. Namun apa yang terjadi ketika kita yang sudah terbiasa dengan aktifitas sehari-hari, tiba-tiba kita berdiam diri tanpa aktifitas yang pasti? sudah pasti, kita akan merasa kehilangan sesuatu bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini, aku diberi waktu selama 4 hari untuk menenangkan pikiranku dan melepaskan segala pikiran tentang aktifitas-aktifitas yang memang akhir-akhir ini aku merasa sedikit jenuh. Aku tahu, bahwa perasaan jenuh ini hanya menginggap sementara, tetapi akan bahaya efeknya ketika perasaan jenuh itu kita pelihara. Sehingga dengan adanya 4 hari kosong dimana aku bisa menikmati dan melepaskan rasa lelah ini, akan membuat pikiranku kembali jernih dan semangat untuk menghadapi masalah yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang diberi kesempatan untuk berdiam diri dirumah sambil menikmati perbincangan-perbincangan hangat dengan orang tua dan kakak adikku yang harus kuakui bahwa ketika aktifitas sudah kembali berjalan, maka hal-hal seperti ini hanya bisa dilakukan ketika di akhir pekan, walaupun pada faktanya pada akhir pekan tersebut, ada beberapa hal atau aktifitas yang harus kita lakukan dan keluar dari rumah. Tetapi yang pasti, aku akan selalu mengingat kutipan ayahku, &lt;i&gt;"Enjoy every seconds of your life..."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5052724082895673139?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5052724082895673139/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5052724082895673139&amp;isPopup=true' title='3 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5052724082895673139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5052724082895673139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/04/long-weekend.html' title='Long Weekend'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7968367400636778759</id><published>2009-03-30T21:31:00.003+07:00</published><updated>2009-04-09T07:04:28.077+07:00</updated><title type='text'>S-A-B-A-R</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ejaan hurup SABAR terdiri dari lima hurup S - A - B - A - R adalah sebuah kalimat yang sederhana untuk terucap, dan mungkin kita akan sering berujar pada kata ini. Kata ini memang sangat indah dan mudah untuk diucapkan secera lisan. Tapi Kata Sabar sangatlah sulit ketika kita menjalaninya. kala ujian, cobaan,dan musibah beruntun datang menghampiri. maka terkadang Sabar lah suatu solusi yang bisa kita AMBIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sabar kita bisa melihat sebuah peringatan didalamn sebuah masalah, ada hikmah menyertainya sebuah masalah &lt;i&gt;"Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan"&lt;/i&gt; karena sesungguhnya semua ujian, cobaan, dan musibah yang menimpa kita.. Sabar.. adalah menahan keinginan dan mengendalikan diri untuk melaksanakan sesuatu yang dikehendaki / ditetapkan syara' dan akal sehat, atau menahan diri untuk menjauhi sesuatu yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang bilang "sabar orang itu ada batasnya" adalah sebagai batas kemampuan seseorang dalam berdaya dan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan sudah metok, habis, segala yang diketahui tak lagi mampu menjawab, semua solusi mandul, semua jalan sudah tertutup dan tak ada lagi jalan keluarnya, jelasnya orang tersebut tidak lagi mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya atau habis dan sirna ketangguhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ayah pernah bilang&lt;br /&gt;"Sabar itu tidak mempunyai ujung, sabar itu tidak memiliki batas.."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar itu tidak memiliki batas, apabila ketika kita coba menahan emosi yang sedang melanda hati, namun pada akhirnya meluap. Pada intinya berarti kita tidak sabar. Karena sabar itu harus menahan amarah dan emosi agar tidak meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menjad sabar tidak ada proses yang instant, tak ada yang tiba2x menjadi sabar atau tiba2x menjadi ikhlas, semuanya perlu waktu, kesadaran, dan pembelajaran terus menerus. Sampai akhirnya ia melekat dalam diri kita dan menjadi karakter kita. Seperti bernafas, kita tak berfikir saat kita bernafas. Demikian halnya dengan karakter yang telah melekat pada diri kita. Kesabaran, keikhlasan, dan sifat baik lainnya. Akan mengalir saja, jika ia telah melekat dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempunyai sifat sabar kita bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan berkharisma. dan dengan sabar kita bisa menyelesaikan masalah dengan solusi yang tepat. Dan kita tidak hanya memikirkan hasil akhir, kita juga menikmati proses terjadinya. Jadi tidak ada salahnya kita bersikap sabar. Walau memang mencoba menjadi sabar adalah hal yang luar biasa susah, tetapi bukan tidak mungkin. Untuk kehidupan yang lebih baik, dan bersabar untuk meraih kesukesan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7968367400636778759?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7968367400636778759/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7968367400636778759&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7968367400636778759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7968367400636778759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/03/s-b-r.html' title='S-A-B-A-R'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7324339526324838292</id><published>2009-03-19T23:53:00.002+07:00</published><updated>2009-03-20T20:04:10.657+07:00</updated><title type='text'>Lakukan Sekarang!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memulai sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami, akibatnya menunda-nunda waktu untuk memulai. Kesempatan-kesempatan kecil untuk memulai sesuatu dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai sesuatu bukanlah barang mudah. Termasuk memulai sebuah pekerjaan. Apalagi jika kita pernah menjalani pekerjaan lain sebelumnya. Memulai dari nol merupakan sebuah langkah yang sangat berat. Walau pepatah bilang bahwa orang yang sukses itu adalah orang yang selalu mampu bangkit ketika terjatuh, namun dalam implementasi hal itu sangat sulit dan komplek. jika seseorang itu sudah berpengalaman dan memiliki tekad dan keyakinan baja untuk terus maju maka hal itu bisa kita buat sebagai momentum untuk melakukan sesuatu atau merubah sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai sesuatu sama dengan melakukan sesuatu yang baru atau melakukan perubahan ,ternyata berubah itu tidak mudah. benar kata orang, perubahan itu sesuatu yang cenderung akan dihindari oleh kita, apalagi jika sebelumnya dalam status quo kita cenderung untuk menjadi enak dan tidak disusahkan. kita terlalu menikmati zona nyaman kita, dan pada saatnya kita harus berpindah atau keluar dari zona nyaman, seketika kita akan cenderung untuk menolak atau enggan, ataupun jika kita memang sudah keluar dari zona nyaman itu, kita cenderung untuk menikmatikenyamanan yang kita miliki. kita semua sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau melakukan sesuatu, dan itu dapat dimulai dengan langkah tanpa biaya: merubah cara pandang. Kita semua mampu, tapi tidak semua mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Nenek pernah bilang&lt;br /&gt;"Berpikir sebelum melangkah memang wajib, namun ada kalahnya kita harus berani mengambil langkah pertama terlebih dahulu maka jawaban lainnya akan ikut mengalir" &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dan memulai sesuatu yang baru adalah hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Jika kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi, maka kita tidak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapiperubahan-perubahan itu dengan kreatif. Berani,kesediaan mengambil resiko gagal. terkdang kita selalu menunda-nunda akan apa yang akan kita kerjakan, malah hal itu lah yang membuat kita terkadang tidak berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita hidup hari ini ibaratkan sebuah buku, maka buku tersebut hanya berisikan tiga lembar. Hari kemarin, hari ini dan hari esok. Betapa hebat hari kemarin itu telah berlalu. Tidak ada satupun yang dapat kita lakukan untuk mengubah sesuatu yang telah berlalu. Hari esok juga diluar jangkauan kita. Jika kita ingin berhasil dalam hidup ini, kita harus menaruh perhatian kita pada apa yang sedang terjadi hari ini, sekarang, Ungkapan yang menggambarkan hari ini, sekarang, adalah modal dan sesuatu yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aku mempelajari banyak hal. Yang penting dan utama dari kehidupan bukan hasil, namun proses yang dilakukan. Selama proses menuju tujuan kita, disanalah jiwa raga kita bergerak. Disanalah berbagai masalah dan rintangan hidup akan datang yang tentu akan membuat kita semakin bersyukur dan menjadi lebih dewasa. Kesabaran yang sebenarnya baru akan dimulai ketika kita sudah mulai terasa emosi. Yang pasti, kehidupan ini hanya sekali. So.. 'enjoy every second of ur life'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahit buruk atau senangnya suatu kenangan, namun akan menjadi sesuatu yang sangat berharga ketika suatu hari nanti kita akan melihat kembali ke belakang. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7324339526324838292?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7324339526324838292/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7324339526324838292&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7324339526324838292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7324339526324838292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/03/lakukan-sekarang.html' title='Lakukan Sekarang!'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1272264873236891676</id><published>2009-03-10T23:22:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T19:31:40.429+07:00</updated><title type='text'>Prasangka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia terbelenggu dalam prasangka sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Manusia tidak bebas dari prasangka sejak lahir dari liang rahim hingga masuk liang kubur. Manusia bisa berprasangka terhadap apapun, prasangka berarti membuat keputusan sebelum mengetahui fakta. Saat ini cenderung orang mengedepankan prasangka di banding dengan fakta yanga ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah melepaskan baju prasangka setulus tulusnya. Kita harus menyamakan persepsi untuk sebuah pemahaman. Karena sungguh tidak nyaman begitu kita menjadi korban sebuah prasangka. karena ketidak nyamanan jika kita terkena prasangka, maka akan lebih baik jika kita menjauhkan diri dari sikap yang selalu berprasangka. prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang cocok penyesalan biasanya datang menyusul di belakang itu. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul karena prasangka maka butuh kedewasaan dalam mengendalikan pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikirpositif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita memandang sesuatu persoalan, tanggalkan prasanka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila kita tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan, kita terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret kita ke ujung jalan yang lain. Munkin kita merasa aman dengan prasangka kita. Namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila kita telah mampu melepaskan prasangka, kita akan menemukan pandangan ruang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar. Bila kita mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata kita, bukan kacamata kita. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata kita. Demikian pula halnya dengan diri kita, yang sesungguhnya melihat adalah hati melalui mata kita. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga kita tak mapu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana kita menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan kita untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1272264873236891676?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1272264873236891676/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1272264873236891676&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1272264873236891676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1272264873236891676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/03/prasangka.html' title='Prasangka'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2789427278738511823</id><published>2009-03-02T21:19:00.000+07:00</published><updated>2009-03-13T21:22:12.631+07:00</updated><title type='text'>Quiet Night</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;In this quiet night, I'm waiting for you&lt;br /&gt;During that time, your smile has faded away&lt;br /&gt;Now that a little time has passed,&lt;br /&gt;Fond memories start to resurface.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;At the place where stars fall,&lt;br /&gt;I'm always wishing for your laughter.&lt;br /&gt;Even though we're apart now&lt;br /&gt;We can meet again, right? &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;From when has my smile faded this much&lt;br /&gt;Since it was shattered by one mistake&lt;br /&gt;Change only the precious things into light and&lt;br /&gt;Go beyond the sky with fortitude&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;To the place where stars fall,&lt;br /&gt;I want my thoughts to reach you.&lt;br /&gt;I am always by your side&lt;br /&gt;We are in the quiet night&lt;br /&gt;Dreaming in the night &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2789427278738511823?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2789427278738511823/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2789427278738511823&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2789427278738511823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2789427278738511823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/03/quiet-night.html' title='Quiet Night'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1292750057186804625</id><published>2009-02-25T21:07:00.004+07:00</published><updated>2009-04-09T07:10:01.631+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Pagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pagi telah tiba kembali menggantikan malam. Pagi hari yang tercipta bersama langit dan bumi hanya Pagi hari yang datang silih berganti dengan siang, yang memberikan kehangatan dan malam yang memberikan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyukai suasana pagi, udara yang relatif segar jauh dari hingar bingar aktifitas manusia, dan aku memulai langkah lebih awal untuk menuju sebuah rutinitas kampus di depok untuk mencari ilmu, sungguh pada awalnya bangun pagi adalah suatu yang sangat berat, mata masih mengantuk, masih ingin membaringkan badan dan bermanja di balik selimut. Tapi setelah sekian waktu berlalu menikmati pagi adalah waktu yang aku nantikan, walau ketika kembali pagi berarti harus memulai aktivitas kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menikmati pagi hari pertama udara yang segar, tubuh bugar setelah istirat semalam, fikiran relatif lebih tenang di pagi hari. Berangkat mencari ilmu di pagi hari pun lebih nikmat karena jalanan tidak ada macet yang sudah menjadi momok di jakarta ini. sungguh indahnya pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat matahari mulai menunjukkan wajahnya dibalik gunung. Cahaya yang mulai perlahan-lahan menyinari bumi ini, membuat aku menyadarkan betapa indahnya pagi hari itu. Setiap hembusan angin di pagi hari, serasa bagaikan obat yang masuk di paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menikmati hidup pagi ini, maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tak pernah bosan menyapa aku kecuali Allah menentukan takdirnya yang lain. Suasana pagi tetaplah penuh dengan kesegaran dan kesejukan. Suasana pagi selalu membawa harapan bagi diri. Selamat pagi! Saya ingin selalu menyapa pagi dan menjadikannya momen yang baik untuk memperbaiki diri, dan menggapai sebuah mimpi diri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1292750057186804625?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1292750057186804625/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1292750057186804625&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1292750057186804625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1292750057186804625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/02/indahnya-pagi.html' title='Indahnya Pagi'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6393906407155841303</id><published>2009-02-18T19:49:00.004+07:00</published><updated>2009-02-18T20:03:07.003+07:00</updated><title type='text'>Full Team</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai makhluk yang lemah, kita tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Di setiap saat, tanpa atau kita sadari, kegiatan orang dari hal yang terkecilpun, membantu kita dalam mengisi kehidupan ini. Aku tahu, walaupun kita tidak saling kenal satu sama lain. Walaupun tugas orang-orang tersebut harus berada dibawah terik matahari, beberapa yang kerja di kantoran dan bahkan ada beberapa yang tidak mempunya pekerjaan. Tetapi kehidupan yang berbeda-beda, dan keanekaragaman kehidupan orang dari yang biasa saja, sampai yang sukses dan tidak sukses. Inilah yang membuat dunia menjadi kehidupan yang harus kita perjuangkan dan bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, hal yang ingin aku cantumkan dalam penulisan ini adalah, aku merasa senang akhirnya aku berhasil menemukan team yang aku yakin akan kompak untuk setahun kedepan menjaga nama baik almamater melalui pencitraan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lebih ini aku selalu bergerak sendirian, menerima serangan dari luar, aku menangkis seorang diri. Memang banyak teman-temanku yang selalu berada disampingku siap membantu. Namun, aku tahu dan sadar bahwa itu bukan kewajiban mereka. Itu bukan tugas mereka, melainkan tugas diriku ini. Aku telah diamanahkan untuk menjadi garda terdepan apabila terjadi serangan dari luar. Hal itu cukup bertubi-tubi terjadi, walaupun aku penuh luka dan ini merupakan tanggung jawabku, tetapi teman-temanku yang tidak mempunyai kewajiban ini turut terus berada dibelakang dan mensupportku terutama wakilku yang selalu ada disampingku ikut menepis serangan-serangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, diadakan sebuah diskusi. Beberapa kandidat ingin bergabung menjadi garda terdepan yang selalu siap menyambut atau menerima serangan dari luar. Bahkan mereka pun siap untuk menyerang ketika diminta untuk mencari informasi yang lebih jauh. Dari banyaknya kandidat, akhirnya terpilih 7 orang berbakat dan komitmen dengan masing-masing yang mempunyai karakter yang berbeda-beda, namun tetap mempunyai visi yang sama untuk menjadi garda terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah itu, serangan langsung datang. Serangan ini lebih banyak dan bertubi-tubi dibandingkan serangan lain. Namun kini aku tidak sendirian, aku dan 8 orang lainnya yang telah berkomitmen untuk menjadi garda terdepan, menyambut serangan mereka dengan tangkas. Teman-teman lain pun ikut membantu dengan menyambut serangan-serangan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6393906407155841303?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6393906407155841303/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6393906407155841303&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6393906407155841303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6393906407155841303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/02/full-team.html' title='Full Team'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5515441489022520598</id><published>2009-02-08T19:45:00.001+07:00</published><updated>2009-02-18T19:47:27.184+07:00</updated><title type='text'>Rasa Syukur &amp; Cukup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada dasarnya manusia selalu merasa tidak pernah cukup akan apa yang dimilikinya, Rasa tidak puas atas apa yang diterima dalam kehidupan seringkali menjadikan manusia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai dan norma yang di anut. Terkadang, ukuran kecukupan dalam perolehan apapun di dunia ini dipandang begitu relatif, kecuali bagi orang-orang yang sadar dan mencukupkan dirinya dengan segala hal yang telah ia terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang merasa cukup hidupnya senantiasa bersyukur. orang yang merasa cukup Makan dengan apa adanya akan terasa nikmat tiada terhingga jika dilandasi dengan rasa syukur. Sebab, pada saat seperti itu ia tidak pernah memikirkan apa yang tidak ada di hadapannya. Justru, ia akan berusaha membagi kenikmatan yang diterimanya itu dengan keluarga, kerabat, teman atau pun tetangganya, dan semangat cukup serta keinginan untuk berbagi inilah yang akan menuntun anda mencapai sebuah kenikmatan atau kebahagian hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa manusia itu tidak merasa cukup karena kurangnya kemampuan kita mensyukuri apa yang kita miliki, kurangnya kemampuan mengendalikan keinginan, kemampuan menepatkan logika di atas ego. Mungkin perasaan itu tersemat dalam diri manusia sebagai pendorong untuk berjuang menggapai impian namun kadang menjadi tak terkendali ketika penepatannya kurang tepat. rasa tidak puas atau tidak cukup terkadang bersalah dari kebiasaan kita membanding-bandingkan sesuatu yang kita peroleh dengan apa yang telah diperoleh oleh orang lain. Bak di halaman rumah kita terbentang rumput yang hijau, namun kita masih saja memandang bahwa rumput tetangga jauh lebih hijau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda jika kita mampu melihat segala kelebihan yang terdapat pada diri seseorang sebagai sebuah hal yang menjadikan diri kita terpacu dalam semangat berbuat yang terbaik dalam rangka peningkatan kualitas diri dalam hal-hal yang positif serta sesuai kebutuhan, dengan berjalan dalam kerangka ikhtiar berupa usaha yang nyata, tanpa harus kecewa dikarenakan akhirnya tidak mampu berbuat dan mendapatkan hasil semaksimal apa yang diperoleh oleh orang lain tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5515441489022520598?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5515441489022520598/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5515441489022520598&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5515441489022520598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5515441489022520598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/02/rasa-syukur-cukup.html' title='Rasa Syukur &amp; Cukup'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7350735143864825950</id><published>2009-02-02T20:48:00.006+07:00</published><updated>2010-02-19T20:57:39.753+07:00</updated><title type='text'>Cerita Tentang Rokok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada jaman dahulu kala di sebuah kerajaan nikotin yang bernama &lt;strong&gt;Cigarilos&lt;/strong&gt;, hiduplah seorang raja bernama &lt;strong&gt;MinakDjinggo&lt;/strong&gt;. Raja yang memimpin dengan adil dan bijaksana ini mempunyai seorang putri yg cantik jelita, namanya&lt;strong&gt;"Sri Wedari". &lt;/strong&gt;Suatu ketika putri sedang bermain di &lt;strong&gt;Long Beach&lt;/strong&gt;, tiba-tiba datanglah segerombolan koboi &lt;strong&gt;Marlboro&lt;/strong&gt; dibawah pimpinan &lt;strong&gt;Mr. Brown&lt;/strong&gt;. Koboi-koboi itu lalu menculik sang putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa waktu kemudian sang raja menerima suratancaman dari sang koboi yang isinya: "Wahai raja, kalau putrimu ingin selamat, anda harus menebus dengan uang sebesar &lt;strong&gt;"555"&lt;/strong&gt; juta US $. Kami tunggu anda di &lt;strong&gt;GudangGaram&lt;/strong&gt; negeri Kansas. Jika anda tidak mau memenuhi permintaanku, maka kamiakan menusuk putrimu dengan &lt;strong&gt;Djarum Super&lt;/strong&gt; sampai &lt;strong&gt;Bentoel Bentoel&lt;/strong&gt; sakit!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rajapun menjadi geram, sehingga diadakanlah sayembara untuk mencari pendekar yang dapat menyelamatkan sangputri. Singkat cerita terpilihlah pendekar &lt;strong&gt;Sampoerna &lt;/strong&gt;dengan senjata pamungkasnya Gentong!!! Sang pendekar rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari negeri Tiongkok, bernama &lt;strong&gt;Djie Sam Soe&lt;/strong&gt; dan dia mempunyai PRINSIP "kalau bisa nomor 1 buat apa 2,3,4. Sang pendekarpun pergi menyeberangi lautan dengan kapal &lt;strong&gt;U.S.S Kennedy&lt;/strong&gt; dengan nakodanya Marcopolo menuju medan laga untuk menyelamatkan sang putri. Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit "&lt;strong&gt;Wismilak &lt;/strong&gt;suhu,"kata sang pendekar. Dijawab oleh suhu "Get Lucky muridku". Sang rajapun berucap untuk sang pendekar &lt;strong&gt;"Losta Masta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan mengendarai &lt;strong&gt;Mustang&lt;/strong&gt; serta semangat kepahlawanan yang besar di bukit&lt;strong&gt; Dunhill&lt;/strong&gt; akhirnya sang pendekar berhasil menyelamatkan sang putri. Raja sangat gembira dan kemudian diadakanlah pesta semalam suntuk di restaurant &lt;strong&gt;LA Light&lt;/strong&gt;. Pada saat makan malam berlangsung sang raja menghampir sang pendekar yang sedang murung. Raja berkata, "wahai pendekar, ini Bukan Basa Basi Lho !!!, pesta ini diadakan khusus untuk merayakan kegagah beranian anda, mengapa malah murung??? bukankah pendekar pernah bilang "Asyiknya rame-rame !!!"Pendekarpun menjawab "Pria Punya Selera". Lalu apa maumu, tanya sang raja. Dijawab oleh sang pangeran "Minta KrisdayantiDong!!!".Lhoo koq....??&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7350735143864825950?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7350735143864825950/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7350735143864825950&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7350735143864825950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7350735143864825950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/02/cerita-tentang-rokok.html' title='Cerita Tentang Rokok'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5630432960931429979</id><published>2009-01-27T18:28:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T18:40:19.219+07:00</updated><title type='text'>Sikap Menghargai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Cenderung dewasa ini kita sering lupa untuk menghargai sesama kita, terkadang kita selalu ingin untuk dihargai, tanpa mau menghargai orang lain. Di lingkungan, kita ingin dihargai sesama teman-teman, dijalan kita selalu mau dihargai orang lain tanpa mau menghargai orang lain. pernah kah anda bertanya pada diri sendiri, bagaimana mau dihargai oleh orang lain kalau kita tidak menghargai orang lain terlebih dahulu. Lalu kemana sikap saling menghargai Bangsa Indonesia Hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini selalu aku pertanyakan kediriku sendiri ketika aku merasa, diriku kurang dihargai oleh orang lain. Aku selalu bercermin, dimana letak kesalahanku sehingga orang berlaku kurang sopan terhadapku? Namun pertanyaan itu terjawab. Aku kini mengerti mengapa orang berperilaku seperti itu terhadapku, mungkin sebagian dari mereka bersikap seperti itu karena aku tidak menghargainya, tetapi disisi lain karena hubungan kita terlalu dekat. Sehingga batas-batas yang seharusnya ada mulai memudar karena kedekatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu menghargai pendapat orang lain. Meskipun orang tersebut jauh lebih mudah daripada diriku. Sifat itu memang sudah ada dari dulu, bukan hanya baru timbul karena kehidupan yang harus aku jalani sekarang. Namun aku selalu berpikir, setiap pemikiran orang akan memiliki sudut pandang yang beda. Begitulah apabila ada yang memberi pendapat, baik dia lebih muda dariku pun, aku anggap ini akan membuka pandanganku agar lebih luas dan pemikiranku menjadi lebih 'open minded'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara memulai menghargai orang lain?&lt;br /&gt;Carilah kelebihan-kelebihan setiap orang yang kita temui maka kita akan melihatnya sebagai orang yang berharga. Kita pun bisa menghargai sebagai sesama manusia atau sesama ciptaan tuhan, janganlah terus memancarkan keakuhan diri kita, merasa kita lebih pandai, lebih pintar, lebih kaya atau lebih segala-galanya. Coba kita pikirkan apakah kita bisa disebut lebih pintar kalau tidak ada orang yang bodoh? Atau walaupun kita kaya ketika kita membutuhkan makanan, mungkinkah kita membuat masakan sendiri, misal kita ingin makan nasi kita harus membeli dari pedagang yang ada, atau membeli pada restoran yang ada. hal ini menjelaskan bahwa walau kita punya harta, ilmu tapi kita masih membutuhkan orang lain bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal tersebut, kita bisa belajar untuk saling menghargai sesama kita, apakah beberapa alasan tersebut tidak menggugah kita untuk menghargai orang lain, Kalau sudah tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menghargai seseorang, bisa jadi memang diri kita tidak berharga. Kata orang sih agak sulit menghargai orang lain. Bisa jadi pendapat ini benar. Karena secara fitrah, manusia selalu ingin "dihargai", bukan "menghargai". Artinya, manusia itu benar-benar egosentris. Dia selalu ingin "difahami", namun jarang sekali berusaha untuk "memahami". Akibatnya, berat untuk hormat dan menghargai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita mau menghargai orang lain:&lt;br /&gt;kita bisa saling membantu, saling menguatkan, dan saling menguntungkan sehingga hidup menjadi lebih menyenangkan karena untuk mendukung kesuksesan kita butuh untuk bisa menghargai orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5630432960931429979?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5630432960931429979/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5630432960931429979&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5630432960931429979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5630432960931429979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/01/sikap-menghargai.html' title='Sikap Menghargai'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2270042050738065079</id><published>2009-01-20T23:15:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T18:39:52.997+07:00</updated><title type='text'>Batas Kagum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku yakin hampir seluruh insan di muka bumi ini pernah merasa kagum terhadap orang lain. Baik orang tersebut lebih mudah dari dia, pintar atau lebih tua dari dia. Kekaguman itu muncul rata-rata, karena orang tersebut dapat melakukan suatu hal yang kita tidka bisa lakukan. Sehingga kita merasa kagum dan mengakui kehebatannya, karena hal itu tidak bisa kita gapai dengan tangan sendiri. Rasa kagum itu perlu dan wajib ada dalam setiap diri manusia, dengan ada kekaguman terhadap orang lain, kita menyadari satu hal, yaitu diatas langit pasti ada langit. Atau kalimat mudahnya, diatas orang hebat pasti ada yang lebih hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan yang muncul di benak kepala mengenai kekaguman ini, sejauh apa sih pengaruh rasa kagum kita ke orang lain itu bisa mempengaruhi diri kita? Akan kita lebih semangat untuk berusaha agar bisa melakukan apa yang dia lakukan, atau justru menerima nasib saja? Pertanyaan terbesar ketika kita merasa kagum khususnya terhadap lawan jenis. Apakah betul itu masih sekedar rasa kagum? ataukah sudah berubah menjadi sesuatu hal yang lebih dimana hati bisa terasa meringis ataupun bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita kagum terhadap seseorang, tidak aneh apabila kita selalu menatap gerak geriknya. Sosok dia, adalah sosok yang kita kagumi, dan kita ingin bisa melakukan apa yang dia bisa lakukan. Tanpa menyadarinya, kita akan memerhatikan orang tersebut secara lebih spesifik. Apa yang terjadi ketika kita menatap dan memerhatikan orang tersebut secara terus menerus dengan rasa kagum yang selalu berkembang di hati? aku yakin perasaan kagumpun perlahan-perlahan akan berubah menjadi perasaan yang nyaman di hati. Tentu hal ini hanya bisa dirasakan apabila kita menggagumi lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terbesar ketika kita sudah mulai jatuh ke dalam lubang kekaguman lawan jenis. Dengan sendirinya kita ingin lebih banyak berbicara atau ingin lebih mengenal sosoknya. Tanpa disadari perasaaan kagum terhadap orang tersebut menjadi perasaann suka, tetapi bagaimana cara kita menyadari akan hal itu? Kadang-kadang hal itu kita gak sadari, tetapi tiba-tiba begitu ia tidak berada di dekat kita, entah kenapa resah hati pun mulai terasa makin piluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada yang bisa memastikan apakah rasa kagum tersebut sudah positif berubah menjadi rasa suka. Apalagi ketika kita mengaggumi seseorang yang sudah pasti kita tidak bisa menggapainya, dan dari awal kita sudah tahu akan hal itu karena orang yang kita kagumi sudah ada yang memiliki. Namun, hal itu tidak menahan hati untuk tetap menyimpan perasaan yang mendalam. Kejadian seperti ini, akan membuat kita sadar lebih cepat ketimbang kita menggagumi seseorang yang statusnya pun masih sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila orang yang dikagumi itu masih berstatus 'sendiri', aku rasa cukup mudah bagaimana caranya agar kita tahu bahwa kata 'kagum' tersebut sudah berubah menjadi kata 'suka'. Ketika melihat ia tertawa atau terlihat dekat dengan orang lain, sedikit lebihnya getaran listrik akan mengalir di tubuh. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2270042050738065079?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2270042050738065079/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2270042050738065079&amp;isPopup=true' title='2 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2270042050738065079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2270042050738065079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/01/batas-kagum.html' title='Batas Kagum'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-8252947605391550704</id><published>2009-01-13T19:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T18:39:32.556+07:00</updated><title type='text'>Berani Kalah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir-akhir ini aku merasakan bahwa zaman sekarang persaingan dari segala bidang semakin ketat? Menurutku persaingan itu perlu, karena dengan adanya persaingan tersebut, maka akan memicu diri kita untuk melakukan yang terbaik, sehingga tenaga terpendam dalam diri kita pun bisa dikeluarkan. Persaingan yang sangat ketat memang diperlukan, namun yang membuat saat hasil akhir telah kita dapat dan kita kalah, kita harus berani mengakui kekalahaan kita, meski saat proses itu terlihat persaingan yang ketat, tapi di akhir kita harus berani mengakui kemenangan lawan kita. Dari kekalahan ini kita bisa memulai kembali dengan mengevaluasi tentang penyebab kekalah, bukan berusaha dengan cara-cara tidak baik untuk tetap menang, dan sesuatu yang dipaksakan dengan cara tidak baik akan menghasilkan sesuatu yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terjadi dengan sebuah alasan. Menurut terbaik yang kita pikirkan belum tentu itu yang terbaik menurut Allah SWT untuk kita. Yang mana lebih dipercaya? pikiran kita? atau pikiran sang pencipta? ini tentu pertanyaan yang sangat tidak pantas ditanyakan bukan. Aku yakin semua yang terjadi dalam kehidupan ini sudah diatur bagaimana kedepannya. Berbagai jalan sudah ada, hanya saja jalan mana yang akan kita ambil? jalan yang penuh lika liku? atau jalan lurus yang tanpa tantangan? atau jalan yang kosong dengan kegiatan?. Disitulah letak kehidupan, pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu disadari dari sebuah kekalahan. Kekalahan datang dan menjadi elemen tak terpisahkan dari kehidupan. Ketika ada yang sedan tertawa, senang dan sukses, di bagian bumi lainnya atau bahkan dirumah samping kita, ada yang sedang menangis terseduh-seduh dan berduka cita. Dunia ini terus berputar, sehingga kekalahan-kekalahan menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan seseorang. Kekalahan-kekalahan adlaah kehidupan itu sendiri. Dengan mengalami kekalahan atau kegagalan, kita pasti akan merasakan manisnya kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang selalu berhasil dalam kehidupannya? apakah itu yang menjadi tolak ukur bahwa ia senang dan bahagia? kurasa tidak. Terlalu gampang memperoleh sesuatu, membuat orang itu tidak merasakan jerih payah kerja keras yang merupakan sebuah kenangan tersendiri. Semakin susah kita memperoleh sesuatu, ketika hal itu berhasil berada di genggaman kita. Aku yakin kita akan merasa banggi dan bersyukur kepada yang maha kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalah bukan akhir dari segala-galanya, kekalahan adalah suatu momentum kita untuk bisa bangkit dan maju, jadi berani berjuang, berani menang, juga berani kalah, dan kita akan menjadi pribadi yang luar biasa, dan banyak pelajaran yang kita ambil dari kekalahan, di banding dari kemenangan, jadi menang itu biasa, berani kalah itu luar biasa, berani kalah adalah sebuah langkah awal kita menjadi sukses.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-8252947605391550704?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/8252947605391550704/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=8252947605391550704&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8252947605391550704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8252947605391550704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/01/berani-kalah.html' title='Berani Kalah'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1024391314134169824</id><published>2009-01-06T19:32:00.000+07:00</published><updated>2009-02-03T18:39:07.785+07:00</updated><title type='text'>New Year = New You</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku selalu berpikir, untuk melakukan sebuah perubahan diperlukan waktu atau moment yang pas untuk perubahan tersebut terjadi. Kapankah itu? Menurutku yang paling tepat adalah ketika memasuki tahun yang baru. Disaat seperti inilah, kalimat 'new year = new you' yang keluar dari mulut bisa berlaku. Namun apakah fakta mengatakan hal demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dari kalimat &lt;i&gt;'New Year = New You'&lt;/i&gt; ini mungkin bisa diaplikasikan ketika kita ingin mengadakan perubahan dalam sikap. Atau sesuatu yang jelek di tahun sebelumnya ingin kita hilangkan dengan melakukan suatu perubahan yang sering disebut resolusi. Namun, ketika tahun baru akan datang, ketika kita siap menyambut tahun baru dengan senyuman lebar, ketika kita sudah mempersiapkan hal-hal yang ingin kita rubah, apakah semua itu bisa terjadi dalam satu hari menjelang tahun baru? aku rasa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentuk diri kita yang 'baru' kurasa tidak hanya bisa dilakukan H-30 menjelang tahun baru. Perubahan diperlukan proses, proses yang matang dimana kita harus membiasakan dengan perubahan itu. Tidak ada yang instant didunia ini, kecuali apabila dikehendaki oleh yang maha kuasa. Maka aku selalu berpikir, tidak heran apabila resolusi orang untuk berubah menjadi lebih baik menjelang tahun baru ini, sering bobol meskipun tahun baru, baru berjalan 15 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemikiranku ini, resolusi yang aku ciptakan untuk tahun 2009 itu hanyalah sebuah proses menuju resolusi yang aku inginkan. Tetapi apakah berhasil atau tidak, akan terlihat ketika tahun 2010 mengucapkan 'halo' dan tahun 2009 mengucapkan 'selamat tinggal'. Apabila diambil benang merahnya, perubahan memerlukan sebuah waktu, tidak ada yang instant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Untuk menjadi orang sukses, tidak ada jalan pintas. Diperlukan usaha yang keras.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenungkan kalimat ini yang secara tidak sengaja aku ingat. Aku tahu dan mengerti maknanya. Bila ingin mencapai sebuah cita-cita, atau keinginan yang sudah lama di idam-idamkan. Hal itu harus kita lakukan dengan berusaha keras. Tidak ada jalan pintas untuk menggapai impian selain berusaha dan berdoa. Sehingga untuk mencapai resolusi yang kita inginkan, diperlukan keinginan dan usaha yang keras. Insya Allah dengan keinginan yang kuat, usaha keras dan tentu doa kepada yang maha kuasa. Aku yakin, resolusi kita akan berhasil. Sehingga buah yang kita tanam selama ini, akan menghasilkan buah yang segar. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1024391314134169824?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1024391314134169824/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1024391314134169824&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1024391314134169824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1024391314134169824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2009/01/new-year-new-you.html' title='New Year = New You'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-61466515718620384</id><published>2008-12-31T21:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-31T21:42:34.759+07:00</updated><title type='text'>GoodBye 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku duduk termenung didepan komputer untuk beberapa detik. Rasa ingin menulis di blog semua kenangan yang terjadi di tahun 2008. Tak disangka, dalam waktu 2 jam, aku sudah harus mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2008 dan mengucapkan selamat datang untuk tahun 2009. Tak terasa waktu setahun ini berjalan begitu cepat, seakan-akan aku berada di posisi yang sama satu tahun yang lalu, yaitu merenung mengevaluasi tahun 2007 menunggu kedatangan tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah kulakukan selama 1 tahun ini? Apa kegagalan yang telah kualami? APa kejayaan yang kuperoleh selama 1 tahun ini? Yang pasti tahun 2008, kujalani dengan penuh semangat dan ceria walaupun masalah selalu berdatangan. Aku yakin, tahun 2008 ini semakin membuat diriku dewasa, tegar dan semakin matang dalam berpikir. Perjalanan selama setahun ini, aku alami dengan penuh canda tawa, dimana disela-sela semua kebahagian itu, sudah pasti ada konflik yang terjadi atau bahkan sesuatu yang membuat kita kesal, marah, panik bahkan meneteskan air mata. Namun baik itu hal buruk yang bisa membuat dahi kita berkerut ataupun hal baik yang bisa membuat kurva senyuman kita kembali, semua itu akan menjadi sebuah kenangan manis yang akan selalu kita ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada dipikiran orang lain? apakah setiap tahun pada waktu yang sama, semua orang berpikir untuk mengevaluasi diri? membuat sebuah resolusi untuk tahun depan?&lt;br /&gt;Setiap insan didunia pasti mempunyai keinginan untuk memperbaiki diri. Begitulah diriku ini. Aku selalu merasa tahun 2008 ini, khususnya mulai bulan Agustus hingga penutup 2008, aku menjadi lebih emosian, sensitif dan kurang sabar. Mengapa? aku kehilangan diriku yang dulu, dimana aku selalu tenang dan sabar. Setelah merenung seharian, aku menemukan sebuah titik jawaban. Semua itu kembali ke pengontrolan diriku, dan itu letaknya adalah di ketenangan hati. Ketenangan hati hanya bisa diraih dengan mendekatkan diri ke pada yang maha esa, dimana aku merasa jauh akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin akan banyak kejutan yang menantiku di tahun 2009 ini. Entah itu akan dapat membuatku tersenyum, ataupun sedih. Tetapi satu hal yang kuyakini, kehidupan ini akan menjadi menarik karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku ingin berubah, aku ingin menjadi orang yang lebih tenang, orang yang sabar. Tahun 2009 akan datang berbagai masalah, tp aku yakin dengan pikiran dan hati yang tenang dan sabar, masalah yang datangpun akan ada solusinya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-61466515718620384?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/61466515718620384/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=61466515718620384&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/61466515718620384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/61466515718620384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/12/goodbye-2008.html' title='GoodBye 2008'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6567947153098219624</id><published>2008-12-17T21:50:00.000+07:00</published><updated>2008-12-19T21:55:13.888+07:00</updated><title type='text'>More than meets the eye</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Bagaimana sih rasanya berpisah tanpa sebab yang jelas? Niat kita yang baik, justru menjadi tombak kediri kita yang membuat kita terpisah. Ketika mendengar ucapannya, aku terdiam membisu tidak bisa berkata apa-apa. Ungkapan tersebut sepertinya sudah lama ingin terlontarkan, namun waktunya saja yang belum tepat. Walaupun pada akhirnya, ucapan yang membuat hati menjerit terlontarkan pada waktu dimana otak sedang bergelut dengan soal-soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan anak panah serasa menusuk sanubari, terutama ketika aku membaca sebuah kalimat yang tak pernah kusangka bisa terlontarkan dari mulut seorang gadis yang dikenal dengan kepolosannya. Apa seburuk itukah citra diriku dimatanya? sampai ia berani berkata, bahwa hidupnya beberapa bulan terakhir ini seakan-akan tidak ada gunanya. Apa kalian mengerti kata nonsense? apabila iya, apa yang akan kalian rasakan ketika seseorang mengatakan waktu yang dibagi bersama kita,itu adalah nonsense baginya? Jujur, aku merasa terhina, terpukul, sakit, sedih dan yang paling utama adalah aku sangat kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku pernah bilang,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Girls, there's a lot more to them, than meets the eye"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat berpikir berkali-kali dari kalimat ini, yang pada akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa makna diatas sama artinya dengan kalimat &lt;i&gt;"Don't judge books, by it's cover"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan seseorang, tidak seperti yang kita bayangkan. Entah aku merasa tertipu oleh kepolosan dan keluguannya, atau memang aku sudah sangat keterlaluan sehingga kalimat pedas bisa terucap dari mulutnya. Kenapa? dimana letak salahku? Aku tidak bilang bahwa aku tidak bersalah, tetapi aku ingin tahu, apakah rasa perhatian itu bisa membuat orang menjadi tidak nyaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa mengerti apabila aku terlalu 'overprotective' atau 'posesif'. Aku belajar dari pengalamanku sebelumnya, bahwa semua itu tidak ada gunanya karena akan menimbulkan kesan bahwa kita tidak percaya. Namun, kali ini aku sangat yakin bahwa aku tidak seperti ini, karena aku selalu belajar dari kesalahanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Everyting happens for a reason"&lt;/center&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir jernih, seharusnya hal ini adalah sesuatu yang tidak baru. Bersama dengan dirinya, memang tidak ada bedanya dengan teman-teman lain. Hanya saja, aku bisa memberikan rasa perhatianku yang sedikit lebih. Pertemuan kami yang hanya sebatas di daerah aktifitas kita sehari-hari. Bahkan untuk menghabiskan waktu diluar dan hanya bersamanya, merupakan hal yang mustahil. Namun aku terima apa adanya, aku &lt;i&gt;respect&lt;/i&gt; kepribadiannya dan keadaannya. Aku tidak memaksanya. Aku berpikir kita bisa melangkah lebih jauh lagi. Tetapi sekarang ini, semua itu hanya harapan hampa, karena semua kesempatan telah sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"I'm full of blood, but still breathing. Coz i know, sooner or later, another story will come into my life."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6567947153098219624?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6567947153098219624/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6567947153098219624&amp;isPopup=true' title='2 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6567947153098219624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6567947153098219624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/12/more-than-meets-eye.html' title='More than meets the eye'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6527456474628756267</id><published>2008-12-03T23:55:00.007+07:00</published><updated>2008-12-04T19:48:45.164+07:00</updated><title type='text'>Age Reminder</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika kedua mataku perlahan-lahan mulai mengecil, sekitar jam 12 malam lewat sedikit. Terdengar bunyi halus dari telpon genggamku, sedikit malas aku coba merahi dan membaca pesan singkat tersebut. Aku selalu berpikir, siapakah orang pertama yang akan mengucapkan selamat kediriku ini. Seperti yang sudah kuduga, seorang teman yang kuanggap dekat melebihi kecepatan waktu ketimbang orang lain mengucapkan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali merebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang empuk. Angin dari AC yang dingin dan sejuk, membuat aku merasa nyaman dan kembali merenung di tengah kegelapan. Kembali merenung kehidupan yang telah kujalani hingga hari ini. Apa yang sebenarnya telah kuraih sepanjang hidupku ini? apakah ada sesuatu yang berarti? Kadang-kadang aku selalu melupakan identitasku yang sebenarnya ketika aku berada di lingkungan kehidupan yang sekarang ini. Namun malam ini, semua itu menyadarkanku, bagaikan alarm yang mengingatkanku akan jati diriku yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, ketika bertemu dan kembali berinteraksi dengan orang-orang disekitar, aku kembali duduk sendiri. Suasana di sekitar memang sedang sepi, namun terlihat beberapa perkumpulan yang sedang tertawa lepas. Renungan semalam, kembali mengapung di pikiranku. Mengingat itu semua, aku sendiri sekarang merasa heran kenapa amarahku tidak meluap bersamaan dengan mereka yang disekitarku ketika tak henti-hentinya mereka membicarakan sesuatu yang dapat menyinggung diriku ini. Mungkin aku telah merasa lelah, 2 tahun terakhir ini, aku selalu menanti-nantikan dimana aku bisa kembali ke posisi dimana seharusnya aku berada. Menantikan saat saat itu, kini aku lebih menyalahkan sebagian besar dari pengalaman itu pada diriku sendiri. Entahlah, yang pasti itulah kata-kata yang meluncur dari mulutku tadi siang. Ya, aku benar-benar sudah terlalu capek menghiraui masa depan, menghiraukan pendapat orang lain dan teman-temanku, walau mereka tak ingin menyebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya diriku menjadi lebih emosi dan sensitif, sehingga terdapat beberapa menit aku tidak bisa mengontrol jiwa ragaku. Aku mencoba mengatur kembali napasku yang telah terengah-engah seperti orang yang baru lari. Aku harus bisa menjadi lebih dewasa dan lebih sabar. Tetapi jujur berkata, walaupun aku menerima secara penuh takdir perjalanan kehidupanku ini, tetapi tidak sedikit aku termenung tiba-tiba tanpa sebuah alasan yang jelas. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6527456474628756267?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6527456474628756267/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6527456474628756267&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6527456474628756267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6527456474628756267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/12/age-reminder.html' title='Age Reminder'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1978864607075066097</id><published>2008-11-28T22:19:00.000+07:00</published><updated>2008-11-29T08:33:14.628+07:00</updated><title type='text'>Feeling Disorder</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kembali termenung dan merasa jenuh dengan kegiatan sehari-hari. Sepertinya semua yang kukerjakan hanya itu-itu saja, walaupun pada faktanya aku tahu bahwa aku melangkah ke depan ke arah yang lebih baik. Perasaanku menggantung, ketika rasa kesepian kembali mengisi hidupku walaupun berada ditengah keramaian. Apakah aku masih belum menerima lingkunganku? atau justru lingkunganku yang tidak bisa menerima diriku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya bahwa hari esok akan lebih baik dari kemarin, aku terus melangkah ke depan dan memasuki medan pertempuran. Aku selalu berpikir, bahwa aku tidak sendiri. Akan selalu ada teman-teman yang akan membantuku ketika diriku sedang penuh dengan luka. Namun aku melupakan suatu hal, ketika aku terluka, disaat bersamaan keadaan mereka tidak jauh beda dengan diriku yang penuh luka. Pada akhirnya, masing-masing orang lebih menahan rasa sakit itu di dalam hati dan berusaha menunjukan ke pihak luar, bahwa luka ini tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah mengerti, dan cukup paham bahwa kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia diciptakan untuk saling membantu, namun pada faktanya dalam perjalanan itu tidak sedikit bahwa kita akan berada dalam kesepian. Orang-orang yang disekitar kita tidak akan selalu sama. Seperti halnya kita berjalan dan di sebuah persimpangan kita bertemu dengan orang, namun cepat atau lambat kita harus meninggalkan simpangan tersebut dan melanjutkan kehidupan dimana disuatu saat akan menemukan suatu persimpangan yang baru dan menemukan orang-orang baru. Hal itu sangat kupahami dengan jelas, berhubung perjalanan hidupku yang selalu pindah tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar hati ini tidak berbohong? aku merasa perlahan-lahan mulai mengkhianati diriku sendiri yang telah berjanji akan berpegang teguh akan pendirianku. Bagaimana caranya agar aku selalu berpegang teguh akan keputusannku. Apakah aku termasuk orang yang tidak jelas akan tujuan ke depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih coba bertahan, dan tetap berpegang akan apa yang telah kujanjikan dalam hati. Tetapi jujur berkata, keadaan tidak semudah yang dibayangkan. Hari demi hari, aku merasa diriku ini telah mengkhianati janji diriku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1978864607075066097?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1978864607075066097/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1978864607075066097&amp;isPopup=true' title='2 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1978864607075066097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1978864607075066097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/11/feeling-disorder.html' title='Feeling Disorder'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7810835859025461216</id><published>2008-11-20T21:40:00.000+07:00</published><updated>2008-11-20T21:41:24.249+07:00</updated><title type='text'>Old vs New</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai manusia kita dilahirkan ke dunia sendiri, dan pada akhir hayat nanti, kita pun akan sendiri. Pertanyaannya, apa yang terjadi diantara ketika kita lahir hingga nyawa kita dicabut oleh sang malaikat. Apakah kita akan selalu sendiri? Ataukah disetiap persimpangan dalam kehidupan ini, kita akan menemukan orang-orang yang akan mengisi hidup kita baik dengan canda tawa, tangisan, bahkan amarah dan rasa cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup merupakan sebuah pilihan. Terkadang kita harus dapat mengambil keputusan yang mana lebih prioritas atau lebih penting dan mana yang benar-benar kita ingin dan butuhkan untuk melindungi. Ketika kita mengambil keputusan untuk melindungi keduanya, pada saat itu kita tidak bisa melindungi siapapun. Pada akhirnya, kita akan kehilangan suatu hal yang lebih ketimbang yang dimana seharusnya kita kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis bukan, berniat mulia agar dapat melindungi keduanya. Tidak menyakiti kedua pihak, tetapi justru tanpa disadari pada akhirnya kita akan menyakiti kedua pihak tanpa keputusan yang jelas dan mantap dari diri kita ini. Aku menyadari, keinginan dan kebutuhan manusia itu tidak terbatas, namun sumber daya alam sangat terbatas. Ketika mempelajari kalimat tersebut, aku mengerti bahwa manusia harus bisa memilih mana yang lebih dibutuh dan di prioritaskan agar keinginannya tercapai sesuai dengan sumber daya yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang datang dan pergi, dari berbagai simpangan jalan kita akan bertemu orang yang berbeda. Mungkin pada awalnya kita tidak akrab bahkan tidak kenal, namun beberapa hari kemudian dia adalah seseorang yang kita akrab dan bisa berbagi cerita. Apakah keakrabannya dengan teman lama akan terjaga? Atau hilang dengan munculnya orang baru dalam kehidupannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita butuh teman, kita butuh orang. Kita tidak bisa hidup didunia ini sendiri. Namun apa yang terjadi ketika kenalan baru tersebut tidak sesuai dengan teman lama kita? Apakah diri kita yang tidak bersikap dewasa? Atau memang itu sesuatu yang normal? Perasaan seorang teman yang berubah dan cenderung lebih dekat ke orang lain, mungkin tidak akan pernah dimengerti oleh orang yang mendengar saja. Hal ini hanya bisa dimengerti ketika kita menjalani nasib tersebut, perasaan yang tulus mempercayai orang, namun tiba-tiba orang tersebut perlahan-lahan dengan atau tanpa kita sadari, sudah tidak berada dekat kita lagi. Ini bukan suatu pengkhianatan, namun apabila hati terasa seakan-akan diiris-iris oleh pisau yang tajam, bukanlah suatu hal yang baru. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7810835859025461216?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7810835859025461216/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7810835859025461216&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7810835859025461216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7810835859025461216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/11/old-vs-new.html' title='Old vs New'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3735015464962758728</id><published>2008-11-10T23:03:00.003+07:00</published><updated>2008-11-12T09:36:48.647+07:00</updated><title type='text'>Kawan or Lawan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal hal yang tidak sesuai atau tidak di inginkan selalu saja terjadi. Itulah salah satu yang selalu menjelaskan momen-moment yang terjadi di depan mata. Semua pada awalnya berjalan sesuai yang kita inginkan sebelum tiba-tiba aku berhadapan dengan situasi yang membuat diriku harus kembali mengatur perjalanan hidup. Dimana luka yang sudah sembuh kembali terbuka ketika bertemu lagi dengan orang-orang yang berhubungan erat dengan aku dalam masa lalu. Dimana saat itu, kenangan yang sudah ada dengan mereka hanya benar-benar menjadi sebuah kenangan belaka. Tingkah laku orang yang berubah, yang dulu bagaikan ulat yang kini sudah menjadi kupu-kupu terbang dengan bebas di langit melupakan bagaimana mereka dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tempat yang paling dalam di hatiku, aku selalu menunggu agar aku dapat kembali bertemu, berinteraksi, bertukar pikiran dengan orang-orang yang mengisi hidupku di masa lalu. Namun ternyata, pertemuan yang aku tunggu dan berharap dapat membuat kurva senyumku yang kini mulai luntur akibat aktifitas sehari-hari kembali terbentuk, namun semua itu hanyalah khayalan belaka. Justru hal yang diharapkan berputar 180 derajat, menjadi hal yang sangat tidak diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang berubah, baik dari caranya bicara, cara berpakaian, cara bergaya bahkan cara hidup dan pergaulannya. Kita sudah tidak berada di dunia dan gelombang radio yang sama. Aku tahu perubahan dalam hidup, merupakan tanda bahwa kita hidup. Namun ketika perubahan itu mengecewakan atau menggoreskan hati kita. Tidak ada kata lain, namun hanya perasaan yang sedih dan kecewa menghiasi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat saat-saat tertentu, dimana aku mengambil sebuah keputusan untuk tetap bertahan dan terus bangkit apapun masalah yang mengisi hidupku ini. Terjatuh kembali ketika kembali berinteraksi dengan orang-orang yang telah melangkah jauh. Aku kini dapat melihat lebih jelas dan lebih memahami apa yang orang-orang disekitar yang berinteraksi dengan kita ingin dapatkan dari kita. Yang mana kawan dan yang mana lawan? sebuah pertanyaan yang ironis dan tidak ada jawaban. Yang kita bisa lakukan adalah terus berwaspada. Pertanyaan itu mengingatkan akan seuntai kalimat yang sedikit membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayah pernah bilang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Keep your friend close but your enemies even closer"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya-tanya ke diriku arti sebenarnya yang tersirat dari kalimat tersebut. Aku sempat bingung, namun ketika aku rubah sedikit kalimat tersebut, maka aku lebih memahami makna yang terkandung dalam kalimat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rival adalah lawan terberat kita, bahkan mungkin kita akan melakukan apa saja untuk mengalahkan dia. Bagaikan seorang musuh yang harus kita kalahkan, namun ketika terdapat serangan dari luar. Rivalku itu akan menjadi pasangan terbaik kita untuk bertempur ke pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3735015464962758728?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/3735015464962758728/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=3735015464962758728&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3735015464962758728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3735015464962758728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/11/kawan-or-lawan.html' title='Kawan or Lawan?'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7629209709777109298</id><published>2008-11-04T18:05:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T18:15:47.848+07:00</updated><title type='text'>Kelebihan vs Kekurangan</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, ketika berdiskusi dengan teman-teman, Seorang teman menanyakan mengapa orang selalu menganggap orang lain lebih hebat dari dirinya sendiri, mungkin Si A lebih tampan dari dirinya, Si B lebih cerdas dari dirinya, Si C lebih Kaya dari pada dirinya dan lainya mengapa orang lain bisa lebih hebat. Mengapa orang lain bisa lebih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perbincangan tersebut, aku menanyakan kepada temanku tersebut, pernahkah terpikir tentang kekurangan dari orang lain? tahukah kita apa yang telah ia lakukan agar teman-teman lain menilai dirinya hebat? lalu mengapa kita hanya melihat kelebihan orang lain. Tidakkah SI A yang lebih tampan, dia kekurangan Materi tidak seperti si C yang Kaya tetapi dia tidak tampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah selalu berusaha maksimal, Yakin akan diri kita dan selalu berpikir positif, karena diri kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, ada keunikan dan keunggulan atas diri kita ini, jangan selalu menggali apa yang menjadi keburukan kita, coba gali kelebihan kita atau bahkan kekurangan yang terdapat kepada kita adalah suatu kelebihan yang istimewa kepada kita, misal dengan tidak memiliki kepintaran (kurang cerdas) kita bisa menjadi orang yang baik, rajin menolong sesama. Dan dari kebiasaan rajin menolong ada seseorang yang pernah kita tolong memberi rejeki yang tidak kita sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau memang kita kurang pandai, tapi mungkin kita punya sesuatu yang tanpa kita sangka kita memiliki kharisma diri, kita pandai menempatkan diri, sehingga walau tidak pandai kita bisa jadi seorang pemimpin/ manajer, kebanyakan seorang pemimpin tidak dituntut pintar tetapi pandai bergaul, melobi atau menyemangatkan timnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seorang teman pernah bilang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ketidaksempurnaan seseorang, membuat dunia ini menjadi sempurna..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan manusia pasti ada sisi kelebihan, yang kita butuhkan adalah mengeksplorasi kekurangan masing-masing, dan jangan hanya fokus pada kekurangan diri kita, dan sadari bahwa orang sukses pun pasti memiliki titik lemah. oleh karena itu jangan malu mengatasi kelemahin diri dan menggali potensi diri yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7629209709777109298?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7629209709777109298/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7629209709777109298&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7629209709777109298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7629209709777109298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/11/kelebihan-vs-kekurangan.html' title='Kelebihan vs Kekurangan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7326621580804317227</id><published>2008-10-27T11:17:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T18:16:10.609+07:00</updated><title type='text'>Misunderstanding</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuatu yang ingin kita sampaikan, namun tidak bisa sampai terhadap orang tersebut. Niat baik dari sanubari ternyata di mata orang yang ingin kita sampaikan, malah justru menjadi hal yang terburuk. Komunikasi yang simpang siur, yang tidak jelas tujuan pembicaraanya membuat orang salah pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan di dunia pasti memiliki masalah. Baik masalah yang ringan ataupun masalah yang sampai membuat dahi kita berkerut. Mungkin masalah yang kita hadapi tidak berat untuk orang lain, tetapi bagi orang yang menerima bisa jadi itu yang terberat. Kadar kriteria masalah yang berat untuk setiap orang berbeda-beda. Memberi pendapat dengan mengucapkan &lt;i&gt;'i know how u feel'&lt;/i&gt; merupakan kalimat yang salah. Mungkin kita pernah mengalami masalah dengan hal yang serupa dengan dirinya. Tetapi letak pertanyaanya, kondisi jiwa raga kita dengan mereka tidaklah sama. Disinilah kehidupan masa lalu menjadi peran utama. Hal-hal yang terjadi di masa lalu, membentuk diri kita yang sekarang. Walaupun titik permasalahan intinya sama, namun mental setiap orang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mungkin bisa langsung melangkah ke depan dengan tidak menoleh ke belakang, namun aku yakin tidak sedikit pula orang yang melangkah sekali-kali akan menoleh ke belakang. Mungkin yang menjadi pertanyaan kenapa harus menoleh kebelakang? apa biar tidak terjatuh dilubang yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling tenggang rasa, kadang-kadang justru menjadi titik awal dimana &lt;i&gt;'misunderstanding'&lt;/i&gt; bisa terjadi. Saling memikirkan satu sama lain, kadang-kadang terjadi salah pengertian yang niat baik justru untuk lawan bicara, malah menimbulkan 1000 pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati sedang panas, aku berusaha menenangkannya. Namun apa yang terjadi? orang tersebut malah menilai bahwa diriku senang dengan keadaannya yang sedang tidak stabil. Disisi lain, ketika hatinya kembali sedang panas, aku berdiam diri dan tidak menyinggung atau bertanya-tanya kepada orang tersebut. Niatku agar dia menenangkan emosi lalu kemudian bercerita dengan hati tenang, malah membuat dirinya menjadi kecewa, karena dimatanya aku tidak peduli dengan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis permainan di dunia ini. Sepertinya setiap tindakan atau gerak gerik kita itu pasti ada titik kelemahannya. Yang menjadi sasaran sebenarnya bukan apa yang harus kita lakukan ke mereka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, tetapi kapan kita harus bertindak untuk dapat menenangkan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7326621580804317227?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7326621580804317227/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7326621580804317227&amp;isPopup=true' title='4 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7326621580804317227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7326621580804317227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/10/miss-understanding.html' title='Misunderstanding'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-324629167150334107</id><published>2008-10-19T23:53:00.000+07:00</published><updated>2008-10-20T03:25:23.415+07:00</updated><title type='text'>Pelan namun pasti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari demi hari semakin terasa betapa padat dan kurangnya 24 jam. Aku mulai bisa melihat 'deadline dates' yang rasa senang sekarang perlahan-lahan berubah menjadi rasa panik. Seperti halnya siang hari yang secara bertahap menjadi gelap gulita, membuat diriku kehilangan arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertukar pikiran dengan seorang teman mengenai betapa ia merindukan masa-masa ia kuliah. Ia berbicara bagaimana sekarang ini harus selalu berpikir dua kali dan mengkakulasi setiap tindakan kecil dalam masa mendatang. Aku mengakui bahwa ia benar. Aku melihat bahwa jalan selalu ada di depan mata, namun langkah pertama yang aku ambil dari beberapa persimpangan jalan yang tersedia, aku tahu bahwa kehidupan di setiap persimpangan yang kupilih itu akan menghasilkan sebuah perjalanan hidup yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pernah bilang.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hal yang kecil, kadang-kadang justru lebih essential dari apapun..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat namun memiliki banyak makna, setiap mata yang melintasi, memiliki pendapat yang berbeda-beda. Entah pendapat positif ataupun Negatif. Mana yang harus kita percaya? Mana yang harus kita artikan? Mana yang harus kita pilih? Semua itu kita yang mempunyai jawaban terbaik. Pertemuan kesekian kali, apa lebih meyakinkan hati? atau hanya sekedar membuat hati terasa lebih bimbang? Tetapi setiap tatap mata, ada makna yang tanpa kita sadari mengalir. Hal-hal kecil yang kita anggap tidak penting, justru menjadi kunci untuk membantu kita agar dapat mengambil langkah pertama yang masih penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pintu, salah satu yang harus kita ketuk. Pintu yang mana yang sesuai dengan isi hati? bagaimana apabila salah mengetuk? siap mengambil konsekuensi apa ada dibalik pintu yang kita ketuk? apa setelah membukanya kita menyesal salah memasuki pintu? Semua dibalik pintu pasti ada mutiara, hanya saja kita yang terlalu cepat menilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk mengambil sebuah tindakan selalu menjadi hal yang tersulit untuk dilakukan. Walaupun aku tahu bahwa setelah langkah pertama tersebut, langkah berikutnya akan terus mengalir. Aku tahu kini aku mulai melangkah, pelan tetapi setidaknya langkahku sekarang memiliki arah. Kini aku berada di persimpangan yang aku harus menekan hati lebih dalam lagi. Karena aku tahu, semua jawaban terletak dalam sanubariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sedang menghadapi rasa takutku dalam realitas permainan di dunia ini. Aku menjalankan hari-hari tanpa struktur yang jelas. Setelah semua rencanaku yang kususun dengan rapih hancur seketika, kini aku berjalan sedikit lebih pelan agar bisa melihat ke kanan dan ke kiri agar perjalanan mundur waktu itu tidak sia-sia dan bisa menambahkan wawasan dan menjawab pertanyaan mengapa aku hidup dan harus menjalani hidup ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-324629167150334107?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/324629167150334107/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=324629167150334107&amp;isPopup=true' title='2 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/324629167150334107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/324629167150334107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/10/pelan-namun-pasti.html' title='Pelan namun pasti'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7644055696326702065</id><published>2008-10-13T22:22:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T22:22:00.313+07:00</updated><title type='text'>Feeling Narrow</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan demi bulan, minggu demi minggu, jam demi jam, menit demi menit dan detik demi detik, hidupku terus bergulir bagaikan roda yang bergelinding. Perjalanan hidup memang selalu penuh dengan teka teki dan kejutan-kejutan yang menarik, hingga pada satu hari, aku pun tidak merasakan apa-apa dan kehilangan 'rasa' yang disebut dengan ketenangan. Aku tahu, kesannya sebegitu kelamnya hari-hariku, yang pasti aku rasakan bawa perasaanku perlahan-lahan mencair. Sepertinya aku sudah cukup banyak menghabiskan waktu menahan hal yang sepatutnya aku pertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menenangkan pikiran dengan menekan perasaan ini dimana yang perlahan-lahan aku pun mulai terdorong kebelakang. Semua bercampur aduk menjadi satu, perasaan kesal yang tak dapat dijelaskan, tertawa, sedih, cinta dan bahkan kekecewaan yang seharusnya tidak pernah ada. Perlahan-lahan semua ini mengalir bagaikan sungai mencari tempat yang aman, jauh dari hatiku. Dalam sanubariku, aku memang khawatir. Tetapi aku mencoba untuk tidak mengingatkannya terlalu lama, karena aku takut akan membuka sebuah pintu dimana aku tidak dapat menguncinya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"False tears are capable of hurting other people, false smiles are capable of hurting one's self"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa betul tangisan yang dibuat-buat dapat melukai orang lain? dan senyum palsu dapat melukai diri sendiri? Sekilas kalimat diatas terkesan aneh, namun kini aku menyadari makna yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu mencoba untuk menutupi perasaan ini, tetapi rasa khawatirku selalu ada. Berapa lama aku dapat bertahan dalam kondisi seperti ini? Yang pada akhirnya, aku harus sadar bahwa sebenarnya "i'm not okay".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, aku harus melakukan perjanjian pada diriku di depan orang-orang, untuk berpura-pura bahwa aku ini baik-baik saja. Dimana dalam keadaan tertentu, hal itu dapat menghancurkan diriku lebih dalam dari yang seharusnya. Aku menyadari, kehidupanku untuk 2 tahun terakhir ini selalu penuh dengan ketidakpastian dan ketidakjujuran. Aku selalu menyimpan sebuah rahasia dari diriku, membiarkan perasaan kesal dan sedih karena tidak berdaya yang terus menggeruti pikiranku.  Aku selalu berpikir, keadaanku mulai membaik dari sebuah penyesalanku yang terbesar, tetapi pada faktanya, hal itu masih terus berterbangan baik di hati ataupun pikiran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7644055696326702065?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7644055696326702065/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7644055696326702065&amp;isPopup=true' title='3 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7644055696326702065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7644055696326702065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/10/feeling-narrow.html' title='Feeling Narrow'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4130396788189134427</id><published>2008-10-03T23:05:00.002+07:00</published><updated>2008-10-05T16:19:11.670+07:00</updated><title type='text'>Keikhlasan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencoba Ikhlas dengan keadaan yang tidak bisa membuat kita ikhlas adalah suatu yang sulit, tapi ternyata dengan Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna. Rasa Ikhlas bisa berkaitan dengan kebahagiaan. Jadi jika kita bisa membuat dan mengkondisikan suasana hati kita pada posisi ikhlas maka kita akan merasa bahagia atau tenang. Pernahkan kita tiba-tiba hati kita merasa bahagia tanpa sebab apapun. Rasa itu sebenarnya diakibatkan oleh rasa Ikhlas atas apa yang kita terima baik saat karunia yang kita dapat atau musibah yang kita dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat saat ditimpa suatu musibah pasti akan sulit kita ikhlas menerima apa yang terjadi kepada kita, tapi coba lag ingat dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, Setiap tangisan pasti akan ada ada sebuah senyuman. Seorang  yang ikhlas akan memiliki kekuatan  yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya yang selalu tenang dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang selalu terlintas ketika menerima musibah adalah&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kenapa aku yang harus menerima musibah ini? kenapa aku?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubah pola pikir dengan mengubah pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kenapa bukan aku?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu meratapi apa yang terjadi, menyesali kesalahan atau kekeliruan yang dibuat dan terpaku pada waktu mereka yang terbatas hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan dan keputusasaan dengan sebuah keikhlasan menerima apa yang terjadi, akan membuat kita kembali menatap sesuatu kejadian dengan penuh pesona, terima dengan ikhlas apa yang kita miliki, apa yang terjadi, dan apa yang menimpa kita, maka tidak akan ada lagi sesuatu menjadi sebuah beban. Menjadi ikhlas saat hati tidak bisa menjadi ihklas adalah tetap yang terbaik, ujian atau cobaan pasti akan terus mengalir, ikhlas menerima dan sabar menjalani adalah sebuah kunci dalam menjalani semua yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4130396788189134427?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4130396788189134427/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4130396788189134427&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4130396788189134427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4130396788189134427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/10/keikhlasan-hati.html' title='Keikhlasan Hati'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-636826474587033654</id><published>2008-09-23T20:22:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T17:58:33.687+07:00</updated><title type='text'>Just a thought</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari ini, aku selalu berpikir apakah mungkin untuk mengerti mengapa seorang akan melakukan sesuatu yang berhubungan erat dengan diri kita, tetapi tidak memaafkannya untuk melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika, setelah mengerti sebuah alasan, yang berikut akan datang setelah itu adalah 'forgiveness'. Tetapi pada faktanya, tidak semudah itu untuk mengerti seseorang yang menusuk dari belakang. Kita memang memaafkannya, dan bertingkah laku seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Tetapi pada dasarnya, hati yang terluka sudah terbesit di hati dan tidak akan pulih sepenuhnya Walaupun kita memang memaafkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mulai menyadari, bahwa aku tidak senang dengan pertengkaran. Baik terhadap orang yang tidak kukenal sekalipun, apa lagi dengan mereka yang penting buatku. Aku memang orang yang tidak mudah marah ataupun kesal. Aku selalu mengandeng prinsip, orang baik terhadap diri kita, kita wajib membalasnya dengan perilaku yang lebih baik. Lalu apa yang terjadi orang yang jahat dengan kita? Apakah kita harus membalasnya berkali-kali lipat? Setidaknya itu yang prinsip yang kupegang, namun aku tahu bahwa aku tidak bisa bertindak kasar ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, aku kembali sadar bahwa aku selalu menganggap diriku ini adalah seorang pendekar di medan pertempuran dalam hal memaafkan. Aku akan melintasi medan tersebut dengan armor yang tebal, aku akan melatih baik jiwa dan ragaku. Aku melatih agar dapat mengontrol emosiku. Walaupun keluar dari medan pertempuran tersebut, aku selalu penuh dengan luka-luka. Tetapi aku akan baik-baik saja. Aku memaafkan perilaku mereka yang telah membuat hatiku ini piluh bagaikan luka yang terkena air garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesusah itukah memaafkan orang? sesusah itukah untuk meminta maaf?&lt;br /&gt;Sesusah itukah untuk mengalah agar tidak terjadi konflik yang tidak perlu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pernah bilang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Mundur selangkah, untuk maju 1000 langkah..."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu mengalah. Baik dari lingkungan dalam rumah ataupun dengan teman-teman. Aku lebih mengalah membiarkan ide di kepala mereka berjalan. Aku tidak mau berdebat panjang yang mengakibatkan kemungkinan konflik yang terjadi. Aku sadar bahwa hal itu tidak baik. Maka dari itu, sebelum mundur, aku akan memberi beberapa masukan, namun pada akhirnya aku lebih memilih untuk mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu berarti aku tidak akan bisa menjadi pemimpin?&lt;br /&gt;Apakah itu berarti aku seorang yang tidak tegas? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-636826474587033654?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/636826474587033654/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=636826474587033654&amp;isPopup=true' title='5 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/636826474587033654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/636826474587033654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/09/just-thought.html' title='Just a thought'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1472995124677514062</id><published>2008-09-17T22:41:00.004+07:00</published><updated>2008-09-18T11:18:33.133+07:00</updated><title type='text'>Sabar ada batas?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rasa kesal pasti pernah hinggap di hati setiap insan yang menghirup napas dibumi ini. Pertanyaannya, bagaimana cara menekan amarah ini agar kurva senyuman yang terbentuk tidak luntur begitu saja? apakah perasaan kesal itu harus dipendam ke dalam diri sendiri? atau langsung disampaikan kepada yang berpihak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa sudah mengenal watak orang tersebut, merupakan pemikiran yang salah. Watak setiap orang selalu berkembang detik demi detik. Kejadian apapun yang terjadi/menimpa dirinya akan mengembangkan pemikiran orang tersebut. Dari daya pengamatannya yang kecil hingga ruang lingkup yang lebih besar. Itu menunjukkan, bahwa setiap orang yang mengalami masalah berarti dia sedang diuji, sampai mana ia dapat mengatasi masalah itu dengan kepala dingin. Sampai mana ia akan bersabar menerima kenyataan yang tidak sesuai yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;"Kesabaran itu itu tidak ada batasnya..." &lt;/center&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat mengerutkan dahi dan berpikir makna yang tersirat dari kalimat tersebut. Bukannya semua itu akan selalu ada batasnya? Namun kalimat tersebut menjadi sebuah satuan yang jelas maknanya ketika aku mendengar sebuah kalimat yang diucapkan hampir setiap insan ketika ia sedang kesal terhadap orang, yaitu &lt;i&gt;"Kesabaran gua ada batasnya juga..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah mendengar kalimat tersebut terlontar dari mulut orang?&lt;br /&gt;Aku yakin hampir 100% dari manusia yang sedang kesal terhadap orang lain akan mengucapkan kalimat ini. Makna dari kata 'Sabar' adalah menahan emosi agar tidak meletus ke umum. Apabila seseorang mencoba untuk bersabar, namun pada akhirnya, ucapan caci maki pun keluar dari sarangnya. Pada akhirnya kalimat yang tertulis diatas pun terlihat letak kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pernah bilang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sabar itu tidak ada batasnya, Bila emosi pada akhirnya meluap, berarti orang tersebut tidak sabar. "&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ucapan tersebut kembali terbesit dalam hati kecilku. Ketika entah kenapa, seseorang yang bisa dibilang teman dekat, ia bertingkah laku yang diluar pikiranku. Aku menyadari bahwa diriku memang salah. Tetapi kurasa, kesalahanku itu tidak setimpal dengan permohonan maaf yang telah kulontarkan berkali-kali. Ia tahu jelas bagaimana diriku terhadap dirinya. Ia tahu jelas bahwa hal yang kuucapkan tersebut tidak maksud apa-apa. Tetapi mengapa tingkah lakunya kediriku berkesan aku telah merusak kehidupannya? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, harga diriku kembali menjadi peran utama. Aku mulai merasa sedikit kesal untuk terus meminta maaf tanpa dirinya mencoba untuk membuka pintu maaf. Ucapan 'habis kesabaranku' pun hampir terucap, namun aku mencoba menarik napas yang panjang mengingat bahwa 'sabar itu tidak ada batasnya'&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1472995124677514062?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1472995124677514062/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1472995124677514062&amp;isPopup=true' title='4 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1472995124677514062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1472995124677514062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/09/kesabaranku.html' title='Sabar ada batas?'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4698988775074323157</id><published>2008-09-12T23:30:00.000+07:00</published><updated>2008-09-17T22:40:40.648+07:00</updated><title type='text'>Another steps</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah beberapa tempat yang aku singgah dalam kehidupanku selama aku menjadi seorang anak diplomat? Aku selalu berpikir, menjadi seorang anak diplomat merupakan karunia tersendiri. Dimana aku dapat melihat dunia dari 'sisi lain. Dimana aku dapat melihat fenomena-fenomena alam yang tidak dapat kulihat di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa macam orang yang kutemukan selama perjalanan hidupku ini mengelilingi dunia? Dari orang berkulit putih, berkulit hitam, dari yang kaya hingga yang kehidupannya dibawah rata-rata. Aku senang dapat melihat beranekaragam budaya dari seluruh pelosok negara. Dengan melihat sesuatu yang beda, maka pikiran kita pun akan terbuka menjadi lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini aku tidak terlalu suka diriku. Diriku yang selalu sabar dan tenang menghadapi masalah, seakan-akan sirna. Aku menjadi lebih sensitif, gampang panik dan mudah kesal dengan perilaku orang lain yang tidak sesuai kuinginkan. Namun, dikala rasa keluh kesah itu menyelimuti diriku. Aku bertemu dengan seseorang penulis best seller yang berhasil merebut hati banyak orang. Beliau yang memberikan diriku banyak inspirasi. Baik inspirasi bagaimana seharusnya kita menghadapi dunia yang selalu penuh dengan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;"Sabar merupakan kunci kesuksesan"&lt;/center&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun apa yang kita inginkan bisa terwujud apabila kita mengambil satu langkah pertama, dengan begitu langkah berikutnya akan mengikuti alur dimana akan membawa kita ke arah yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar dirinya menjelaskan latar kehidupannya, hatiku kembali bergetar, aku kembali teringat bahwa masalah yang kuhadapi tidak lebih dari 1/2 masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku?&lt;br /&gt;Kenapa aku harus mengalami ini?&lt;br /&gt;Kenapa bukan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin setiap orang yang sedang menghadapi suatu masalah yang rumit, akan terlontar kalimat diatas baik dalam hati ataupun tidak. Pertanyaan tersebut memang tidak salah, namun apabila kita melihat dari sisi yang berbeda, pertanyaannya yang seharusnya timbul dalam pikiran kita adalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bukan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpikiran seperti itu, aku mulai bisa melihat sisi lain dari masalah yang menimpaku. Kini aku mulai bisa kembali menghentakkan kaki, untuk kembali melanjutkan langkah-langkah kehidupanku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4698988775074323157?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4698988775074323157/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4698988775074323157&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4698988775074323157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4698988775074323157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/09/another-steps.html' title='Another steps'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7221909873782042174</id><published>2008-09-04T20:58:00.004+07:00</published><updated>2008-09-08T21:20:11.180+07:00</updated><title type='text'>Kejujuran vs Kebohongan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat ini Kejujuran sulit di dapati, mungkin karena banyak dari kita yang kurang menghargainya, Kita lihat saat ini pemimpin sering tidak jujur dalam penyelenggaraan negara sehingga merugikan kita sebagai rakyatnya, Pedagang berbohong kepada Pembeli sehingga sering mengecewakan pembeli, pendidik sering menggunakan kata-kata yang tidak benar dalam mendidik, sehingga akan timbul generasi yang mengutamakan ketidak benaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih manusia itu suka berbohong? apa karena berbohong itu mudah? apa karena dengan berbohong dia bisa menutupi kelemahan atau kekuranganya? apa karena dengan berbohong seseorang terhindar dari hukuman atau terhindar kelihatan kekurangan atas dirinya. Tapi apakah kebohongan itu akan kekal dan membawa bahagia? Aku yakin kebohongan tidak akan membawa kebahagian dalam hidup, mungkin dengan berbohong kita selamat hari ini, tapi perasaan bersalah akan terus menghantui diri seumur hidup kita dimana, manusia yang berbohong takut apabila kebohongan yang dibuat terbongkar, apa lagi kalau hal itu menyangkut hal yang besar, mungkin kita takut hal tersebut bisa berakibat Fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang namanya bohong baik? banyak orang yang mengatakan bahwa dia terpaksa berbohong untuk kebaikan, tapi menurut aku sekali berbohong tetap berbohong, tidak ada namanya bohong yang baik, mungkin akan lebih baik kita mengungkapkan suatu kebenaran walau kebenaran itu memang sulit dan pahit, tetapi kita telah berjiwa besar, untuk melakukanya dan kita tidak harus menutupi kebohongan seumur hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"One lie makes life more interesting than a thousands truths."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seuntai kalimat yang aneh, tetapi entah kenapa aku merasakan terdapat makna tersembunyi dalam kalimat diatas. Apakah dapat diartikan sebagaimana, bahwa kebohongan dalam kehidupan manusia itu tidak dapat dihindari, karena dalam kehidupan akan ada yang berbohong sehingga membuat perjalanan hidup menjadi tidak sesuai yang diperkirakan sehingga kehidupan menjadi tidak terduga. Kehidupan yang tidak terduga alias tidak tahu hasil yang akan diperoleh, merupakan ciri-ciri kehidupan yang penuh lika liku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu diingat sekali kita berbohong itu tidak akan cukup, kenapa, karena sekali berbohong tentang suatu hal pasti kita akan merambat ke hal-hal yang lain, jadi mau tidak mau pasti kita akan terus berbohong, mau kah kita hidup dalam kebohongan satu ke kebohongan yang lain. Kalau saya mengatakan tidak mau, katakan salah itu salah dan benar itu benar, tidak ada daerah abu-abu. kecuali orang yang berfikir tidak baik selalu melihat daerah abu-abu untuk tujuan tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan datangnya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Dimana setiap tindakan baik kita, maka kita akan peroleh pahala yang berlipat ganda adalah waktu yang tepat untuk kembali mengukur diri kita. Apakah berbohong masih termasuk bagian dari kebiasaan kita? atau kita dapat menahan dan merubah kebiasaan itu menjadi suatu yang lebih positif?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Puasa&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7221909873782042174?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7221909873782042174/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7221909873782042174&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7221909873782042174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7221909873782042174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/09/kejujuran-vs-kebohongan.html' title='Kejujuran vs Kebohongan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1019834975994295802</id><published>2008-08-26T20:20:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T20:31:01.695+07:00</updated><title type='text'>Dunia Fantasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Adakah sebuah tempat dimana orang yang berada disekitar daerah tersebut hanya bisa tertawa dan tersenyum sepanjang hari? adakah tempat dimana kita dapat berteriak sekencang-kencangnya? dimanakah tempat yang kita bisa merasa tegang namun merasa tertantang untuk menghadapi masalah yang ada? dimanakah kita bisa bergosip ria sambil menikmati pandangan bersama teman-teman atau keluarga kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah. BANYAK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila ruang lingkupnya dikecilkan, adakah di Indonesia sebuah tempat yang kita bisa melepaskan rasa kesal, stress dengan tertawa bersama orang-orang yang penting untuk kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah DUNIA FANTASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, setelah sekian lama diriku tidak menghentakkan kaki ke daerah yang bernama ancol, akhirnya niatku berhasil dijalani. Untuk kesempatan sekarang aku pergi bersama teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang pertama aku perhatikan ketika masuk Dunia Fantasi (DUFAN), aku hanya bisa memerhatikan sekitarku. Seperti yang kuduga, semua orang disana sedang tersenyum seakan-akan dunia ini tidak ada masalah. Walaupun pada faktanya aku mengerti dan paham sekali, bahwa kurva senyuman yang dibentuk oleh mereka adalah senyuman yang tulus. Mereka datang ke dufan untuk melepaskan rasa kelelahan yang berada di pundak mereka selama ini. Tak lama setelah itu, aku menoleh ke arah teman-temanku. Aku menarik napas panjang dan tersenyum, melihat mereka yang secara antusias tertawa dan terlihat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada faktanya, Dufan adalah satu tempat yang tidak cocok untuk seorang diriku. Seorang yang bisa dibilang memiliki phobia tinggi. Dimana permainan di dufan membutuhkan keberanian dan tidak takut ketinggian. Walaupun seperti itu, itu tidak menahan diriku untuk ikut bersenang-senang dengan teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termenung untuk beberapa saat. Aku pun sempat merasa heran, mengapa aku bisa termenung disaat saat seperti ini. Dimana aku sedang berada ditengah keramaian yang dipenuhi oleh canda tawa. Entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang menyentuh hatiku yang akhir-akhir ini memang lebih sering merasa pedih. Walaupun hal itu yang kurasakan dalam hati, namun aku berusaha untuk tersenyum dan ikut mencoba beranekaragam wahana disana. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1019834975994295802?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1019834975994295802/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1019834975994295802&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1019834975994295802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1019834975994295802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/08/dunia-fantasi.html' title='Dunia Fantasi'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-381649047434502220</id><published>2008-08-14T18:21:00.000+07:00</published><updated>2008-09-14T18:24:07.685+07:00</updated><title type='text'>comprends-tu?</title><content type='html'>Dis donc, ça fait un moment que je n'ai pas mis-à-jour ce cher blog.Bien, c'est un miracle... je suis encore en vie! Et j'en remercie le bon Dieu chaque jour :) La semaine passée n'a pas été mon mieux, puisque je devais m'occuper certains détails et en penser... penser...et encore penser. Cependant, je ne suis jamais arrivée à la conclusion.Je ne vais pas essayer de m'excuser sous le prétexte d'être occupé. Franchement, j'avais toujours ressenti une sorte d'ennui à chaque fois qu'on me jette ce genre d'excuses. Je crois à comprendre mieux quand on me dit d'avoir des priorités et que la liste est déjà épuisée. Bien sûr que c'est vexant, mais au moins ça parraîtra moins cliché.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alors... où étais-je? Ah oui, d'être occupé. Donc simplement, je n'en suis pas ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La verité... c'est que j'essaierai toujours de me faire du temps, quand on me le donne pas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C'est dommage qu'une très chère personne dans ma vie ne l'a pas compris..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-381649047434502220?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/381649047434502220/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=381649047434502220&amp;isPopup=true' title='2 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/381649047434502220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/381649047434502220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/09/comprends-tu.html' title='comprends-tu?'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1716372204873964812</id><published>2008-08-07T21:02:00.000+07:00</published><updated>2008-08-25T09:24:01.084+07:00</updated><title type='text'>Berlapang Dada</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Siapa di dunia ini yang tidak ingin sukses, atau mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan, atau tidak ada satu masalah pun yang menimpa dirinya. Ketika kita menempuh ujian, mendapat kegagalan, atau ketika terjadi suatu harapan tidak sesuai dengan kenyataan, kita pasti akan mengumpat dan menggerutu dalam hati, tidak bisa menerima sesuatu yang salah, gagal atau tidak sesuai dengan harapan yang ada. terkadang kita dirundung kesedihan dan penyesalan yang dalam kita tidak bisa berlapang dada dan ikhlas menerima semuanya, padahal kita sudah berusaha dan bekerja keras, tapi hanya sebatas ini yang kita dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pesan hikmah yang mengatakan bahwa lapang dada adalah salah satu kunci sukses hidup seseorang. Bagaimana tidak, dengan konsep lapang dada seseorang akan meluaskan dadanya seumpama samudra luas yang akan mengecilkan arti segala sesuatu yang mencemari kesucian, ketenangan samudra tadi. Sebuah hikmah yang sangat logis. air segelas akan mudah terkotori dengan setetes tinta hitam, tapi air dalam samudra tak akan terpengaruh atas gelontoran tinta padanya. Lapang dada, mengucapkannya begitu gampang. Tapi implementasinya dalam kehidupan butuh kadar iman yang cukup tertempa. Ingin sekali aku menjadi orang yang bisa menerima semua permasalahan yang dianggap negatif dengan lapang dada. Tetapi mengungkapkan dengan menjalankan, itu adalah 2 hal yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dada kita lapang, banyak hikmah yang akan kita dapat, banyak pengalaman yang akan kita raih, dibanding dengan hati yang sempit, yang hanya bisa meratapi apa yang terjadi, lapang dada suatu resep hidup yang bisa kita lakukan disaat kita gagal, dirundung masalah.Ketika suatu musibah, kejadian yang tidak kita inginkan, atau suatu impian tidak terwujud seperti yang kita inginkan yang harus kita lakukan hendaknya menerima semua ini dengan lapang dada, bahwa apa yang sudah kita terima adalah yang terbaik. Mengingat masih adanya faktor X yang tidak dapat tersentuh oleh manusia, manusia selalu berusaha tetapi hal itu bukan menjadi jaminan kalau hasil atau target yang diinginkan bisa tercapai. Mari kita berjiwa besar/berlapang dada, untuk mensyukuri apapun yang kita peroleh. Karena Untuk tak dapat diraih, Musibah tidak dapat di tolak, kita manusia harus siap menerima keduanya, dan Lapang dada adalah hal terbaik yang harus kita lakukan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1716372204873964812?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1716372204873964812/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1716372204873964812&amp;isPopup=true' title='3 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1716372204873964812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1716372204873964812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/07/berlapang-dada.html' title='Berlapang Dada'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3991391967041385379</id><published>2008-07-27T09:19:00.008+07:00</published><updated>2008-08-25T09:32:42.108+07:00</updated><title type='text'>Le Monde est Petit</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;Au bout du pole Nord ou sur l'equateur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Il y a des geans qui rit, il y a des geans qui pleure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Du soleil de midi au soleil de minuit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On a tous la meme vie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Car le monde est tout petit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Devant le ciel on se dit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Que nous sommes des fourmis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le monde est petit&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;There is just one moon and one golden sun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And a smile means friendship to Everyone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though the mountains divide &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and the oceans are wide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's a small world after all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3991391967041385379?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/3991391967041385379/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=3991391967041385379&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3991391967041385379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3991391967041385379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/07/le-monde-est-petit.html' title='Le Monde est Petit'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-8887280359652357528</id><published>2008-07-19T20:49:00.002+07:00</published><updated>2008-08-21T20:59:47.169+07:00</updated><title type='text'>Rendah Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku ingin menjadi manusia biasa yang memiliki banyak teman, banyak sahabat yang mereka pun sama seperti diriku ini yang menginginkan menjaga tali persaudaraan. Aku tidak ingin menggunakan topeng dan tidak menjadi diriku. Aku ingin mereka senang dan kagum padaku karena apa adanya, bukan karena harta atau kemunafikan yang aku miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang tidak istimewa, aku tidak mempunyai suatu bakat yang berlebih seperti halnya para jenius. Tetapi aku mempunyai suatu ilmu, walaupun berbekal sedikit, tetapi dengan kesedikitan ilmu yang kumiliki, aku harap bisa bermanfaat untuk orang-orang disekitar dan terutama orang-orang yang penting untuk diriku. Aku selalu mencoba untuk mengingatkan diri bahwa aku ini tidak ada apa-apa. Bagaikan semut kecil yang hidup di dunia, yang tidka pantas untuk di sanjung atau dipuji. Tetapi aku pun menyadari, bahwa ketika kita menganggap diri kita sudah baik, kita berharap teman-teman dekat kita dapat memperbaiki diri kita dengan mengatakan hal yang harus dikatakan dimana hal itu tidak dapat dilihat dengan mata ini sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin berdiri bagaikan padi. Ketika ilmu semakin tinggi, dan dimata orang-orang memiliki kedudukan tinggi, aku ingin menunduk. Menunduk agar tidak sombong atau membuat orang jadi benci terhadap diriku yang kecil ini. Sungguh, apa artinya semua ini apabila orang-orang sudah hilang simpati dengan diriku. Aku ingin mendapatkan rasa simpati mereka, rasa kagum mereka, tetapi bukan dengan cara kemunafikan. Aku ingin berdiri dengan apa adanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-8887280359652357528?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/8887280359652357528/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=8887280359652357528&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8887280359652357528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8887280359652357528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/07/rendah-hati.html' title='Rendah Hati'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7540480414454091658</id><published>2008-07-10T20:41:00.002+07:00</published><updated>2008-08-21T20:57:16.717+07:00</updated><title type='text'>Manusia Biasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku ini adalah manusia biasa, seorang yang memang manusia biasa yang mencoba menjadi apa adanya, hanya mencoba berjalan sesuai dengan amanat yang diberikan oleh yang pencipta. aku orang biasa yang mencoba menikmati hidup dan kehidupan, mengalir seperti adanya, mencoba menjadi apa adanya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aku mempunyai mimpi untuk bisa membantu orang lain, mewujudkan kehidupan yang lebih baik, tapi hal itu aku lakukan dengan sebatas kemampuan yang aku miliki, tetapi dengan kebiasaan, aku berkeinginan untuk dapat mencapainya dengan segala kemampuan yang aku miliki, aku tidak mau menjadi munafik menjadi orang luar biasa, yang menggunakan topeng-topeng kepalsuan, atas jati diri aku, karena berada dalam topeng-topeng kepalsuan itu membuat ketidak puasan hati, ketidak tentraman di jiwa, dan selalu berada dalam kesunyian yang panjang. Walau aku melihat terkadang ingin memiliki dan memakai topeng luar biasa untuk berhasil mencapai yang diinginkan, tapi aku harus rela melepaskan topeng luar biasa itu dan mencoba menjadi jati diri sendiri, aku ingin menjadi orang biasa yang selalu lemah dan tidak berdaya, tetapi selalu dekat dengan Tuhan untuk dapat meminjam tanganya untuk membantu dan membimbing diriku yang memang orang biasa ini untuk menggapai semua yang tidak bisa aku jangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah manusia biasa yang mencoba dengan tenang dan nyaman untuk dapat menikmati hidup ini, mendapat kan ketentraman hidupku, aku tidak ingin menjadi orang luar biasa yang memiliki segala materi, tetapi selalu gundah dan gelisah dalam hidupnya, selalu tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, selalu menginkan apa yang dimiliki orang, selalu bergelut dengan hawa dan nafsunya. Aku selalu ingin menjadi manusia biasa dengan kerendahan dan ketulusan hati menerima dan menikmati kekurangan diri ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7540480414454091658?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7540480414454091658/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7540480414454091658&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7540480414454091658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7540480414454091658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/07/manusia-biasa-part-1.html' title='Manusia Biasa'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1132590544317656146</id><published>2008-07-03T03:09:00.006+07:00</published><updated>2008-07-06T07:30:30.960+07:00</updated><title type='text'>Perubahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Didalam dunia ini semua pasti berubah, aku, dia, anda, lingkungan, bisnis, negara, semua tiada yang akan luput dari suatu perubahan. Perubahan bisa terjadi secara alami atau direncanakan. Perubahan tak bisa ditolak, Siapapun yang menolak akan semakin tertinggal. Waktu adalah faktor yang dapat merubah kita, Waktu adalah berbanding lurus dengan proses perubahan, tiap detiknya merupakan hal yang berbeda yg berlaku pada setiap hal. Tidak dapat dipungkiri, semuanya akan berubah.. baik bentuk, sifat, perilaku, rasa, semuanya adalah hal yang akan berbeda dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa banyak orang tidak mau / takut berubah?&lt;br /&gt;Perubahan adalah sebuah proses yang penuh pengorbanan. Untuk itu diperlukan waktu, ketekunan dan kesabaran. Bukan sesuatu yang instant! Terkadang baru bertahun-tahun kemudian kita bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Perubahan Bukan untuk di takuti, tapi Perubahan untuk di lakukan"&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak manusia yang membenci perubahan namun mau tidak mau haruslah diakui bahwa perubahan adalah sumber kemajuan. Lantas, timbul pertanyaan, perubahan seperti apa yang bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan? Jawabannya jelas, perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Sebagian besar orang menginginkan perubahan, perubahan dari yang tidak baik menjadi baik seperti halnya kedamaian, kebahagiaan, ketentraman, dan kesejahteraan. Sebenarnya hanya perubahan yang positiflah yang bisa menciptakan atau membangun diri kita. Perubahan negatif tidak berfungsi. Inilah sebabnya manusia merasakan banyak penderitaan pada dirinya sendiri yang berada pada posisi kehidupan negatif. Perubahan yang terpenting yang sebenarnya harus kita rubah adalah diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hal yang harus diperhatikan dalam perubahan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Jujur terhadap kesalahan diri&lt;br /&gt;Kalau kita terus-terusan ngasih apologi terhadap kesalahan diri, kapan bisa berubahnya dong? Kadang kita perlu juga lho ngasih 'pelajaran' atau hukuman buat diri sendiri kalau kita melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merubah cara berpikir kita.&lt;br /&gt;Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita, hal ini memang berat untuk dilakukan apa lagi jika keyakinan itu sudah melekat selama bertahun-tahun. bahwa perubahan diri selalu dimulai dengan perubahan pola pikir. Hanya saja, saya perlu mengingatkan sekali lagi bahwa perubahan tidak selalu menyenangkan. Bahkan kalau suatu proses perubahan itu terasa mulus dan sangat enak, bisa jadi itu bukan perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Miliki cermin diri&lt;br /&gt;Cermin diri ini bisa kita dapatkan dari orang yang terdekat dengan kita. Orang terdekat dengan kita pastinya tahu lah kebiasaan-kebiasaan kita, mulai yang baik-baiknya sampai yang jelek-jeleknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manfaatkan orang yang membenci kita&lt;br /&gt;Kita bisa memanfaatkanucapan-ucapan pedas orang yang membenci kita tentang keburukan kita. Jadi jangan marah, tapi jadikan itu rujukan buat kita introspeksi diri, siapa tahu memang keburukan itu ada di diri kita, tinggal hasilnya dievaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pelajari fenomena di sekitar kita&lt;br /&gt;Seperti disebutkan tadi, kehidupan di sekitar kita kan melaju terus. Nah, kita perlu jeli mempelajari fenomena apa saja yang terjadi di sekitar. Dari situ kita bisa tahu 'perilaku dunia', so kita bisa ancang-ancang merancang strategi perubahan diri yang jitu &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1132590544317656146?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1132590544317656146/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1132590544317656146&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1132590544317656146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1132590544317656146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/03/perubahan.html' title='Perubahan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1190924515217295664</id><published>2008-06-22T03:02:00.000+07:00</published><updated>2008-06-22T09:50:52.996+07:00</updated><title type='text'>Big Question?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku selalu bertanya, mengapa aku harus kembali mundur waktu seperti halnya yang aku alami sekarang? Hidupku yang kujalani selama empat tahun di benua Eropa seakan-akan hanya sebuah 'intermezzo' dalam kehidupan inti yang sebenarnya. Seakan-akan aku diberi kesempatan untuk berkunjung ke benua Eropa agar aku bisa beristirahat untuk siap-siap menghadapi hidupku yang sebenarnya baru aku akan alami di Jakarta, yaitu sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman melangkah kedepan menggapai cita-citanya. Mereka bergerak dengan kecepatan yang sama dengan diriku ini, namun titik perbedaannya mereka bergerak ke depan sedangkan aku seakan-akan bergerak di tempat. Walaupun aku mencoba untuk berlari, namun tetap saja aku berada di tempat yang sama. Kini aku mulai lagi langkahku dengan langkah yang kecil, pelan namun di jalan yang berbeda. Sedikit demi sedikit aku mulai merasa bahwa hidupku mulai kembali melangkah kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berada di posisiku yang sekarang ini, pasti dengan sebuah tujuan. Walaupun pada faktanya yang ada dipikiranku hanyalah sebuah tanda tanya, dan tanya tanya tersebut dari hari ke hari semakin bertambah banyak dan membingungkan. Aku masih mencari-cari alasan mengapa Tuhan mengirimku kembali ke tanah air dengan kondisi diriku yang lemah dan tidak berbekal apa-apa. Aku yakin perjalanan hidupku yang sekarang ini akan menjadi sesuatu yang sangat berharga dan berarti untuk diriku, namun apa yang harus kulakukan dan hal apa yang aku luput di masa lalu yang aku harus temukan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jawaban dari pertanyaan yang terus berterbangan di dalam pikiranku, kini kurasa telah aku temukan. Yaitu tak lain adalah yang namanya 'Friendship'. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun diriku dikenal ramah, supel dan mudah bergaul namun pada faktanya dulu aku kurang percaya yang namanya persahabatan. Mungkin itu adalah salah satu hal yang aku luput dimasa lalu dimana Tuhan mengingatkanku dan aku harus menjalankannya sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1190924515217295664?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1190924515217295664/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1190924515217295664&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1190924515217295664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1190924515217295664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/06/big-question.html' title='Big Question?'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6946706650354059148</id><published>2008-06-15T21:10:00.005+07:00</published><updated>2008-06-21T21:46:03.843+07:00</updated><title type='text'>Tiada Libur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah selama seminggu bergelut dan memeras otak menghadapi soal-soal ujian tengah semester, akhirnya berakhir dengan lancar. Walaupun pada faktanya hasil yang keluar, banyak yang tidak sesuai dengan yang diinginkan, namun setidaknya segenap tenaga dan usaha telah kulakukan walaupun aku tahu aku masih bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Daripada terus mengeluh tanpa hentinya, lebih baik aku tersenyum lebar dan menerimanya dengan lapang dada agar siap untuk menghadapi masalah berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Trying your best to do something is by itself a talent"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ujian berakhir pertanda liburan akan dimulai, namun jalan yang aku tempuh berkata lain. Ini sesuatu yang kulakukan bukan karena aku ingin melakukannya tetapi aku harus melakukannya agar dapat memenuhi sebuah lubang yang masih membekas di dalam hati. Selama 2,5 bulan kedepan dimana seharusnya merupakan hari kita bisa melepaskan rasa lelah dengan pergi berlibur baik bersama teman ataupun keluarga. Aku memilih jalan hidupku yang lain, aku akan mengisi waktu 2,5 bulan tersebut untuk mengambil beberapa mata kuliah extra. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan hidupku yang sekarang, hal-hal masa laluku yang telah kukubur, kembali mengapung. Aku tahu dari awal ketika kembali menginjak tanah air ini, bahwa perasaan ini tak akan bisa hilang hingga aku berhasil mendapat sebuah kertas yang menandakan aku selesai dan lulus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kegagalan yang aku alami dulu, hidupku yang dulu seakan-akan berjalan di tempat sepertinya akan terus menghantui diriku. Namun apapun yang terjadi aku harus bisa melangkah terus ke depan demi kebaikan diriku sendiri dan orang-orang yang peduli dengan diriku. Oleh sebab itu, hari-hariku aku isi dengan kesibukan di kampus, baik untuk kuliah, bertemu teman-teman dan berorganisasi. Hari-hari yang padat tersebut, setidak menyadarkan aku satu hal. Bahwa diriku masih diberi kesempatan untuk tetap bersosialisasi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6946706650354059148?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6946706650354059148/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6946706650354059148&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6946706650354059148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6946706650354059148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/06/tiada-libur.html' title='Tiada Libur'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4152060434905716854</id><published>2008-06-07T19:56:00.008+07:00</published><updated>2008-06-07T20:24:41.153+07:00</updated><title type='text'>False Smile</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa jadinya ketika senyuman yang diperlihatkan merupakan senyuman palsu? Tertawa seakan-akan tidak mempunyai masalah merupakan salah satu keahlianku. Perjalanan hidup membawa diriku menyadari bahwa pada faktanya di dunia ini ada suatu hal yang sebaiknya orang lain tidak tahu. Namun suatu permasalahan apa yang sebaiknya kita simpan erat di dalam hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang-orang hanya melihat dari paras luar. Mereka tidak tahu bahkan tidak mau tahu apa yang sebenarnya tengah bertarung di dalam hati orang tersebut. Mereka hanya bisa mengucapkan kata 'kasihan' hanya untuk menunjukan rasa simpatik yang tidak disadari/sadari justru kalimat tersebut bisa menjatuhkan orang ke lubang yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bersimpatik, namun di dalam diri mereka, aku yakin banyak yang menertawakan keadaanku yang sebenarnya. Diriku yang suka menganalisa sifat orang yang beranekaragam dapat menilai, mana yang benar-benar bersimpatik dan mana yang sekedar hanya ucapan yang hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan-alasan diatas dan perjalanan hidupku yang penuh liku-liku ini membuat diriku untuk tetap tegar apapun masalah yang datang. Aku tak ingin orang lain melihat sosokku yang sedang terpuruk dan penuh masalah. Aku tak ingin berpikiran jelek terhadap orang-orang yang bersimpatik terhadap aku. Aku hanya ingin orang-orang yang dekat denganku yang mengetahui keadaan hatiku yang sebenarnya. Dimana aku ingin sekali berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak yang bilang bawa diriku tegar dan sabar menghadapi masalah-masalah yang tak kunjung berhenti. Orang kagum dengan semangat yang aku punya. Semangat untuk tetap berusaha walaupun sudah jatuh berkali-kali bagaikan diriku sudah ditolak oleh lingkungan. Banyak yang merasa heran, ketika melihatku tersenyum dan tertawa seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Namun pada faktanya, hatiku menjerit dan hujan membasahi hatiku yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"False tears are capable of hurting other people, False smiles are capable of hurting one's self"&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang cukup unik dan bermakna. Kalimat ini kurang lebih ingin mengatakan bahwa tangisan palsu dapat membuat orang merasa iba dan melukai orang tersebut karena kita berbohong. Namun senyuman yang dibuat-buat dapat melukai diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa diriku ini harus lebih terbuka terhadap orang lain tentang apa yang kurasakan. Aku menyadari hal itu ketika aku tahu bahwa sebenarnya teman-temanku memang mengkhawatirkanku dan mau membantuku dengan ikhlas. Kini perlahan-lahan aku mulai sadari mengapa Allah SWT memilih jalan hidupku seperti ini. Kini aku mulai mengetahui 'sesuatu yang hilang' 5 tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4152060434905716854?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4152060434905716854/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4152060434905716854&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4152060434905716854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4152060434905716854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/06/false-smile.html' title='False Smile'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3711744124379300564</id><published>2008-06-02T23:33:00.001+07:00</published><updated>2008-06-03T19:47:56.552+07:00</updated><title type='text'>Terapung Kembali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa yang dirasakan seseorang ketika perasaan yang sudah tidak bisa apa-apa dan hanya bisa berharap datangnya semua keajaiban dan mujizat dengan berdoa berlutut kepada Yang Maha Esa? Apakah ia akan tertawa karena sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa? Atau dia akan sedih dan terus memikirkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurva senyuman yang terbentuk, perlahan-lahan kembali luntur ketika harus menghadapi sesuatu yang dianggap sulit. Terutama ketika usaha sudah diberikan secara maksimal, namun hasil yang didapatkan tidak sesuai yang diinginkan atau dibayangkan. Jatuh dari tebing memang menyakitkan, namun disaat bangkit dan menuju ke atas lalu kembali jatuh lagi apakah akan lebih menyakitkan dari pertama kalinya jatuh? Sebuah pertanyaan yang sepertinya simpel namun sukar untuk diperoleh jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang berkata, jatuh pertama kali akan lebih menyakitkan ketimbang jatuh untuk kedua kalinya. Hal itu diungkapkan karena kita sudah mengalami hal tersebut, sehingga ketika kembali jatuh untuk yang ke sekian kalinya, yang bukan merupakan hal pertama lagi sehingga dapat ditemukan cara untuk mengantisipasi agar jatuhnya tidak terlalu sakit. Tapi apakah dalam realitas seperti itu? Atau justru jatuh untuk yang ke sekian kalinya akan terasa lebih piluh dan perih seakan-akan luka yang disiram oleh air laut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka yang sudah ada, rasa ketakutan yang sudah merekat dan perlahan-lahan mulai menutup. Ketika kembali terjatuh, seakan-akan semua hal yang buruk dimasa lalu dimana sudah tertutup dan terkunci, terbuka dengan sendirinya tanpa ada yang meminta. Sesuatu yang sudah terkubur di dalam hati, perlahan-lahan mulai terapung kembali. Aku tahu bahwa setiap kejadian di masa lalu baik itu negatif atau positif akan ada makna tertentu di masa mendatang. Hal yang harus dijalankan sekarang, adalah yang terbaik diberikan oleh Allah SWT. Tetapi apakah diriku salah ketika aku kembali merasa ada sesuatu yang menjanggal di hati ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3711744124379300564?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/3711744124379300564/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=3711744124379300564&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3711744124379300564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3711744124379300564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/06/terapung-kembali.html' title='Terapung Kembali'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6591274822243620230</id><published>2008-05-23T19:17:00.003+07:00</published><updated>2008-06-03T19:32:41.984+07:00</updated><title type='text'>100th Kebangkitan Nasional</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waktu terus berjalan, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari kebangkitan nasional mencapai umurnya yang ke 100th. Sebuah event yang terjadi setiap 1 abad. Semua event yang istimewa sehingga pemerintah rela mengeluarkan uang milyaran untuk merayakan 100th kebangkitan nasional di Gelora Bung Karno pada tanggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang spektakuler diadakan ditengah-tengah krisis moneter yang masih berlanjut dan tak kian surut. Beberapa hari sebelum hari H, Indonesia dipenuhi dengan suasana yang tegang dan mencekam dimana pemerintah mengumumkan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan naik. Berita itu cukup membuat rakyat gelisah dan panik, tak sedikit mahasiswa yang berdemo untuk menuntut Tujuh Gugatan (TUGU) rakyat, dimana BBM merupakan salah satunya. Bersamaan dengan demo mengenai TUGU rakyat, seluruh mahasiswa dari berbagai daerah berdatangan ke Indonesia untuk memperingati 10th Reformasi. Pada tahun 1998, ketika krisis terjadi dan mahasiswa berdemo, tertembak matinya anak Trisakti yang kini peristiwa tersebut di ingat oleh mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan 100th kebangkitan nasional memang sangat spektakuler. Mahasiswa Universitas Indonesia angkatan 2007, mendapatkan kesempatan untuk ikut mengisi/berpartisipasi dalam perayaan 100th kebangkitan nasional sebagai paduan suara.&lt;br /&gt;Banyak kabar angin yang mengatakan dirangkutlnya mahasiswa UI, ada unsur politiknya agar para mahasiswa tidak berdemo. Mau tidak mau, mahasiswa Universitas Indonesia masih dipandang yang mengatur garis besar jalannya demonstrasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6591274822243620230?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6591274822243620230/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6591274822243620230&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6591274822243620230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6591274822243620230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/05/kebangkitan-nasional.html' title='100th Kebangkitan Nasional'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7795269459543871763</id><published>2008-05-17T23:15:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T20:42:13.267+07:00</updated><title type='text'>BEM FEUI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia memiliki sebuah organisasi yang bernamakan Senat, namun tahun ini nama Senat pun akhirnya berakhir, dan dirubah menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEUI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;'Together In Harmony'&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Badan Eksekutif Mahasiswa FEUI merupakan lembaga eksekutif kemahasiswaan tertinggi dalam struktur Majelis Mahasiswa FEUI. Lembaga ini berperan sebagai perwujudan idealisme dan pembelajaran kehidupan sosial politik mahasiswa. Memasuki usianya yang ke-55 tahun, BEM FEUI masih mampu menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di FEUI yang patut disegani. Sebagai perwujudan organisasi yang mewadahi aspirasi mahasiswa, hal ini dilakukan melalui penyaluran secara kongkrit aspirasi tersebut ke dalam program-program kerjanya. Dengan demikian, setiap implementasi kegiatannya, BEM FEUI dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi mahasiswa. Sampai saat ini, telah begitu banyak peran yang dijalankan BEM FEUI baik dalam mewarnai dinamika kegiatan kemahasiswaan di kampus, dan juga pemberian kontribusinya bagi masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran BEM FEUI seiring berjalannya waktu semakin besar, yaitu mampu menyentuh berbagai aspek, baik dalam bidang edukasi, pengembangan kesadaran sosial-politik mahasiswa, pengembangan jiwa kewirausahaan, penyaluran minat dan bakat, serta memupuk jiwa profesionalisme mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang dijalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menjadi sebuah kehormatan dan priviledge buat diriku yang kini bisa menjadi bagian dari BEM FEUI yang mengurusi bagian 'Hubungan Luar'.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7795269459543871763?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7795269459543871763/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7795269459543871763&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7795269459543871763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7795269459543871763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/05/bem-feui.html' title='BEM FEUI'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-8475342867772962062</id><published>2008-05-10T20:29:00.002+07:00</published><updated>2008-06-03T19:51:36.949+07:00</updated><title type='text'>Persimpangan Jalan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Kita adalah orang-orang yang ada di persimpangan jalan.&lt;br /&gt;Di persimpangan jalan ini,&lt;br /&gt;Kita bertemu dengan orang-orang lain yang melintasi persimpangan yang sama.&lt;br /&gt;tak lama, kita menjalin suatu hubungan,&lt;br /&gt;belajar dari satu sama yang lain,&lt;br /&gt;berbagi cerita indah dan sedih,&lt;br /&gt;namun akhirnya,&lt;br /&gt;ada satu waktu dimana kita harus berpisah,&lt;br /&gt;berpisah meninggalkan persimpangan jalan ini.&lt;br /&gt;Untuk menjalani kehidupan masing-masing,&lt;br /&gt;kehidupan yang terus bergulir,&lt;br /&gt;kehidupan yang telah ditentukan takdir,&lt;br /&gt;hingga kita menemui persimpangan jalan yang selanjutnya,&lt;br /&gt;dimana kita akan menemui orang-orang yang berbeda,&lt;br /&gt;yang kembali melintasi persimpangan yang sama.&lt;br /&gt;Melanjutkan kehidupan bersama mereka,&lt;br /&gt;lalu kemudian akan berpisah lagi.&lt;br /&gt;Begitu seterusnya…..&lt;br /&gt;Berat rasanya untuk meninggalkan persimpangan jalan tersebut,&lt;br /&gt;Persimpangan yang telah mengisi hidup,&lt;br /&gt;dengan canda tawa dan tangisan.&lt;br /&gt;Itu lah yang disebut dengan kehidupan….&lt;br /&gt;dan kita harus tetap bisa melangkah kedepan,&lt;br /&gt;menahan rasa sakit dan sedih ini,&lt;br /&gt;dengan kurva senyuman yang lebar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-8475342867772962062?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/8475342867772962062/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=8475342867772962062&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8475342867772962062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/8475342867772962062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/05/persimpangan-jalan.html' title='Persimpangan Jalan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4225605552588056450</id><published>2008-05-01T00:18:00.004+07:00</published><updated>2008-05-18T20:34:29.265+07:00</updated><title type='text'>Menerima Fakta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Angin kembali berlalu menembus perlahan-lahan diatas kulit. Menandakan bahwa ini hari yang baru, disaat angin tersebut menyentuh kulit, aku dapat bedakan apa yang akan terjadi. Disaat seseorang memerlukan bantuan, disaat itulah setiap orang terlihat sibuk. Disaat kita tidak perlu bantuan, disitu lah mereka kembali bermunculan dan memberi pertolongan yang hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana lawan dan yang mana kawan? pertanyaan yang selalu dianggap sukar menemukan jawabannya, namun pada dasarnya mudah untuk ditemukan. Disaat kita sedang jatuh dari sebuah jurang? adakah yang menolong, membantu kita agar kembali bangkit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari dan terus berlari mengejar sebuah impian. Apa patut kita kejar impian tersebut secara terus menerus? Memang keinginan manusia itu adalah sumber kekuatan dari segalahnya, namun apa itu semua akan berguna nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang bimbang kini jelas setelah mendengar keadaan dan fakta yang berputar di bumi ini. Perih dan sakit, namun kedua itu memang wajib kita alami agar bisa lebih tahu mengenai hal lain dari sisi yang bersangkutan. Menutup buku memang gampang, tetapi mengakhiri sebuah cerita sangatlah sukar. Hanya dengan lapang dada bahwa pena tersebut bisa kembali menari diatas kertas dan mengakhiri cerita tersebut. Walaupun realita mengatakan bahwa suatu saat cerita tersebut masih bisa berlanjut dengan cerita yang berhubungan erat dengan kejadian yang mempunya alur yang sama&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4225605552588056450?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4225605552588056450/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4225605552588056450&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4225605552588056450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4225605552588056450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/05/menerima-fakta.html' title='Menerima Fakta'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1111191548489953746</id><published>2008-04-25T23:10:00.001+07:00</published><updated>2008-05-18T20:35:16.842+07:00</updated><title type='text'>Harga Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap manusia mempunyai harga diri bukan? sesuatu yang membuat kita berharga dan tidak mau dihina atau dicaci maki terlebih lagi tanpa alasan yang logis. Kadar harga diri seseorang memang selalu berbeda-beda, semua itu tergantung dari perjalanan hidup yang mereka alami. Harga diri seseorang itu tidak bisa dinilai dengan uang, dan itu sesuatu yang sangat berarti buat dirinya sehingga ketika harga dirinya sudah mulai terasa di injak-injak bagaikan karpet, seorang itupun bisa melakukan sesuatu yang tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi ketika harga diri seseorang itu telah mencapai titik rendahnya?&lt;br /&gt;Apakah dirinya akan membuang harga dirinya agar dapat terus bertahan hidup?&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir, tidak ada orang yang suka dihina. Tidak ada orang yang suka dicaci maki terlebih lagi ketika itu orang melakukan kekerasan dan kita hanya diam saja tanpa melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Mahkota seseorang adalah akalnya, derajat seseorang adalah agamanya dan harga diri seseorang ada akhlaknya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Perlakukanlah orang secara bermartabat dan sangat besar kemungkinannya Anda pun akan diperlakukan secara bermartabat. Penghargaan yang jujur membawa hasil sementara kritik dan cemoohan gagal mendapatkannya. Kalau pun kritik hendaknya disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang elegan yaitu dengan cara menyampaikan kritik tersebut secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan diatas, itu jelas makna dasar dari kehidupan. Dimana apabila ingin orang baik terhadap kita, terlebih dahulu kita harus bersikap baik kepadanya. Begitulah juga masalah kejujuran dan lain-lain&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi ketika kita sudah berusaha untuk melakukan hal itu, namun celetuk-celetukan hampa dari mereka yang tanpa mereka sadari bisa menjatuhkan moral kita? Walaupun penyampaiannya dalam bentuk bercanda, namun apa benar itu hanya sekedar bercanda atau memang ada makna terselubung tersendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mereka tidak bisa melihat keadaan orang lain yang sudah cukup terluka ini? Apakah mereka tidak bisa melihat sisi orang lain dengan melepaskan kacamatanya dan mencoba melihat dengan kacamata orang lain? Orang cukup sering berbicara tanpa berpikir terdahulu, namun kadang-kadang mereka tidak sadar bahwa makna yang mereka lontarkan akan sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tertawa dan menghina namun aku yakin, disaat mereka harus mengalami apa yang harus dialami yang sangat tidak sesuai dengan tujuan pertama. Hati mereka akan lebih menjerit dan meringis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1111191548489953746?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1111191548489953746/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1111191548489953746&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1111191548489953746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1111191548489953746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/04/harga-diri.html' title='Harga Diri'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2319567386606285075</id><published>2008-04-19T08:21:00.006+07:00</published><updated>2008-05-18T20:35:46.035+07:00</updated><title type='text'>Expectancy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa arti dari expectancy? Sesuatu yang kita harap bisa gapai ataupun terjadi.&lt;br /&gt;Walaupun pada faktanya, expectancy seseorang biasanya selalu melebihi kemampuan yang ia miliki. Namun karena hal itu lah, terciptanya sebuah kata 'Expectancy'. Sesuatu yang kita harap bisa di peroleh dari usaha atau kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expect the unexpected....&lt;br /&gt;Walaupun diri kita sudah penuh percaya diri akan kemampuan dan merasa mampu sesuatu yang sulit, namun pada akhirnya, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan expectancy kita sehingga pada saat itu lah kita jatuh ke lubang penderitaan yang sering disebut 'Penyesalan'&lt;br /&gt;Semua tidak sesuai yang kita inginkan, walaupun kita sudah berusaha segenap tenaga tetapi apa yang kita inginkan itu belum tentu juga dapat di gapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Padahal sudah kuhabiskan waktu untuk hal ini?&lt;br /&gt;Namun kenapa tidak sesuai yang diharapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang kita harapkan terjadi, sering sekali justru tidak terjadi. Namun hal yang paling kita tidak harapkan terjadi, malah datang tanpa kita minta. Seperti halnya suatu barang yang dicari-cari akan sukar untuk ditemukan, namun ketika kita tidak mencari barang tersebut, maka di setiap persimpangan jalan akan dapat kita temukan dengan mudah. Ironis bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;'Expectancy must be less than or equal to reality for satisfaction.'&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya tertera dari kalimat ini. Untuk mendapatkan sebuah kepuasan akan hal yang ingin dicapai, kadang-kadang tingkat expectancy yang kita inginkan harus sesuai dengan kemampuan atau bahkan lebih rendah dari kemampuan kita.&lt;br /&gt;Walaupun pada faktanya, titik puas atau satisfaction setiap orang itu berbeda-beda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2319567386606285075?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2319567386606285075/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2319567386606285075&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2319567386606285075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2319567386606285075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/04/expect-unexpected.html' title='Expectancy'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4824690576115630663</id><published>2008-04-13T22:41:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T20:36:10.942+07:00</updated><title type='text'>Ice Skating &amp; Reality</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah sekian lama, akhirnya aku menyempatkan diri untuk jalan-jalan dengan teman di luar kampus. Suasana yang begitu ramai dan membuat hati menjadi kembali terang setelah kegelapan yang menyelimutinya. Aku merasa tenang dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurva senyuman memang enak di pandang, baik itu hanya ke teman-teman ataupun ke seseorang yang kita ingin sekali melihat mereka tersenyum. Aku selalu mempunyai prinsip, bahwa orang-orang yang di sekitarku atau sedang bersamaku, tidak boleh senyumnya hilang. Mereka harus tertawa dan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkumpul-kumpul disaat tertentu memang sangat dianjurkan dan diperlukan agar sel-sel di otak menjadi lebih cerah dan tidak harus terus memikirkan kuliah. Hal ini sangat terasa karena sekitar seminggu yang lalu, aku baru menjalani ujian tengah semester yang sempat membuat kepalaku keriting. Namun, bercanda dan bertukar pikiran dengan mereka, membuat kepalaku terasa dingin dan kembali siap menantang masalah yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanan ini, aku sempat menganalisa mereka. Beberapa kejadian sangat mencerminkan ke pribadian mereka. Terutama ketika mereka bermain ice skating di salah satu mall di Jakarta. Disitu terlihat kepribadian mereka yang mendasar yang mencerminkan kegigihan mereka untuk mencapai sesuatu yang baru. Seseorang yang pelan-pelan namun pasti dan tidak pernah jatuh, mencerminkan dirinya yang tidak pernah mengalami kegagalan di kampus. Ada yang penuh percaya diri dan nekad berusaha untuk maju dan jatuh berkali-kali, namun ia dapat bangkit sendiri tanpa bantuan orang lain. Sebaliknya ada yang berhati-hati dan tidak jatuh-jatuh, namun begitu ia jatuh ia tidak dapat bangkit kembali tanpa bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis bukan? dari permainan ice skating itu tersirat makna dan cara mereka menghadapi dunia ini. Begitu kubandingkan dengan kehidupan mereka, tidak jauh beda bahkan memang kedua hal itu saling berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada dasarnya, kita hidup tidak bisa sendiri. Baik secara sadar atau tidak sadar, kehadiran seseorang itu terutama yang berada di sekitar kita sangat mempengaruhi performa kita baik dari segi mental ataupun secara nyata.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4824690576115630663?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4824690576115630663/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4824690576115630663&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4824690576115630663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4824690576115630663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/04/ice-skating-reality.html' title='Ice Skating &amp; Reality'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3030768906158484567</id><published>2008-04-04T16:31:00.003+07:00</published><updated>2008-05-18T20:36:38.543+07:00</updated><title type='text'>Jalan Pikiran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jari jemari kembali mengetuk anak kotak berkali-kali, bertukar pendapat dan menghasilkan sebuah hasil yang tak disangka. Apa benar orang seperti yang kita pikirkan? apa semua itu sepreti yang ktia dengar? semakin percaya aku agar belajar lebih giat lagi untuk bisa melihat dari sisi orang lain&lt;br /&gt;Bertukar pikiran melalui dimensi yang berbeda sambil terus memijit 26 kotak silih berganti. Kita punya kemiripan, hanya saja dia kurang pengalaman. Sehingga terbentuk dirinya yang kita lihat skrg ini. Dunia paralel pada percaya tidak?&lt;br /&gt;Aku rasa, dunia paralel itu ada. Disini lain, orang yang kita bertemu di dunia nyata skrg, di dunia paralel bisa kebalikan 180 derajat. Seperti halnya skrg di dimensi lain yang kita berinteraksi melalui 26 anak kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali membicarakan dunia nyata. Pendapat yang berbeda apa membuat diri kita menjadi tidak ingin melakukan komunikasi terhadap orang tersebut? Aku rasa tidak. Dengan berbedanya pendapat, disanalah suatu jalinan bathin yang membuat kita menjadi lebih kenal satu sama lain.&lt;br /&gt;Sisi negatif dari seseorang tidak akan terlihat apabila kita membicarakannya ketika hati kita dengan lawan bicara memiliki hubungan khusus, baik itu sesama teman ataupun sama kekasih. Tetapi begitu suatu masalah yang terpendam mulai kembali bermunculan di permukaan air, maka air yang putih itupun menjadi keruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik hitam kecil demi kecil mulai menempati kotak yang bening.&lt;br /&gt;apa masih bisa disucikan kembali kotak yang telah tertimbun oleh warna gelap itu?&lt;br /&gt;Semua di dunia ini ada lawannya, dikala kita sedih ada yang senang, dikala orang tertawa ada pula yang sedang nangis terseduh-seduh&lt;br /&gt;Dunia bagaikan roda yang berputar, kita hanya bisa tunggu giliran.&lt;br /&gt;Tetapi satu hal yang pasti, peran seseorang dalam hidup ini tidak menetap&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3030768906158484567?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/3030768906158484567/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=3030768906158484567&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3030768906158484567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3030768906158484567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/04/jalan-pikiran.html' title='Jalan Pikiran'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4206370078711490458</id><published>2008-03-29T16:58:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T20:38:00.725+07:00</updated><title type='text'>Bergerak/berpikir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah kalimat namun memiliki banyak makna, setiap mata yang melintasi, memiliki pendapat yang berbeda-beda. Entah pendapat positif ataupun Negatif. Mana yang harus kita percaya? Mana yang harus kita artikan? Mana yang harus kita pilih? Semua itu kita yang mempunyai jawaban terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan kesekian kali, apa lebih meyakinkan hati? atau hanya sekedar membuat hati terasa lebih bimbang? Tetapi setiap tatap mata, ada makna yang tanpa kita sadari mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang mampir pasti akan ada perpisahan, perasaan seseorang yang kini semakin bertukar pikiran telah menjenuh. Apa ini merupakan takdir kita? apa ini permanen atau masih bisa berubah lagi? Banyak yang tidak bisa menerima kenyataan mengenai sesuatu yang tidak diharapkan walaupun sebenarnya sudah terlihat jelas makna dari tingkah laku tersebut. Apa yang kita bisa lakukan? apa yang ingin kita lakukan? Terlalu banyak berpikir sebelum bergerak, justru membuat kita diam ditempat seakan-akan menjadi es batu. Bergerak dulu baru berpikir kadang-kadang lebih berarti.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4206370078711490458?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4206370078711490458/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4206370078711490458&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4206370078711490458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4206370078711490458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/03/bergerakberpikir.html' title='Bergerak/berpikir'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-4041796714006169416</id><published>2008-03-18T22:01:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T20:38:41.043+07:00</updated><title type='text'>Menuju UTS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa UTS sudah kembali hadir di depan mata. Tak terasa pula aku telah bertemu berbagai orang yang masing-masing mempunyai sifat unik. Ada yang serius mendengar penjelasan dosen, namun ada pula yang menikmat siang hari di ruangan ber-AC dengan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak begitu heran apabila kita dapat tidur terlelap. Berhubung cuaca diluar begitu panas dengan matahari yang begitu menyengat. Kita yang berada di ruangan ber-AC dengan dosen yang berbicara tanpa titik dan koma, sehingga dapat membuat mata kita tertutup dengan sendirinya tanpa kesadaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, aku dan teman-temanku dengan semangat duduk di bangku paling depan. Buku, kertas catatan dikeluarkan, lalu mengambil posisi serius untuk mendengarkan dosen menerangkan permasalahan. Namun apa yang terjadi? kami berlima yang duduk di bangku depan sebelah kanan, tertidur. Tertidur pulas? bisa dibilang begitu. Dosen pun tahu dan sadar akan semua itu, namun berhubung itu merupakan pelajaran statistika yang mendapat jadwal pukul 4 sore, dosen itupun memaklumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap tidak siap, UTS akan tetap mendatangi kita. Dengan sigap, mau tidak mau kita harus bisa menyambutnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-4041796714006169416?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/4041796714006169416/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=4041796714006169416&amp;isPopup=true' title='1 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4041796714006169416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/4041796714006169416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/09/menuju-uts.html' title='Menuju UTS'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-6036801507497686458</id><published>2008-03-12T07:59:00.001+07:00</published><updated>2008-05-18T20:39:55.908+07:00</updated><title type='text'>La vie est ainsi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa waktu terus mengalir, mengalir ke berbagai arah dari yang punya tujuan hingga yang tujuannya masih berbentuk tanda tanya. Apa tujuanku kini? Sebuah pertanyaan yang sering terlintas dalam pikiran kita, namun tidak ada jawaban yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat sekali saat-saatnya diriku mempunyai tujuan dan visi yang jelas untuk ke depan. Saat itu, aku dengan penuh semangat menjalani hidup agar mendapatkan apa yang aku inginkan. Namun nasib berkata lain, sehingga waktu sedetik yang begitu berharga itu terhempas oleh angin dan menghilang seakan-akan tidak pernah ada. Suasana pagi yang cerah dengan angin sepoi-sepoi berubah menjadi malam hari dengan badai hujan. Masa depan yang terlihat jelas menjadi kabut, ber-embun, buyar, gelap dan penuh dengan tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Where did i go wrong? I thought everything has been planned throughly well...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu yang pernah terlontarkan dari sanubari yang paling dalam.&lt;br /&gt;Impian yang sudah di depan mata perlahan-lahan menjadi jauh dari jangkauan tangan ini. Jarak yang tidak lebih dari 1 meter berubah menjadi ribuan kilometer jauhnya. Perjalanan hidupku yang telah kutempuh beberapa tahun ini berbentuk statis. Seakan-akan apa yang telah kujalani selama ini, hanya sekedar sebuah ‘intermezo’ dalam kehidupanku ini. Waktu seakan-akan mundur untukku, namun perkembangan jiwa semakin matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Life is fun because you don’t know what will happen next"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seuntai kalimat yang simpel namun makna yang dalam. Kalimat yang terus kupegang dan kupercaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan baik buruk atau bagus, semua ada arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin semua ini terdapat makna tersembunyi dari yang maha kuasa. Aku yakin ada sebuah pesan yang tersirat dari apa yang kualami ini. Aku sudah mengerti dan paham, namun aku kembali di peringatkan bahwa hidup ini penuh tantangan. Kita boleh berencana, namun... no one knows the result.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-6036801507497686458?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/6036801507497686458/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=6036801507497686458&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6036801507497686458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/6036801507497686458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/03/la-vie-est-ainsi.html' title='La vie est ainsi'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5722886085865082103</id><published>2008-03-02T23:28:00.001+07:00</published><updated>2008-05-18T20:41:02.920+07:00</updated><title type='text'>Flash Back</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ya aku banyak berdiam diri dan tertawa disaat bersamaan. Hatiku terasa begitu lapang dan lepas dari sebuah kencaman, walaupun aku sebenarnya tahu bahwa di Indonesia nanti masalah akan mulai bermunculan kembali di permukaan kita. Tetapi apapun yang terjadi, aku hanya bisa menunggu dan menyiapkan diri agar siap menghadapi semua rintangan yang akan kualami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, aku telah meninggalkan sesuatu yg hampir 4 tahun aku jalani seorang diri tanpa bantuan orang. Well secara nyata aku sendiri, tetapi di dalam hati aku tidak sendiri. Aku yakin bahwa orang disekitarku telah banyak membantuku baik aku sadari ataupun tidak sadari. Kehadiran mereka, baik dari pembicaraan ataupun hanya menatap muka itu sudah memberi dukungan secara tersendiri. Aku tahu di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri. Kita harus saling membantu dan memberi sebuah harapan ke setiap insan yang ada di dunia ini. Aku tahu bahwa aku bisa seperti diriku sekarang ini itu semua berkat semua orang yang sudah kutemui. Baik itu orang yang sudah membuat diriku kesal dan emosi yang berlebihan, namun dari semua itu banyak hal positif yang aku dapati. Aku selalu berpikir, apakah temah kita yang telah selama ini baik sama kita akan menjadi orang yang sama dimana disaat kita butuh pertolongannya? Atau justru yang tadinya kita biasa-biasa saja tetapi justru mereka yang memberi pertolongan kita nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang aku naif dan terlalu percaya sama orang. Apakah itu merupakan hal yang buruk? atau justru aku harus berbahagia mempunyai kelebihan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat tepat satu tahun yang lalu. Dimana adalah hari terakhirku di Paris dan siap-siap untuk kembali ke tanah air esoknya. Aku kembali mengenang masa itu walaupun hanya utuk beberapa menit.&lt;br /&gt;Empat tahun di Paris. Tentu walaupun tidak terlalu banyak kesan yang ada tetapi sesuatu didalam hati akan terasa hilang. Aku banyak berkembang, aku menjadi lebih dewasa dan lebih berpikiran logis. Dalam hal musyawarah dan berpikir dalam dunia yang berbeda membuat mataku lebih terbuka lebar dan membuat diriku menjadi lebih bisa untuk melihat sesuatu dengan tidak hanya menggunakan kacamataku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin berubah dan event ini merupakan hari yang sangat pas untuk aku menjadi lebih dewasa dan bijak. Sifat-sifatku yang berlebihan harus aku kurangi, dan semua kekuranganku secara perlahan-lahan harus aku isi dengan penuh makna&lt;br /&gt;Tak lama lagi aku umurku akan bertambah. Aku kesal dengan diriku yg seperti sekarang ini. Yang tidak bisa jujur dan mendengarkan kata hati. Kadang-kadang aku malah bingung apa yang sebenarnya aku inginkan. Baik itu dalam hal pertemanan, pelajaran bahkan hal cinta.&lt;br /&gt;Aku ingin menutup buku, dan memulai buku baru dengan lembaran yang masih polos. Aku ingin kembali mengisi buku tersebut dengan kalimat-kalimat yang bermakna, aku ingin mengisi hidupku ini dengan hal yang baru dan dapat membuatku tenang. Aku yakin semua itu akan kutemukan tidak lama lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5722886085865082103?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5722886085865082103/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5722886085865082103&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5722886085865082103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5722886085865082103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/12/keinginan-terpendam.html' title='Flash Back'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-7822005215741103530</id><published>2008-02-26T20:45:00.001+07:00</published><updated>2008-03-28T10:40:43.105+07:00</updated><title type='text'>Towards the Feeling</title><content type='html'>Menuju sebuah perasaan. Apa yang kurasakan selama kuliah di Indonesia? Disini aku harus pandai membagi waktu baik untuk teman-teman atau keluarga. Dimana di bagi lagi, waktu belajar, bermain, bantu-bantu orang tua, atau jalan-jalan baik bersama teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang aku sudah merasa tertekan batin berada di lingkungan kampus. Walaupun pada saat di kampus aku selalu tertawa ceria dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa dalam pikiranku. Aku memang selalu memegang prinsip tersebut, orang lain tidak perlu tahu apa yang kurasakan karena mereka tidak akan pernah mengerti dan tidak mau mengerti apa yang kurasakan. Aku mungkin tertawa, tetapi ada kalahnya tertawa itu hanya sebuah kamuflase belaka. Diriku menangis didalam hati dan ingin berteriak sekencang-kencangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengetahui akan perasaanku tak lain adalah keluargaku, terutama adikku. Aku lebih terbuka dengan dirinya berhubung kami hidup berdua selama hampir 4 tahun di negara asing.  Kadang-kadang aku suka kesal sendiri, kenapa sebuah ini terjadi pada diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejadian ini, memang sebuah pelajaran yang sangat berharga buatku. Sebuah tamparan yang keras, sangat keras membuatku sadar dan harus menerima 'ini lah realitas'. Walaupun aku sudah menyusun hati dan bersifat biasa, namun kadang-kadang perasaan bersalah dan kesal akan selalu terlintas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-7822005215741103530?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/7822005215741103530/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=7822005215741103530&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7822005215741103530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/7822005215741103530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/09/towards-feeling.html' title='Towards the Feeling'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1459143830089147754</id><published>2008-02-17T05:20:00.001+07:00</published><updated>2008-05-18T20:41:30.084+07:00</updated><title type='text'>Arti Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hidup bagaikan air yang mengalir tanpa bisa dikontrol oleh kita.&lt;br /&gt;Sebuah perjalanan yang tidak kita pernah sangkah. Kita tidak akan tahu apa yang menanti di depan mata dan hanya bisa menunggu hingga hal itu terjadi. Aku hanya ingin mencoba membayangkan dan memberi beberapa kemungkinan yang bisa terjadi di masa mendatang. Walaupun pada faktanya aku selalu mengambil dan cenderung berpikir hal yang terburuk yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tanya, mengapa aku ini pesimis.&lt;br /&gt;Aku tidak mempunyai alasan khusus utk berpikiran yang buruk terlebih dahulu. Hanya saja, aku mempersiapkan hatiku untuk menerima apa yang tidak bisa kuterima. Menerima apa yang kita inginkan itu sangat muda. Dengan lapang dada, kita akan menerimanya dengan senang hati. Namun apabila yang datang merupakan sesuatu yang paling kita takuti, bisa kah kita menerima itu dengan tangan terbuka lebar sambil menahan agar kurva senyuman yang telah terbentuk tidak luntur begitu saja? kurasa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang kita tunggu dari kehidupan ini?&lt;br /&gt;Apa sih tujuan kita hidup di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pertanyaan yang mempunya jawaban tidak terbatas.&lt;br /&gt;Manusia tidak akan puas dengan apa yang telah dicapai. Mencapai sebuah titik yang di cita-citakan, begitu impian tersebut sudah ditangannya akan muncul kembali impian yang baru.&lt;br /&gt;Tujuan orang selalu berkembang dengan bertambahnya umur dan raihnya kesuksesan. Cita-cita awal ingin masuk SMU unggulan, kemudian setelah berhasil meraih muncul lagi keinginan utk mendapatkan nilai yang baik. Tak lama setelah itu muncul keinginan utk memasuki perguruan tinggi negeri. Begitu seterusnya hingga akhir hayat kita yang mengunci urusan kita dengan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar bahwa hidup ini tidak lama.&lt;br /&gt;Bahwa semua yang kita raih didunia tidak kita akan bawa dalam kehidupan kita yang berikutnya. Yang bisa kulakukan sekarang adalah menjalani hidup yang ada sekarang ini dengan terus menjalakan ibadah untuk persiapan nanti kelak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1459143830089147754?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1459143830089147754/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1459143830089147754&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1459143830089147754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1459143830089147754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/10/pandangan-kehidupan.html' title='Arti Kehidupan'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-584851498732286586</id><published>2008-02-10T09:27:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T20:40:24.824+07:00</updated><title type='text'>Kawasan Depok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada masa ketika aku menganggur selama hampir 10 bulan. Aku selalu menghabiskan waktu di daerah kawasan rumah, yaitu Jakarta Selatan. Kegiatanku memang tidak banyak, aku hanya sering diam dirumah dan menemani orang tua. Ketika saatnya aku berkumpul dengan teman-teman dan orang yang kusayang, tempat utama yang aku tuju adalah Pondok Indah Mall. Sebuah mall besar yang terletak di Jaksel dan tidak jauh dari rumahku. Aku cukup bersyukur dengan letak rumahku yang tidak jauh dari berbagai arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu kuliah sudah dimulai, hari-hariku habis di kampus. Jam 6.30 aku udah harus berangkat dari rumah dan kembali lagi dirumah sekitar pukul 18.00an. Begitulah aktifitasku setiap hari. Ketika ada waktu kosong di kampus, berhubung letak rumah cukup jauh aku banyak menghabiskan waktu di kawasan depok, dimana letak UI. Disana juga terdapat berbagai mall. Ketika jenuh akan kuliah, aku dan teman-teman pergi nonton, makan di mall pada waktu kosong. Atau bahkan kita duduk di sebuah restoran dan belajar bersama ditempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga sering ke tempat kost-an teman hanya untuk mengerjakan tugas kelompok. Dimana letaknya masih di kawasan depok. Kawasan depok kini menjadi daerah yang penting buatku. Setidaknya untuk beberapa waktu, kawasan ini akan menjadi bagian dari hidupku...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-584851498732286586?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/584851498732286586/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=584851498732286586&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/584851498732286586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/584851498732286586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/09/kawasan-depok.html' title='Kawasan Depok'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-2738650614366673059</id><published>2008-02-04T13:08:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T06:34:35.760+07:00</updated><title type='text'>Univ Indonesia</title><content type='html'>Semester 2 kembali dimulai&lt;br /&gt;Begitu aku melangkah kembali ke dalam Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Aku kembali teringat akan nasib diriku yang membuat diriku menjadi bagian dari FEUI ini. Hal itu membuat aku menunduk dan mengingat analogi kehidupan ku di awal semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah menyangka, bahwa diriku ini pada akhirnya harus tetap menjalani Orientasi Sistem Pengenalan Kampus. Dimana pada awalnya, aku tidak kuliah di Indonesia, dan di luar negeri tidak ada yang namanya OSPEK ini. Tetapi setelah 4 tahun aku pergi, dan pada ujungnya aku masuk di Universitas Indonesia dan harus menjalankan OSPEK layaknya mahasiswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kuketahui dari dulu, OSPEK memang menguji dari segala aspek tentang diri kita. Baik mental, fisik atau harga diri bahkan kesabaran kita. Tetapi yang kurasakan ini menurutku jauh lebih berat dari pada layaknya mahasiswa baru. Aku memang mahasiswa baru di UI, tetapi ini bukan pertama kalinya aku kuliah. Tujuan utama dari OSPEK adalah agar kita bisa menyesuaikan diri dengan sistem perkuliahan yang sangat berbeda dengan sistem di SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, OSPEK yang kujalani adalah sebuah ujian kesabaran dan harga diri buatku. Bagaimana tidak, para panitia tertua lebih mudah 2 tahun dari diriku ditambah lagi teman-temanku satu angkatan lebih mudah 5-6 tahun dariku. Untungnya harga diriku sudah kubuang jauh-jauh, semenjak aku tahu bahwa aku harus balik ke Jakarta dan mengulang kuliah. Seakan-akan semua yang kuperoleh di Prancis sirna tanpa bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OSPEK yang berlangsung selama 1 minggu, akhirnya kelar dan kuliah pun dimulai seperti biasa. Mata kuliah cukup berbeda dengan apa yang kudapati selama di Paris. Ditambah dengan tugas-tugas yang menumpuk dan jadwal yang begitu padat sungguh sangat beda dengan di Universitas Paris 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun aku harus memulai dari nol, aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk kuliah oleh kedua orang tuaku. Aku juga bersyukur dapat masuk dan melanjutkan studi di Universitas Indonesia. Dengan ini aku bisa memupuk teman-teman baru dengan jaringan komunikasi seluas-luasnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Life is fun because you don't know what will happen next"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpedoman akan kalimat tersebut, hatiku terasa damai. Apabila dipikir secara logis dan logika, apa menariknya sebuah kehidupan yang sudah pasti? yang paling menantang dan asyik dalam kehidupan adalah mencari dan berusaha agar mencapai apa yang kita inginkan. Di dalam perjalanan menuju tujuan kita, sesuatu yang tak terduga baik positif atau negatif, justru membuat perjalanan kita semakin bertambah seru....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-2738650614366673059?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/2738650614366673059/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=2738650614366673059&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2738650614366673059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/2738650614366673059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/08/universitas-indonesia.html' title='Univ Indonesia'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-3587777981090520728</id><published>2008-01-27T10:11:00.001+07:00</published><updated>2008-03-28T10:46:08.589+07:00</updated><title type='text'>Badan Kaku</title><content type='html'>Kembali lagi kurebahkan tubuhku di sesuatu yang empuk. Suatu benda yang menurutku adalah ciptaan manusia yang sangat berguna dan nikmat pula. Tempat tidur. Disana aku berbaring, melepaskan otot-ototku yang tegang dan lemas. &lt;br /&gt;Aku jatuh sakit, belum lama ini tubuhku jadi lemas dan tak henti-hentinya diriku batuk. Suhu badan yang tiba-tiba naik beserta lemasnya kedua kakiku, membuat aku jadi malas utk melakukan segala kegiatan di hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kuhabiskan waktu diatas tempat tidur, sambil memainkan jari diatas 26 anak kotak yang terus kuketuk secara perlahan-lahan. Sakitku ini banyak manfaatnya, dengan diriku yang terpaku diatas tempat tidur, membuat diriku menjadi lebih bersyukur dan berpikir atas kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba baca ulang lagi naskah ke 2 ku yang sudah jadi dan siap kukirim ke penerbit. Pada awalnya aku ingin mengirimnya lewat dunia maya, tetapi berhubung sekarang sudah menetap di Indonesia, aku memutuskan untuk memberi naskah tersebut sambil bertatap muka. &lt;br /&gt;Merasa diriku yang jenuh dengan tidur, kuronggoh ponselku dan mulai memainkan jariku diatas 9 anak kotak untuk membentuk sebuah pesan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-3587777981090520728?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3587777981090520728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/3587777981090520728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/10/badan-kaku.html' title='Badan Kaku'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5591319956924879302</id><published>2008-01-19T11:02:00.002+07:00</published><updated>2008-04-26T06:35:39.677+07:00</updated><title type='text'>Sebuah lubang</title><content type='html'>Aku selalu merasa dalam diriku ini ada sebuah lubang. Lubang yang cukup besar untuk membuat perasaan di hati tidak tenang dan gundah. Sudah beberapa tahun ini aku mencari jawaban tersebut. Jawaban yang dapat menutup lubang itu. Tetapi masih tidak tahu harus mulai darimana mencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pernah bilang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Segala sesuatu yang dicari, sukar utk ditemukan. "&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Apa benar seperti itu? Pertanyaan tersebut yang selalu yang terlintas dalam pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya cinta. Dikala kita sedang mencari seseorang yang kita bisa berikan rasa cinta. Selalu saja disaat bersamaan kita akan merasa orang-orang menjauhi kita. Padahal kemungkinan besar semua itu hanya sebuah sugesti. Sebuah rasa takut yang berlebihan. Namun disaat kita tidak terlalu memikirkan, disitulah pintu hati akan diketuk seseorang. Dimana perasaan selanjutnya bisa membawa kita tertawa bahkan nangis disaat bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang kurasakan dan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ku di Paris telah berakhir. Tak terasa hampir 4 tahun aku menjalankan hidup di Prancis, jauh dari orang tua, teman-teman dan segalanya. Kisah asmara yang hampa, walaupun pada saat itu seorang gadis pendiam sempat menarik perhatiaanku. Namun entah kenapa dihatiku seperti menolak, dimana aku mendapatkan kesempatan untuk mengekpresikan perasaan tersebut disaat aku akan pulang. Kesempatan yang ada di depan mata, kubuang jauh-jauh. Aku sempat berpikir kenapa aku melakukan tindakan itu? Namun akhir-akhir ini aku menemukan jawaban untuk memperkecil lubang tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5591319956924879302?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5591319956924879302/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5591319956924879302&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5591319956924879302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5591319956924879302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/10/aku-selalu-merasa-dalam-diriku-ini-ada.html' title='Sebuah lubang'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-5958973437950186521</id><published>2008-01-10T08:56:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T20:40:44.641+07:00</updated><title type='text'>Memori Menunggu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menunggu akan sebuah jawaban merupakan pekerjaan yang sangat jenuh. Sekilas, menunggu adalah hal yang gampang untuk dilakukan. Walaupun pada kenyataan bahwa orang yang berpikiran seperti itu, memberi tanda bahwa ia tidak pernah menunggu sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan ini pekerjaanku yang tetap adalah menunggu. Baik menunggu jawaban dari Universitas, menunggu hingga waktu kita untuk mulai bergerak, masalah asmara dan masih banyak lagi. Menunggu sesuatu yang tidak tahu kapan menerima sebuah penjelasan, jelas akan lebih jenuh dan capek ketimbang mengerjakan sesuatu yang rumit.&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang kualami sekarang. Aku tidak mempunyai aktifitas apapaun, pekerjaanku hanyalah dirumah dan menemani/mengantar ibu pergi apabila perlu. Tetapi selain itu, apa yang kulakukan 7 hari penuh tersebut? secara spesifik tidak ada kegiatan yang tetap. Tetapi setiap hari, akan ada saja sesuatu yang kita kerjakan dan tidak terasa hingga beduk magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat seperti ini sebenarnya banyak nilai plus yang bisa kupetik. Yang pasti menjadi pengangguran itu sungguh tidak sangat enak. Pikiran kering, rambut jadi keritik, hati yang gelisah. Dengan pengalaman pengangguran yang kumiliki, yaitu pertama aku menganggur 1 tahun ketika aku baru lulus SMU, hingga aku kuliah di Prancis.&lt;br /&gt;Suatu keadaan yang membuatku balik ke Jakarta utk lanjutkan kuliah membuat diriku kembali menganggur. Dan disinilah sebuah penantian membuat diriku gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya rasa kegelisahan itu hilang. Setelah menunggu jawaban dari Universitas Indonesia selama 6 bulan. Kuperolah jawaban yang positif. Mereka mengabulkan diriku dengan syarat-syarat untuk transfer dan melanjutkan studiku di kampus tersebut, walaupun banyak mata kuliah yang terpotong dan harus kuambil ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuyakin semua ini ada nikmat dan arti terselubung. Mungkin nikmat tersebut tidak akan kutemukan secara sadar, tetapi aku yakin akan ada manfaat di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-5958973437950186521?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/5958973437950186521/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=5958973437950186521&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5958973437950186521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/5958973437950186521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2007/08/next-step.html' title='Memori Menunggu'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3511349835134388168.post-1857908677535103006</id><published>2008-01-04T09:56:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T06:36:16.115+07:00</updated><title type='text'>A New Beginning...</title><content type='html'>Dua ribu tujuh telah menutup hari, kini kita sudah memasuki tahun 2008. Apa yang hendak akan berubah di tahun yang genap ini? Apakah kehidupan akan semakin menarik atau membosankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa banyak hal yang akan terjadi di tahun 2008 ini. Entah mengapa sesuatu di dalam diriku mengatakan hal demikian. Walaupun pada faktanya hanya tanda tanya yang menyelimuti hati tersebut. Berawal dengan aktifitas yang kosong, aku kembali termenung di dalam kamarku menatap langit-langit yang hanya dihiasi satu buah lampu neon. Cahaya lampu tersebut memancar begitu terang, sampai membuat diriku berpikir kembali. Apakah kehidupanku akan dipenuhi oleh cahaya yang terang seperti lampu ini? atau justru cahaya tersebut akan meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu masalah apa yang menantiku di depan, namun akupun tidak tahu kejutan-kejutan apa yang akan muncul dan membuat kurva senyumanku kembali menghiasi hidup. Resolusi tahun 2008 ini pun tidak banyak bedanya dengan tahun sebelumnya. Aku ingin menjadi orang yang lebih sabar menghadapi cobaan-cobaan yang akan menimpaku. Menjadi orang yang sabar merupakan salah satu cita-citaku dari dulu. Aku ingin membuat orang-orang disekitarku terutama yang penting buatku untuk tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang ingin kucapai di tahun ini. Prestasi yang gemilang dan melanjutkan kembali sebuah cerita fiksi yang sudah kutulis dari pertengahan tahun yang lalu. Ingin aku menghasilkan sesuatu yang bekas, sesuatu yang nantinya akan menjadi kenangan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nenek pernah bilang...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Life is Fun Because You Don't know what will happen next"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali teringat akan kutipan tersebut. Simpel namun sangat bermakna. Hidup ini menarik karena kita tidak tahu apa yang menanti. Dengan penuh tanda tanya dan hati yang tegang, namun kita jalani hidup ini dengan sabar, rama dan senyum penuh berkah menanti kejutan-kejutan apa yang akan diberikan Allah SWT dalam kehidupan kita ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3511349835134388168-1857908677535103006?l=drulski.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drulski.blogspot.com/feeds/1857908677535103006/comments/default' title='Publier les commentaires'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3511349835134388168&amp;postID=1857908677535103006&amp;isPopup=true' title='0 commentaires'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1857908677535103006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3511349835134388168/posts/default/1857908677535103006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drulski.blogspot.com/2008/01/new-beginning.html' title='A New Beginning...'/><author><name>Badrul. R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18042775348809666467</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_f_FVqFDocGE/STCgAC1qyKI/AAAAAAAAACM/8RYo6JFWZkI/S220/DSC01441.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
